Mengenal Tagana Lebih Dekat

TaganaTinggalkan Keluarga Saat Bencana

JARUM jam tepat menunjukkan pukul 18.10 WIB. Bumi bergoyang. Getarannya membikin panik warga Kota Padang yang ketika itu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1428 H. Keceriaan, berubah menjadi ketakutan dan kepanikan. Karena ada ancaman potensi tsunami dari gempa berkekuatan 7,9 SR (versi BMKG) dan 8,2 SR (versi USGS) itu.

Kepanikan juga sempat menghinggapi perasaan Tuminah (28). Dia yang tengah berada di Pasar Raya, bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Jati. Setelah memastikan tidak terjadi apa-apa terhadap keluarga dan rumahnya, perempuan itu tidak ikut-ikutan menyiapkan diri untuk menyelamatkan diri ke tempat ketinggian seperti kebanyakan orang lain.

Tuminah justru langsung menuju Kantor Gubernur Sumbar. Di situ Satkorlak PB (Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana) berada. Dia tak hendak mencari informasi, tapi melapor bahwa dirinya siap menjalankan tugas kemanusiaan. Beberapa saat dia harus standby di sana. Begitu tugas yang harus dikerjakannya sudah jelas, dia pulang sejenak.

Pulang ke rumah, anak kedua dari empat bersaudara pasangan Suparman (47) dan Iyem (45) ini bukan berleha-leha. Dia bersalin pakaian. Seragam PDL (pakaian dinas lapangan) warna khaki kini membalut tubuhnya. Ada sejumlah badge dan atribut melekat di baju itu. Di dada kiri, tertulis TAGANA.

Ya, Tuminah memang anggota Tagana. Taruna Siaga Bencana. Dia merupakan salah seorang angkatan I di awal pembentukan Tagana di Sumbar pada akhir Desember 2006. Keikutsertaannya di organisasi yang dicanangkan Dirjen Dayasos Departemen Sosial RI yang dideklarasikan di Lembang pada 2 Maret 2004 itu, murni atas keinginan pribadinya untuk turut terlibat di aksi kemanusiaan. Terutama dalam penanggulangan bencana yang kerap terjadi, kapan saja dan di mana saja.

Maka jangan heran, ketika dia pamit ke orang tuanya untuk kembali ke Satkorlak PB pada Rabu malam 12 September 2007 itu, tidak ada larangan sama sekali. Walau tetap ada kekhawatiran di hati orang tuanya, mereka sudah mahfum bahwa anaknya tengah melaksanakan tugasnya sebagai unsur pertama yang memberi pertolongan dan peduli penanggulangan bencana.

Hampir dua minggu lamanya Tuminah harus berada di lapangan. Dia tidak melulu di Kota Padang. Tapi juga singgah di kabupaten/kota lainnya yang mengalami kerusakan akibat gempa yang berulang keesokan harinya (13/09/07). “Saya sempat dikirim ke daerah untuk membantu korban gempa di sana. Kembali ke Padang, saya cuma sempat pulang sebentar. Setelah itu kembali bekerja,” ceritanya.

Sejak menjadi anggota Tagana, tak hanya sekali dua kali Tuminah harus meninggalkan rumah. Dia pernah terlibat aksi sosial penanggulangan banjir di Dharmasraya, Pariaman, Padang. Juga pernah saat longsor di Pincuran Tujuah, Malalak dan galodo di Pasie Laweh.

Berkutat sebagai tenaga penanggulangan bencana, Tuminah tidak canggung. Dia telah mendapat gemblengan dari instruktur-instruktur andal, ketika pertama kali ikut pelatihan Tagana. Sehingga dia menjadi personil terlatih yang memahami social service (pelayanan sosial), social protection (perlindungan sosial), social rehabilitation (rehabilitasi sosial).

Di mana Ada Bencana, Di Situ Ada Tagana

SELAMAT-- Irwan Basir memberi selamat kepada anggota Tagana yang baru menyelesaikan pelatihan yang digelar Dinsos Sumbar beberapa waktu laluFIGUR-figur seperti Tuminah, tidak seorang. Mereka terus dicetak tiap tahun oleh sebuah pelatihan terintegrasi yang dilaksanakan Depsos melalui Dinas Sosial di setiap provinsi. Khusus Sumbar, sejak 2006 hingga tahun ini tercatat 720 taruna yang telah dihasilkan. Itu belum lagi Tagana-Tagana yang dicetak kabupaten/kota.

“Dalam setahun, kita mengadakan pelatihan Tagana untuk dua angkatan. Tahun ini, telah dilaksanakan pada 13-17 Juli untuk angkatan I/2009 dan 27-31 Juli untuk angkatan II/2009 di Padang Basi,” kata Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Sumbar Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM.

Tuminah dan rekan-rekannya sesama Gegana, sama-sama mendapat pembelajaran seputar metode, teknik, strategi, kelengkapan dan akses penanggulangan bencana terkini. Metode itu, mulai dari focus group discussion, semi delphy, bench marking, parcipatory rural appraisal, technical of participation, hingga simulasi atau gladi lapangan. Mereka digembleng selama lima hari berturut-turut.

“Kami diajarkan teori search and rescue (SAR), vertical rescue, pengenalan dan praktek bongkar pasang DUMLAP (dapur umum lapangan) dan peralatan evakuasi, penggunaan alat komunikasi, PPGD (penanggulangan penderita gawat darurat), penggunaan perahu karet, dan banyak lagi yang berhubungan dengan penanggulangan bencana,” sebut Tuminah.

Tidak sembarangan orang pula memberikan materi kepada mereka. Mulai dari Dinas Kesehatan, Pol Airud Polda Sumbar, RAPI, Kesbangpol dan Linmas, Basarnas, hingga instruktur andal dari Dinsos Sumbar.

Irwan Basir mengungkap, dengan pelatihan serupa itu, terbentuklah Tagana sebagai satuan penanggulangan bencana di lingkungan masyarakat yang terlatih, selalu siaga dan mampu mendukung semua aspek penanggulangan bencana. “Ini menjadi wahana partisipasi, pemberdayaan, kemitraan generasi muda di bidang penanggulangan bencana,” ujarnya.

Tagana ini, kata dia, mempunyai beragam fungsi dan peran. Fungsi pencegahan, pengembangan atau pemberdayaan, rehabilitasi, perlindungan dan fungsi penunjang. Sedangkan peranan umum Tagana, mencakup informasi, partisipasi, pemberdayaan, fasilitasi, asistensi, mediasi, kemitraan, dan mobilisasi. “Sementara peranan Tagana dalam siklus penanggulangan bencana, melingkupi kesiapsiagaan, pencegahan, mitigasi, peringatan dini, tanggap darurat, restorasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” paparnya.

Begitu banyak Tagana-Tagana baru yang terus dicetak, bagaimana menghimpun mereka saat terjadinya bencana? Jangan bingung, prosedur tetapnya (Protap) telah ada. Seperti diutarakan Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Dinsos Sumbar Amril Ali dan Peren, staf Dinsos yang menjadi penanggung jawab para Tagana ini, seluruh taruna itu tersebar di setiap kabupaten/kota. Di tiap daerah, ada koordinator yang bertugas mengkoordinir rekan-rekannya.

“Mereka berkoordinasi dengan Dinsos daerah setempat. Database mereka ada di Pemkab/Pemko dan Pemprov. Begitu terjadi bencana, para Tagana ini sudah tanggap dan tahu Protap apa yang akan mereka lalui untuk terjun di kawasan bencana,” ujar Peren.

Seperti apa yang dilakukan Tuminah saat gempa 12 September 2007 silam. Dia langsung menuju Satkorlak PB Sumbar guna mendarmabaktikan ilmu, pengetahuan dan tenaganya untuk terlibat menanggulangi bencana. Walau nyawa sebagai taruhannya, Tuminah dan Tagana lain, ternyata tak dibayar apa-apa. Kecuali sebatas ‘tali hati’ Rp 50 ribu/bulan yang pencairan dananya entah kapan, karena tidak terjadwal.

“Kalau ada, ya diterima. Kalau tidak, ya tak apa-apa. Toh kami mengabdi bukan untuk mencari pamrih,” tuturnya.

Begitulah. Bila kita menemukan anak-anak muda berusia 18-40 tahun berseragam Tagana tatkala bencana terjadi, percayakan sajalah bahwa mereka mampu. Dan tak ada salahnya kita mengucap sekadar terima kasih atas bakti tanpa pamrih yang mereka lakukan. Bisikkan kata kepada mereka, “Indonesia butuh orang-orang seperti Anda!” (max)

26 Komentar

  1. Sudjadi Mudjiono said,

    3 September 2009 pada 8:50 am

    Saya sebagai orang tua sangat bangga dengan TAGANA yang beranggota para kawula muda yang senantiasa siaga dalam penanggulangan bencana dimanapun berada dan kapanpun tanpa pamrih, kami orang tua senantiasa memerlukan bantuan dan pertolonganmu para taruna bangsa.
    Selamat berjuang.

  2. yudhistyra jamil said,

    22 September 2009 pada 7:10 pm

    mau nanya gmna daftar menjadi anggota TAGANA???

  3. martin said,

    3 Oktober 2009 pada 10:40 pm

    ass. saya tagana provinsi banten.
    kenapa tagana depsos tidak dipatenkan menjadi pegawai departemen sosial apa karena kami relawan. pedahal tidak sedikit kegiatan tagana yang mengharumkan depsos. seperti halnya pembentukan BNPB. atau satuan tugas yang lainya dengan legalitas kedinasanya lebih jelas. atau seperti anggota basarnas

  4. fajar ramadhan said,

    12 Oktober 2009 pada 12:28 am

    bagaimana mendaftar menjadi anggota tagana ?

  5. SUPRIHNO said,

    8 Desember 2009 pada 10:20 pm

    saya sangat bangga sbg anggota tagana,dan siap selalu dlm tugas kemanusiaan(bukan berarti mengharapkan datangnya bencana)hidup TAGANA indonesia.

  6. agus said,

    17 Desember 2009 pada 1:57 pm

    gmn caranya bisa gabung di tim TAGANA

  7. malik said,

    6 Januari 2010 pada 9:48 pm

    aq anggota tagana kab. enrekang sulawesi selatan tapi aq sangat ingin ikut tagana tingkat profinsi yang aq tanyakan gimana caranya bisa ikut tagana profinsi

  8. Irma lutfy said,

    25 Januari 2010 pada 11:12 am

    Hai.. Bantu saya untuk tahu lebih banyak lagi. Yg punya AD ART Tagana Indonesia kirim via emai ke irmasp99@yahoo.com.

  9. Rahmat alfan tagana said,

    10 Mei 2010 pada 9:21 pm

    Saya,,,bangga menjadi anggota tagana,,,,siap membantu,,,dalam segala,,,hal,,,,

  10. YONI EFRIZAL BATIPUH said,

    14 Mei 2010 pada 7:57 pm

    DALAM GELAP NYA MALAM ,,,,,,,,, DERAS NYA HUJAN DAN KUAT NYA BADAI KAMI SIAP MENGABDI ,,,,,

  11. 8 Juni 2010 pada 4:02 pm

    salam Tagana,
    salam hangat… tetap berlatih dan siap siaga…

  12. ronal11 said,

    11 Juni 2010 pada 2:23 pm

    bagaimana caranya jadi tim tagana

  13. Aspin Dodi said,

    29 Agustus 2010 pada 11:27 am

    Be a first be a better
    BRAVO to TAGANA. . .

  14. eko irawan said,

    12 November 2010 pada 1:15 pm

    tagana pahlawan kemanusiaan……..maju terus tagana …….

  15. ipay said,

    15 November 2010 pada 9:08 pm

    kapan nih ada pendidikan tagana khusus di kota tangerang.?

  16. Ary Kristianto said,

    28 September 2011 pada 6:04 pm

    Siapa kita…..????

    Saya dari Tagana Kabupaten Kepahiang Profinsi Bengkulu mau bertanya apakah ada aturan-aturan resmi yang mengatus keselamatan jiwa anggota TAGANA pada saat menjalankan tugas kemanusiaan???

    Jika memang tidak ada, jadi siapa yang menjamin keselamatan anggota seorang TAGANA disaat menjalankan tugas???

  17. bembeng said,

    1 Januari 2012 pada 10:44 pm

    g mana kalauu mau bergabung di tagana

  18. Aji Batara Guru said,

    5 Januari 2012 pada 6:35 pm

    Bagaimana cara bergabung di Tagana?mohon informasi yang lengkap,sebab saya ingin sekali bergabung menjadi Relawa Tagana.

  19. putra yogya said,

    7 Februari 2012 pada 5:20 pm

    mungkin kalo untuk pendaftaran anggota tagana tingkat nasional itu sudah tdk ada mas,kecuali provinsi provinsi yang masih sangat sedikit anggotanya,,karna dana apbn sudah tdk ada untuk perekrutan anggota bau,,jadi sekarang tergantung kebijakan dari dinsos prov setempat dan mengandalkan dana APBD..kecuali jika mas mas sekalian ingin masuk tagana dari unsur lain selain kementrian sosial,mungkin peluangnya masih banyak

  20. agung tyo said,

    20 April 2012 pada 9:45 am

    TAGANA berjuanglah terus tanpa pamrih dan rasa ihklas untuk kemanusian khususnya bangsa indonesia….semoga Allah senantiasa bersama anda….amin…3x

  21. fajar said,

    1 Oktober 2012 pada 7:55 pm

    apa syarat-syarat menjadi anggota tagana?

  22. ajisrianto said,

    6 Desember 2012 pada 12:16 am

    saya sangat bangga menjadi anggota tagana .

  23. omtege said,

    18 April 2013 pada 5:30 pm

    Kami adalah komunitas relawan kebencanaan yang berada di wilayah Desa Tamanagung,Kecamatan Muntilan kab.Magelang.yang ingin kami tanyakan bagaimana menjalin hubungan dengan dinas sosial atau kementerian yang menangani masalah kebencanaan? Adakah syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi ?

  24. omtege said,

    18 April 2013 pada 5:36 pm

    tolong kirim penjelasannya via Email ke :lpbtamanagung@yahoo.com atau ke blog kami di tegelinang .wordpress.com.terima kasih

  25. eryk said,

    19 Agustus 2013 pada 9:21 pm

    iya bagaimana jadi anggota tagana,,

  26. Max said,

    20 Agustus 2013 pada 12:22 pm

    to: all… yg nanya bgmn jadi anggota tagana, silahkan hubungi dinas sosial setempat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: