HARFIANTO PERGI

HarfiantoINNALILLAHI wa innailaihi rojiun. Sahabat kami itu akhirnya pergi. Menghadap ke haribaanNya. Meninggalkan duka, bahwa dia pernah bersama kami, membesarkan koran ini. Semangatnya, talentanya, dan ide cemerlangnya, menjadi warisan yang akan lekat teringat di kenangan kami; keluarga besar POSMETRO PADANG.

Seminggu menjelang ulang tahunnya yang ke-27 pada 21 Oktober mendatang, Harfianto pergi. Kamis, 15 Oktober 2009, pukul 22.25 WIB, redaktur POSMETRO ini, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Siti Rahmah. Di situ, sudah lima hari dia koma, akibat kecelakaan lalulintas yang menimpanya pada Sabtu, 10 Oktober lalu.

Semuanya tercekat, begitu mendapat informasi kepergiannya. Air mata tak terbendung, isak tangis tak tertahankan, mengingat penderitaannya selama menjalani perawatan. Allah punya kuasa. Dia telah menjemput hambaNya itu, untuk ditempatkan di tempat yang lebih baik di sisiNya.

Hujan gerimis, menyertai kepergian alumni Kimia F-MIPA Unand ini. Seakan menangisi kepergiannya. Tak hanya kami yang berduka. Keluarga, sanak famili, sahabat, relasi turut bersedih atas kehilangan pria bersahaja ini. Redaktur muda itu, meninggalkan sejuta kenangan dalam setiap langkahnya.

Raut wajah sedih terlihat dari pihak keluarga Anto (sapaan sehari-hari) saat tenaga medis yang melakukan pemeriksaan  terhadap putra asli Kenagarian Kapuah, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan itu, keluar ruangan dan memberitahukan kepada pihak keluarga, bahwasannya denyut nadi dan denyut jantung Anto tidak berfungsi lagi.

Ibu kandung Anto, Hartini (55) dan pihak keluarga lainnya yang datang dari kampung halamannya itu antara lain, Mak tuonya Eti, neneknya Srioseh, kakak perempuannya Sri, adik laki-lakinya Riko, adik sepupunya Rifki, teman dekatnya Eka dan Devi. Mereka hadir lengkap malam itu menemani hari-hari terakhir Anto di RS Islam Siti Rahmah Padang.

Pihak keluarga, memutuskan menyemayamkan jenazah almarhum di rumah duka, sebelum dikuburkan. Insya Allah, Jumat siang ini (16/10), usai Shalat Jumat, Anto akan dikebumikan di kampung halamannya.

Hentikan pemakaian obat
Sebelumnya, pagi kemarin, dokter yang menangani perawatan medis Anto, dr Az Rifki Sp An KIC memutuskan untuk menghentikan pemberian obat-obatan  yang digunakan untuk membantu denyut jantung, aliran darah terhadap tubuhnya.

Keputusan yang diambil Rifki ini, dikarenakan hingga hari kelima, perawatan medis Anto di ruangan ICU RS Islam Siti Rahmah, tidak mengalami perubahan dan kemajuan yang berarti. Rifki mengatakan, batang dan fungsi pada bagian otak Anto tetap tidak berfungsi. Selama ini, denyut jantung, aliran darah Anto dibantu oleh obat-obatan.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk merangsang pernapasan dan fungsi batang otak Anto. Namun tetap tidak menimbulkan reaksi. Selain itu, kadar garam (Natrium) yang terdapat pada darah Anto mencapai 165, sedangkan kadar Natrium darah manusia normal antara 130 hingga 135. Kita hanya bisa menunggu keajaiban,” kata Rifki.

Dikatakannya, jika penghentian obat-obatan tidak dilakukan, berarti sama saja dengan menunda-nunda kematian. Padahal, menurutnya, tugas dan tanggung jawab seorang dokter adalah berusaha memperpanjang kehidupan manusia.

Sementara itu, ibunya mengaku telah pasrah dan ikhlas menerima kenyataan paling buruk yang dialami Anto. “Kita sudah pasrah dan ikhlas menerima kenyataan terburuk sekalipun,” ungkap Hartini dengan pasrah.

Melepas kepergian
Setelah mendapat kabar duka kehilangan seorang teman, berbagai teman-teman seprofesinya sebagai seorang jurnalis, ramai berdatangan. Mereka adalah wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik. Mereka hadir di RS Islam Siti Rahmah untuk mengucapkan kata-kata perpisahan terakhir terhadap Anto.

Sebelumnya, selama lima hari, Anto mengalami masa-masa kritisnya. Dia mendapat berbagai dukungan moril, simpati datang dari berbagai pihak. Sejak Anto dirawat di RS M Jamil hingga dipindahkan ke RS Siti Rahmah, tak terhitung teman-teman yang mengunjunginya. Dari rekan seprofesi, hingga Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi.

Doa pun terus mengalir untuk pria yang doyan lamang tapai dan sipuluik ini. Tak terkecuali, melalui jejaring sosial facebook miliknya. Puluhan pesan di dinding facebook Anto memberi spirit, doa dan bertanya kondisi terkini Anto.

Sebagai bagian dari keluarga besar Jawa Pos (JPNN) dan Riau Pos Group (RPG), Anto mendapat dukungan moril dari Direktur/Penanggung Jawab Jawa Pos Nani Widjaya, keluarga besar Riau Pos Group H Rida K Liamsi (CEO), Makmur (PU Riau Pos), St Zaili (Divre RPG Padang), Marah Suryanto (Dirut POSMETRO/PU Padang Ekspres) dan Witztian Yoetri (PU POSMETRO).

Direktur Jawa Pos Group Nani Widjaya, yang hadir di Padang dalam rangka penyaluran bantuan terhadap korban gempa Kabupaten Padangpariaman, dan Kota Padang, saat mendengar Anto mendapat musibah kecelakaan di Jalan DR M Hatta, depan Toko Banio menjelang kampus Unand, langsung memfasilitasi penanganan medis terhadap Anto, Sabtu (10/10) lalu, saat dirawat di RS M Djamil Padang, hingga dirujuk ke RS Islam Siti Rahmah Padang.

Dukungan moril juga datang dari Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, Kepala Cabang Bank Indonesia (BI) Padang Romeo Rissal, Ketua PWI Sumbar Basril Basyar, keluarga besar direksi Bank Nagari Sumbar, yang diwakili Momon Bachtiar, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemko Padang Surya Budhi, dan anggota DPRD Kota Padang.

Selain itu, dukungan moril juga datang dari Komandan Lantamal II Laksamana Pertama Arnol Dt Batuduang Ameh, dua orang dokter dari RS DR Soetomo yang menangani Anto saat dirawat di RS M Djamil serta teman-teman Anto yang berasal dari keluarga besar Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) Padang, yang merupakan ruang kreatifitas Anto, selama kuliah di Unand.

Peristiwa naas yang akhirnya merenggut nyawa Anto itu bermula, ketika dia berangkat menjalankan tugasnya, sekitar pukul 10.30 WIB. Lelaki berkacamata ini, terlibat tabrakan dengan mobil tangki air minum milik Pangkalan Utama TNI Angkatan-II Padang.

Anto yang dibonceng Eka (27) teman satu kos yang juga teman masa kecilnya, mengendarai Honda Supra Fit, terbanting ke aspal. Kepalanya mengalami retak. Di beberapa bagian tubuhnya mengalami luka-luka yang serius. Anggota TNI AL yang mengemudikan truk, langsung melarikan Anto ke RS Asri Todo di Anduriang, sebelum akhirnya dirujuk ke RS M Djamil. Belum cukup sehari di M Djamil, malamnya Anto dilarikan ke RS Siti Rahmah.

Jenazah Anto, dilepas Wali Kota Padang Fauzi Bahar di RS Siti Rahmah. “Selamat jalan sahabat,” katanya terbata-bata.

Danlantamal Arnol juga menyampaikan duka mendalamnya. Termasuk seluruh jajaran RPG dan JPNN. “Kita kehilangan wartawan terbaik. Anto pergi meninggalkan karya emasnya di POSMETRO. Mudah-mudahan Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisiNya,” kata Rida K Liamsi.

Selamat jalan sahabat. Doa kami untukmu. (***)

5 Komentar

  1. Lady said,

    17 Oktober 2009 pada 10:16 am

    Dia memang orang baik, sangat baik,. Tak cukup air mata mengiringi kepergiannya.. Tapi Allah lebih tahu yang terbaik untuk nya..

  2. jodaih said,

    17 Oktober 2009 pada 2:26 pm

    innalillahi wa inalillahi rojiun.saya turut berduka.yang penting kita tabah.sesedih apapun kita harus tetap kuat.

  3. oktaveri said,

    9 Desember 2009 pada 1:24 pm

    Saya sangat mengenal sahabat Harfianto. Karena ketika hendak masuk Posmetro, saya yang langsung melakukan testing dan membina sejak awal. Dia anak yang baik, ramah, jujur, dan tak banyak bicara. Ia tipe orang yang tidak usil dengan orang lain. Kerjanya bagus. Tak banyak orang seperti dia. Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosanya. Tempatkanlah sahabat kami di tempat yang layak dan Engkau ridhoi. Amin

  4. renimaldini said,

    10 Desember 2009 pada 5:54 pm

    anto kalo makan nasi bungkuih di muko kantua acok minta samba talua dadar
    inyo suko pulo jo jus nan aneh2, jusi wortel lah, jus tomatlah..
    selamat jalan kawan…
    taragak.com nih

  5. vinnamelwanti said,

    4 Februari 2010 pada 5:16 pm

    Rindu ini makin dalam…Nto..

    Rasanya ingin mendengar sekali-sekali Anto berulah..
    Rasanya ingin sekali-sekali Anto memaki dan Marah..
    Rasanya ingin sekali melihat Anto Berkeluh kesah..

    Nto…Rindu ini makin dalam..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: