Penuturan Korban Selamat di Bimbel Gama

Monika-suciatiDivo Sang Pahlawan Gama

TOLONG…tolong..tolong… Monika Suciati merintih. Kaki kirinya tertimpa reruntuhan bangunan di tangga lantai II gedung bimbel Gama. Tiba-tiba sesosok pria yang wajahnya tak jelas –karena gelap dan pengapnya ruangan–, mengangkat material yang menghimpit kaki siswi bimbel tersebut. Dia belum bisa bernafas lega.

Perlahan-lahan, Uci –begitu panggilan sayangnya– mengenali pria yang telah menolongnya itu. Divo begitu dia punya panggilan. Uci tak tahu nama lengkapnya, dan tak pula tahu di SMP mana dia bersekolah. Yang dia ingat, Divo adalah teman selokalnya sebagai peserta les di Gama. Lokal III C.24, yang semuanya adalah pelajar SMP.

Usai menolong Uci, Divo menolong teman mereka yang berada tak jauh dari Uci. Ada Ulfa (siswi SMP 31) dan Zul Adika (siswa SMP 8). Mereka tak bisa bergerak leluasa. Karena, mereka kini berada di sela-sela reruntuhan yang berubah menjadi lorong-lorong sempit. Suasana pun gelap gulita. Debu hasil runtuhan material, makin membuat mereka sesak untuk bernafas. Terlebih bagi Uci. Dia menderita asma. Berkali-kali dia terbatuk.

Suasana benar-benar mencekam. Sebagai penerangan, Uci menyalakan HP Nokia 5300 miliknya untuk menembus kegelapan. Perlahan-lahan mereka merangkak menyusuri lorong sempit itu. Tak seberapa jauh, terdengar pula rintihan minta tolong. Dia mengenali Uci, tapi Uci tak bisa mengenali siapa gerangan perempuan tersebut.

“Uci tak bisa menolongnya. Uci takut pingsan, karena asma Uci mendadak kambuh akibat debu yang begitu pekat. Yang bisa Uci lakukan, cuma bisa minta maaf karena tak bisa menolongnya,” cerita siswi SMPN 8 kelas VIII H itu lirih.

Setahu Uci, Divo sempat juga menolong kawannya itu. Bahkan guru les Bahasa Indonesia-nya Suci Hidayati yang juga selamat dari himpitan reruntuhan, terlihat menolong. Sementara Uci terus merangkak dan kadang jalan jongkok untuk menembus ujung lorong. Akhirnya lorong itu berujung. Secercah cahaya yang tak begitu terang terlihat. Ternyata, itu pintu keluar lantai III yang terasnya difungsikan sebagai tempat jemuran kain.

Mereka berhasil keluar dari reruntuhan gedung Gama yang telah ambruk. Berjalan di atas puing-puingnya. Saat itu, sekilas Uci melihat beberapa anggota bimbel yang turut selamat. Di antaranya 4 orang murid SD, Ulfa (siswi SMP 31), Zul Adika (siswa SMP 8), Ima (siswi SMP 21), Yodi (siswa SMP Semen Padang), Miss Lily (guru les Bahasa Inggris) dan Suci Hidayati.

“Selama 10 menit kami harus menembus lorong itu. Dan alhamdulillah akhirnya selamat,” ucapnya berkaca-kaca mengenang detik-detik setelah gempa 7,9 SR yang menggoncang pada 30 September lalu, pukul 17.16 WIB.

Di tengah kecamuk kepanikan warga yang tumpah ruah di ruas Jalan Proklamasi tempat bimbel Gama itu pernah berdiri, Uci berpisah dengan Divo yang telah menyelamatkan nyawanya. Uci, bertiga dengan Ulfa dan Zul Adika, lantas berjalan kaki menuju arah timur kota. Mereka tak bermaksud menjauh dari pusat kota yang begitu dekat dari garis pantai ataupun mengungsi dari ancaman tsunami seperti yang dilakukan warga yang panik. Ketiganya hanya berencana untuk pulang ke rumah mereka yang memang berada di timur kota. Uci tinggal di Jalan Kampuang Tarandam II RT 02/II No 57, Ulfa di Filano dan Zul Adika ke Andaleh.

Baru menjelang maghrib ketiganya sampai di rumah masing-masing. Suasana masih mencekam. Di rumah, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Jasman Cipto (46) dan Asnita (38) ini bertemu dengan abangnya Eko Fadli (16) dan uncunya (paman paling kecil-red). Sementara mamanya, ketika gempa berada di Pasar Raya, belum terlihat batang hidungnya. Baru beberapa jam kemudian mamanya sampai di rumah. Pertemuan itu begitu haru. Sementara papanya, tengah bertugas di Batam.

Peristiwa gempa 30’s itu menjadi kenangan buruk yang selalu terpatri di ingatan Uci. Dia mengaku trauma. Setiap ada gempa susulan, jantungnya berdegup kencang. Tapi, dia tetap bersyukur bisa selamat dari tragedi yang telah meluluhlantakkan Kota Padang itu. Dan dia mengaku berterima kasih atas pertolongan Divo kepadanya, yang sampai sekarang belum lagi bertemu dengannya.

“Kalau ada informasi tentang Divo, tolong kontak Uci ke nomor 0751-890157. Termasuk kalau ada yang menemukan ransel Uci yang berisi sejumlah buku perpustakaan sekolah, uang Rp 80 ribu dan headset Nokia,” katanya, seraya melayangkan pandangan ke tumpukan tas peserta bimbel yang dievakuasi di Kantor POSMETRO. Sampai kini, dia belum menemukan tas itu. Sama halnya dia juga belum mendapat kabar tentang Divo. Divo sang pahlawan Gama. (max)

9 Komentar

  1. richocean said,

    6 Oktober 2009 pada 1:47 am

    luar biasa ….
    benar di manakah saat ini Divo malaikat pemyelamat itu?

    silahkan ke blog saya richocean Richocean tentang
    Pariaman Gempa Lagi Ba’da Isya Malam Ini

    atau blog saya lainnya
    Richmountain

    salam …

  2. IVORY said,

    6 Oktober 2009 pada 9:06 am

    SEMOGA SEMUA ORANG BISA NENGIKUTI JEJAK DIVO YANG TAK HANYA MENTINGIN KESELAMATAN PRIBADINYA……….
    AYO MAZYARAKAT MINAG………
    JAGA UKHUWAH.
    PERBANYAKLAH AMAL…..
    AMIN………..

  3. hermawanov said,

    6 Oktober 2009 pada 2:23 pm

    tragis…disinilah lokasi korban gempa yang paling memilukan, puluhan anak-anak menjadi korban…

    berapa orang da korban yang selamat dari reruntuhan Bimbel GAMA? semoga ada info lebih lanjut ttg si Divo ini, mirip kisah Koki Ambacang, yang sayangnya ditemukan meninggal, padahal kabarnya ybs kembali masuk ke dalam hotel untuk menolong teman2nya…

  4. ilham saibi said,

    7 Oktober 2009 pada 2:13 am

    tak semua orang mampu seperti divo. sebuah kisah yang patut dicontoh generasi sekarang.

    turut berduka cita sedalam dalamnya untuk masyarakat minang.

  5. imoe said,

    4 November 2009 pada 4:11 pm

    semoga divo selalu diberkahi allah

  6. z03l said,

    13 Januari 2010 pada 5:24 pm

    allah maha tahu…
    siapa divo???
    atau untuk siapa divo???

  7. uli ramly said,

    27 Maret 2010 pada 4:43 pm

    divo pantas kita tiru

  8. rio said,

    2 September 2010 pada 1:17 pm

    uci silahkan hubungi gama tentang ransel dan buku2 yg hilang…………..
    soalnya barang2 serupa masi blum di ambil pemiliknya (masih ad di gama d)
    silahkan cek!
    sapa tau punya uci masih ad

    • 8 April 2012 pada 4:28 pm

      kak rio,,maaf uci bru ngelihat koment kk yg udah begitu lama..
      sekarang masih ada gak barang” tsb??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: