Memperingatkan Bencana

Our IndonesiaBAHWA negeri ini adalah etalase bencana alam, semua sudah tahu. Apapun bentuknya, ada di sini. Seperti banjir, badai, longsor, letusan gunung, gempabumi, hingga tsunami. Datangnya tak pernah diundang, sekali datang kadang bertubi-tubi.

Lihatlah, belum lagi usai tangis anak bangsa di Wasior, Papua yang diterjang banjir bandang di awal Oktober, lalu datang gempa bertsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat berkekuatan 7,2 SR pada Senin malam 25 Oktober. Belum cukup segitu, Gunung Merapi di Jawa Tengah-Yogyakarta meletus keesokan harinya.

Ada apa ini? Banyak yang bilang bahwa bumi sudah tua sehingga rentan becana. Banyak yang ngucap, ini peringatan Illahi agar manusia kembali ke jalanNya, dan tak sedikit pula yang mengait-kaitkan dengan urusan klenik yang entah bagaimana dihubung-hubungkan satu dengan yang lainnya. Terserahlah…

Yang pasti, setiap bencana datang, tak satupun kita yang siap menerimanya. Kita hanya bisa melakukan penanggulangan bencana yang itupun amburadul dan acakadul dalam pelaksanaan di lapangan. Kita tak pernah siap dan mampu untuk mencegah bencana yang pasti datang setiap waktu. 

Mental dan budaya maupun sarana prasarana kita belum siap untuk menerima semuanya. Kecuali hanya mulut (yang terkesan sombong) mampu mengucap kita siap, tapi begitu bencana datang langsung gagap. Kota Padang telah membuktikan itu, tatkala gempa 30 September 2009 mengguncang. Jauh-jauh hari pemimpinnya sudah sesumbar bahwa kotanya siap, tapi begitu terjadi tak kepalang tanggung semrawut penanganannya dan menyisakan masalah hingga hari ini.

Maka, sekali lagi, jangan heran bahwa apapun bentuk bencananya, jangan pernah percaya bahwa kita mampu untuk menghadapinya. Pemerintah yang tak pernah serius untuk menyiapkan kesiapan itu, dan masyarakat yang selalu menunggu dan tak mau bersiap-siap.

Contoh terdekat telah memperlihatkan realitas ini. Jauh-jauh hari, Tim Sembilan sudah memberi ingat bahwa Mentawai berpotensi gempa berkekuatan 8,9 SR yang disertai tsunami. Begitu pernyataan itu dilansir di seluruh media, apa yang terjadi? Masyarakat kalang kabut, karena mereka diberi kabar pertakut. Yang ironisnya, pemerintahan daerah pun menyikapi bahwa prediksi ini terlalu pagi untuk disampaikan ke khalayak. Malahan menyalahkan pula ekspose tim ahli itu menyebabkan terganggunya roda ekonomi.

Itu baru dalam konteks penyampaian informasi. Dari segi teknologi? Apa gunanya BUOY TEWS (Tsunami Early Warning System) dipasang di lautan Mentawai, kalau akhirnya tak berfungsi mengabarkan bahwa negeri itu akan diterjang gelombang begitu dahsyat? Belum dari segi-segi dan sisi lainnya.

Pada akhirnya, kita tak bisa menuding-nuding dan menunjuk siapa yang salah dalam hal ini. Siapa pun, benar-benar belum siap, termasuk untuk dikritik sekalipun. Maka yang bisa kita lakukan tetaplah berdoa dan selalu waspada. (max)

foto dicomot dari sini

3 Komentar

  1. 6 November 2010 pada 10:27 am

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku :
    http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  2. Sam said,

    9 November 2010 pada 6:28 pm

    Sayang sekali respons Wawako Mahyeldi agak MENANTANG KAJIAN TTG POTENSI GEMPA TSB.

    Sabtu, 06 November 2010 – 13:21:49 WIB
    UJ Tausyiah dengan Warga Padang: “Bukan Tsunami yang Harus Ditakuti!”
    Kategori: Reliji – Dibaca: 91 kali

    Padang (MOL) — Pemko dan Majelis Ulama (MUI) Kota Padang mendatangkan Ustadz Jeffri Al Buchori, Muhammad Hayatuddin, Buya Cecep Jambak dalam acara tausyiah, dzikir dan qunut nazilla yang diikuti oleh ribuan masyarakat serta pelajar SMU/SMK se-Kota Padang, Sabtu (6/11) pukul 9.00 WIB di pelataran Parkir Taman Budaya Sumbar.

    Tausyiah ini, menurut Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP selain menunjukkan bahwa Pemko Padang tetap aspiratif menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isyu gempa dan tsunami juga mengajak warga Padang untuk taubatan nasuha.

    “Ini adalah menjawab isyu bahwa Pemko tidak bekerja dan inilah konkritnya kita bekerja untuk menghilangkan trauma isyu gempa. Dan kita ‘menantang’ bagi siapa saja yang mengumbar pernyataan-pernyataan kajian tentang gempa 8,9 SR. Jangan diumbar di media,” ujar Mahyeldi.

    Selain Wakil Walikota Padang, tausyiah ini juga dihadiri oleh Ketua MUI Kota Padang Prof. DR. Syamsul Bahri, M.Ag.

    Warga Kota Padang memang sudah amat trauma dengan isyu akan datangnya gempa dengan kekuatan 8,9 SR, yang malah sampai tersebar melalui pesan singkat (SMS). “Mari duduk bersama kalau memang ada temuam ilmiahnya. Karena isyu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat,” tambahnya.

    Pada tausyiah ini ustadz kondang dari Jakarta Ustadz Jeffri Al Buchori yang akrab dipanggil UJ mengatakan seharusnya masyarakat Kota Pdang bukan takut pada gempa dan tsunaminya. “Tapi takutlah pada yang menciptakan gempa dan tsunami itu. Yakni Allah SWT,” katanya.

    Lebih jauh UJ mengatakan pada hakikatnya yang hidup akan mati dan bukan karena gempa dan tsunami tersebut. “Bagi orang yang beriman gempa dan tsunami itu merupakan ujian, sedangkan bagi yang nakal merupakan teguran. Dan yang nakal sekali ini merupakan azab atas perbuatannya. Hidup di dunia bukan untuk selama-lamanya. Mati hanya sebuah proses,” ujarnya.

    Pada bagian lain Mahyeldi mengatakan bahwa bukti dari Pemko Padang tidak berdiam diri, “selain mengadakan kegiatan keagamaan ini ada kegiatan lain yang dilakukan Pemko Padang seperti membuat jalur evakuasi, silmulasi tsunami serta pembangunan escape building,” katanya. (Rahmat)

  3. Sam said,

    9 November 2010 pada 6:38 pm

    saya tak habis pikir … apa kurang sunatullah yg ditunjukkan Allah agar orang berpikir positif bahwa orang harus belajar, berusaha, dan berdoa …

    bukan hanya pasrah kepada Allah, dengan dalih cobaan, ujian, atau hukuman dan sejenisnya …

    benar sekali, semua hanya karena kuasa Allah … namun berusaha dan berikhtiar adalah sunatullah keilmuan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: