Seismic Gap Siberut Mulai Bergerak

SiberutGempa Susulan Sudah Ribuan

Hingga kemarin (27/10), BMKG Padangpanjang mencatat telah terjadi 1.058 gempa susulan pascaguncangan gempa utama 7,9 SR yang terjadi pada 30 September lalu. Dari jumlah sebanyak itu, 25 di antaranya merupakan gempa besar (di atas 5 SR-red), selebihnya gempa kecil (di bawah 5 SR-red), yang sebagian tak bisa dirasakan.

Tak hanya itu, kemarin juga tercatat dua kali gempa dirasakan yang terjadi pada Selasa pagi. Gempa pertama pukul 06.22 WIB, berpusat di laut 50 km barat daya Pariaman, dengan kekuatan 4,1 SR di kedalaman 4,2 km. Gempa ini bisa dirasakan II MMI (Modified Merchalli Intensity) di Kota Padang dan Pariaman. Dua jam kemudian, sekitar pukul 08.33 WIB, gempa 4,5 SR mengguncang dengan episentrum di laut 75 km barat laut Sipora Mentawai, dengan kedalaman 14 km.

Sebelumnya, pada Minggu (25/10) sekitar pukul 08.50 WIB, terjadi gempa susulan 5 SR di kedalaman 13 km, berjarak 69 km tenggara Siberut Mentawai. Menurut USGS (BMKG-nya Amerika-red), pusat gempabumi berada pada koordinat 1,64°LS dan 99.32°BT dengan magnitudo 4,8 Mw pada kedalaman 10 km berjarak 140 km baratdaya Padang. Menurut informasi dari BMKG, gempabumi ini terasa dengan intensitas II – III skala MMI di Padang Panjang.

Terhadap gempa 5 SR ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (VSI-ESDM) menyebutkan, gempabumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di perairan sebelah barat Kepulauan Mentawai.

“Wilayah kepulauan Mentawai, daerah yang terdekat dengan pusat gempabumi, tersusun oleh aluvium dan batuan vulkanik berumur Kuarter. Serta batuan sedimen berumur Tersier. Aluvium dan batuan vulkanik Kuarter mempunyai sifat lepas, urai, belum terkompaksi dengan baik dan bersifat memperkuat efek guncangan gempabumi,” lapor mereka via website resminya, Senin (26/10).

Dengan adanya gempa ini, VSI-ESDM mengeluarkan tiga rekomendasi. Di antaranya, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Satlak PB dan Satkorlak PB. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab, mengenai gempabumi dan tsunami. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

“Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami. Walaupun pusat gempabumi berada di bawah dasar laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami,” sebut mereka.

Zona berbeda
Korwil Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar Ir Ade Edward mengakui, gempa 5 SR itu memang bukan gempa susulan 7,9 SR. Karena episentrumnya berada di zona berbeda. Dia menyebut, gempa itu sudah berada di zona kuncian (seismic gap) Siberut, yang belum lepas hingga sekarang.

“Jika dia berkekuatan 8 SR, sudah dipastikan akan memicu tsunami. Tapi karena skalanya cuma 5 SR, makanya tidak ada tsunami. Pergerakan gempa di zona itu, sebenarnya sudah terjadi sejak April lalu,” ungkapnya. (max)

foto dicomot dari USGS

2 Komentar

  1. dan said,

    28 Oktober 2009 pada 5:13 am

    banyak sekali gempanya…

  2. v3rdee said,

    28 Oktober 2009 pada 8:34 am

    Pantau terus da max….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: