Masuak Kampuang, Kalua Kampuang

image

BLUSUKAN. Hari ini semua media menyorot kegiatan blusukan yang dilakukan Presiden SBY secara mendadak ke Tanjung Pasir, Banten.

Blusukan, kata-kata ini mulai akrab di telinga masyarakat  lantaran hobi Gubernur DKI Jokowi yang suka “masuak kampuang kalua kampuang” untuk melihat realitas lapangan, mendengar langsung aspirasi warganya. Dan kegiatan itu selalu menghiasi pemberitaan di media cetak, media online dan media elektronika.

Maka kalau akhirnya SBY ikut-ikutan berblusukan ria, jangan heran bila sejumlah media langsung memvonis si bapak telah meniru Jokowi. Salahkah?

Tak ada yang salah bila SBY ikut-ikutan masuak kampuang kalua kampuang seperti Jokowi. Malah memang sudah seharusnya seorang pemimpin itu lebih banyak berada di lapangan ketimbang berada di belakang meja. Karena tidak semua laporan yang ada di atas meja itu sama persis dengan kondisi riil lapangan.

Dengan berada langsung di tengah warga, mendengar beragam keluhan, merasai langsung kesusahan dan penderitaan, membaui aroma keseharian, menikmati keapa-adaan, maka si pemimpin akan lebih bijak mengambil kebijakan, daripada sekadar hanya disodorkan laporan yang lebih banyak baik daripada buruknya.

Membandingkan blusukan ala SBY dengan Jokowi tentu tak bisa disamakan begitu saja. Jokowi bisa begitu lepas dan dekat dengan masyarakat yang didatanginya, wajar. Karena dia tidak ada pengawalan “paspamgub”. SBY tak bisa lepas dan masih sedikit terasa ada sekat, ya juga wajar. Karena ada paspamres yang begitu lekat dan ketat mengamati orang-orang yang mendekat.

Saya yakin, kalau nanti Jokowi di posisi SBY, dia tentu takkan bisa lepas dalam kawalan paspampres. Karena memang begitulah aturan protokolernya.

Saya pun sangat yakin, SBY akan bikin repot bila sering ke lapangan, walaupun secara pribadi dia tak mau merepotkan. Dan repotnya lagi, SBY-nya sendiri yang bakal kerepotan. Lho kok? Ya iya, kalau memang dia emang niat banget memperbanyak blusukan sepanjang 2013-2014, dijamin bakal keteteran menyinggahi pelosok-pelosok Indonesia yang begitu luas. Kan gak lucu kalau SBY cuma blusukan di Pulau Jawa saja. Emangnya SBY itu Presiden Jawa?

Dan sesuatu yang harus jeli dilihat adalah ada Ani di samping SBY ketika blusukan. Apakah ada Iriana ketika Jokowi malala keliling Jakarta? Saya yakin sebentar lagi bakal ada komentar-komentar komentator yang menyebut blusukan ini sebagai politik pencitraan. Pencitraan Ani untuk maju jadi capres 2014 nanti. Suatu hal yang tak mustahil bukan? (max)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: