Penyelamatan Gempa ala Anggota DPRD Sumbar

Cctv-gempa-dprd-sumbarBersembunyi di Bawah Meja

TIGA orang terekam di CCTV, berlarian panik dari ruangan Bagian Keuangan DPRD Sumbar. Seorang di antaranya, ternyata anggota DPRD Sumbar Ir Djonimar Boer dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Mereka “baturu-turu” keluar dari ruangan itu. Panik, itu pasti. Tampak sejenak kehilangan akal, Djonimar justru menempuh langkah berbeda dengan dua orang lainnya yang merupakan staf sekretariat dewan. Dia kembali berbalik arah, dan segera menyembunyikan badannya di bawah meja.

Selama guncangan gempa berlangsung, di bawah meja ruangan yang berada di lantai dasar itu, Djonimar bertahan. Gempa makin kuat, suara semakin bergemuruh, material bangunan mulai berjatuhan, dia tak peduli.

“Di ruangan yang sama, sebenarnya ada Kabag Keuangan Hj Asmaneli dan staf juru bayar Yosi. Asmaneli bertahan di ruangan dengan memegang tiang bangunan. Sementara Yosi tak bisa saya pantau ketika itu,” ceritanya.

Penyelamatan diri ala Djonimar ini, memang sesuai dengan protap penyelamatan diri bila gempa datang yang sering disimulasikan oleh pihak berwenang. “Saya mengetahui cara penyelamatan itu, saat menonton siaran televisi yang menyiarkan evakuasi rakyat Jepang ketika dilanda gempa,” sebutnya.

Ketika gempa berguncang, Djonimar satu-satunya anggota dewan yang berada di Gedung DPRD Sumbar. Kebetulan, saat itu memang tidak ada agenda kedewanan. Dia berada di ruangan keuangan, begitu tiba dari Pariaman, untuk mengurus administrasi keberangkatan ke Jakarta bersama Pansus Tatib.

Begitu guncangan mereda, lelaki jangkung ini tidak serta merta langsung keluar dari gedung. Dia justru naik ke lantai teratas gedung, setelah memastikan bangunannya tidak roboh. Dari atap gedung dewan berlantai coran semen, dia “mengungsi”. Saat itu juga, staf-staf DPRD, petugas keamanan dan dua orang warga kota yang sebelumnya berada di luar gedung, turut naik ke tempat “pengungsian” Djonimar.

“Saya ke situ, untuk melihat ke arah laut, kalau-kalau tsunami itu datang. Di sana kami bertahan selama 30 menit lebih. Begitu tenggat waktu kemungkinan terjadinya tsunami telah habis, barulah kami turun,” ujarnya.

Gedung DPRD Sumbar yang berada di Jalan Khatib Sulaiman, memang tidak jauh dari garis pantai. Bila ditarik garis lurus, posisi gedung ini cuma berjarak 700 m dari laut.

Meski sukses menyelamatkan diri di gedung, Djonimar justru gagal menembus macet di jalanan. Ruas Jalan Hamka, saat itu macet total. Sehingga, dia tidak bisa mengetahui kondisi rumah dan keluarganya di Jondul Tabiang. Terlebih lagi, saat itu jaringan telekomunikasi putus. Jarak rumah yang biasanya ditempuh dalam waktu 10 menit kurang dari gedung DPRD, baru bisa dicapainya 1,5 jam kemudian.

Alhamdulillah, keluarga dan rumah saya tidak apa-apa. Cuma garasi saja yang rusak. Saya bersyukur sekali, ternyata bisa selamat dari bencana ini,” ucapnya. (max)

1 Komentar

  1. Agus Suhanto said,

    8 Oktober 2009 pada 7:01 am

    senang bertemu dengan rekan blogger di jagat raya blogsphere yang postingnya bagus-bagus kayak ini,
    Saya Agus Suhanto, salam kenal…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: