Wacana Kebablasan

NgenetSAYA tak pernah tahu, apakah kepala Pol PP Kota Padang sedang tidak punya kerjaan atau mungkin tengah kehilangan akal. Sehingga merasa perlu (akan) memberlakukan jam malam buat penyedia dan pengguna jasa warnet, dengan dalih mengurangi tindak kriminal.

Wacana untuk membatasi “jam tayang” operasional warnet hanya sampai pukul 12 malam, guna mencegah kerapnya kasus pencurian motor (curanmor) yang menimpa pelanggan warnet (sebagaimana diberitakan POSMETRO, Sabtu 6/2), justru memperlihatkan ketidakmampuan Pol PP menjalankan tugas dan tidak mengerti dengan tupoksi yang sejatinya mereka kerjakan.

Di tengah membludaknya warnet di Kota Padang, menyusul tingginya minat warga untuk berselancar di dunia maya, adalah sebuah rahmat yang patut disyukuri. Disyukuri lantaran itu pertanda warga sudah melek teknologi informasi dan menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan. Dan patut disyukuri pula bahwa itu pertanda ekonomi mikro yang bergerak di bidang jasa fasilitas browsing di internet tersebut sedang bertumbuh dan menggeliat, menghidupi pariuak bareh si empunya warnet dan tentu saja lingkungan ekonomi di sekitarnya, tanpa terikat waktu.

Tak percaya? Cobalah berkeliling kota ini sejenak tatkala sebagian warga sudah lelap dipeluk mimpi di tengah dinihari, ternyata masih ada sebagian warga (umumnya kaum muda) yang beraktivitas secara positif di warnet-warnet yang buka hingga pagi, bahkan 24 jam dalam sehari. Mereka berinteraksi di dunia maya dengan aktivitas yang beragam. Ada yang chatting, blogwalking, facebooking (kalau boleh diistilahkan begitu), atau bahkan mengail duit melalui layanan adsense, membangun social network, bahkan “sekadar” searching (atau istilah kerennya googling) untuk mencari informasi berharga di mesin pencari yang berkaitan dengan kebutuhannya.

Jumlah pengguna jasa warnet ini tidaklah sedikit. Membludak malah. Makanya wajar warnet pun menjamur untuk meraup pendapatan dari lonjakan konsumen ini. Di setiap sudut kota, mereka ada. Bahkan, di depan kuburan pun ada warnet! Tengok saja di TPU Tunggul Hitam, ada pengusaha kecil yang menamai warnetnya: Kuburan.Net.

Bila didata dengan baik, jumlah warnet ini bisa mencapai bilangan angka lima ratusan, yang termasuk di dalamnya berbagai usaha yang juga menyediakan jasa internet.

Bahwa kalau muncul pertanyaan kenapa harus berinternet ria di warnet hingga larut pagi, banyak alasan yang akan dimunculkan user. Dan tidak pula ada hak Pol PP, misalnya, untuk melarang orang ke warnet di dinihari sepi. Mereka tidak melakukan pelanggaran perda, tidak berbuat kriminal, tidak mengganggu kenyamanan orang yang pulas tidur, apalagi mengganggu tugas Pol PP tentunya. Bila memang ada pelanggaran, silahkan proses secara hukum, dan itupun dilakukan oknum.

Bila alasan pembatasan operasi warnet lantaran mencegah terjadinya curanmor yang kerap menimpa pengguna warnet, itu jelas sebuah kebablasan! Kendaraan hilang, kok warnet disuruh tutup? Jelas jauh panggang dari api. Mbok ya punya ide itu yang bernas dikit napa??

Kalaupun ada alasan lain seperti banyak warnet yang tanpa izin atau minimnya pengawasan terhadap usaha itu, seharusnya itu yang patut ditertibkan. Tidak bisa serta merta begitu. Satu-dua yang bermasalah, seluruhnya kena getah.

Atau wacana ini muncul karena kepala Pol PP tidak tahu jawaban yang pas ketika diwawancarai wartawan? Sehingga muncul jawaban abrakadabra serupa ini?

Kan lucu banget jadinya, bila Wako Fauzi Bahar mengagung-agungkan investasi dan mencegah pengangguran, justru di lain pihak ada bawahannya yang punya wacana seperti ini. Wacana yang jelas-jelas membunuh ekonomi masyarakat pemilik warnet.

Harusnya kalau diberondong pertanyaan wartawan tentang fenomena beginian, jawaban arif yang bisa dilontarkan ya cuma bersifat imbauan. Misalnya, diimbau untuk hati-hati saat parkir di warnet, jangan berbuat yang tidak-tidak di warnet, dan bagi warnet yang belum berizin, segera urus izin sebelum Pol PP bertindak. Dan sebagainya. Dengan jawaban yang serupa itu dan dianggap tidak layak berita karena datar-datar saja, jangan kecewa bila beritanya tidak diterbitkan. Mending tidak naik cetak, ketimbang membikin resah warga yang sudah kelewat akrab dengan berbagai keresahan yang kerap muncul belakangan ini. (max)

6 Komentar

  1. anton said,

    22 Maret 2010 pada 11:37 am

    bg bara no HP bg yg baru hub wak penting bg. anton 085263401463

  2. anak ketek said,

    11 April 2010 pada 4:32 am

    bg, itu lah salahnyo urang awak ko bg, ndak namuah mandangan kecek rg gaek, nyo suruah warnet tu tutuik banyak manfaatnya bg.
    koq ndak salah wak bg, jantung wak nan mudo2 ko paralu bana istirahat di jam2 nan disarankan apak2 tu mah bg, kini iyo ndak taraso bg, koq lah tuo apo lah kadoyo wak lai.
    nan lawaknyo beko bg, koq nyo beko ado kajadian beko urang nan ilang ondanyo sedang berinternet pas jam 12 malam tw bg, dek urang lah langang mah, ndak jadi kebablasan postingan bg nan kini ko beko?

  3. pakosu said,

    17 April 2010 pada 1:16 pm

    Suruah se nan punyo motor supayo motornyo dikunci ganda. Manga lo urang mancari rasaki nan dibatasi. Indak kreatif bana kapalo satpol pp tu mah. Gunakan otak untuk cari solusi, jangan gunakan kekuasaan untuk menghambat orang lain. Peace…
    Salam kenal kawan.

  4. Rian said,

    24 April 2010 pada 9:07 pm

    kalau malam labiah murah mangkonyo banyak nan ka warnet malam-malam.

    kalau ditutuik capek tu capek habih pitih mahasiwa dek nyo.. hahaha

  5. UQI said,

    4 Juni 2010 pada 11:33 am

    nice artikel…klo benar diterapkan ga populis tuh, menghambat rejeki orang….salam

  6. ai said,

    16 Juni 2010 pada 8:35 am

    tulisan barunya mana neh da max ..??? :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: