Sandiwara Semak Belukar

BungoJanda Lari Tanpa Celana Dalam

HALIMAH lari terbirit-birit. Saking takutnya ditangkap massa, dia lupa memasang celana dalamnya. Sebagian auratnya masih bisa terselamatkan, karena pakaiannya masih melekat di badan.

Janda itu harus melakukan aksi kabur, karena digerebek massa ketika berasyik-masyuk dengan suami orang di semak belukar. Hari itu, Minggu (17/5), Halimah yang ditaksir berusia 41 tahun tersebut, menunaikan janji bertemu dengan Syaukani (49). Jarum jam hampir menunjukkan pukul 9 malam. Mengendarai Yamaha Mio BA 4143 PL, mereka pergi dolan. Tapi yang dituju bukan tempat wisata.

Di semak belukar di tepian jalan Kampuang Surau, Pulau Punjuang, Mio dihentikan. Motor diparkir, mereka pun mencari “tempat parkir” yang pas buat badan mereka berdua. Merasa sreg dengan lokasi yang dipilih, mereka lantas bakalintin-pintin di sana. Menikmati surga dunia. Melepas hawa nafsu yang sudah memuncak di ubun-ubun. Gelap dan dingin malam, menjadi saksi bersama semak yang merimbun.

Tapi mereka tak tahu. Ada sejumlah mata yang turut menjadi penonton dalam setiap adegan yang mereka mainkan. Begitu “Sandiwara Semak Belukar” ini dituntaskan, mereka langsung disergap. Keduanya gelagapan.

Berbeda dengan Syaukani, otak Halimah ternyata masih jalan. Secepat kilat dia lari meninggalkan kerumunan massa. Dia menghilang dalam belantara. Hingga kini, warga Lubuak Jambi, Kecamatan Kuantan Singingi, Riau tersebut tak juga ditemukan keberadaannya.

Dia benar-benar tak peduli. Yang penting bisa lari dan terus berlari. Tinggallah celana dalam beserta celana panjang jenis legging dan sandalnya bersama Syaukani yang langsung diamankan warga. Si lelaki beristri itu dan barang bukti diserahkan ke Polsek Pulau Punjuang.

“Karena istri pelaku tidak menuntut perbuatan suaminya, pelaku telah kita lepaskan. Namun sebelum itu, pihak keluarganya sudah membuat surat pernyataan,” kata Kapolres Dharmasraya melalui Kapolsek Pulau Punjuang Iptu Eliswantri. (max/tib)

10 Komentar

  1. wahyu am said,

    22 Mei 2009 pada 10:40 am

    Wkwkwk. Lari terbirit2 dgrebek warga.

  2. Dian H said,

    22 Mei 2009 pada 1:44 pm

    Hehehehe…tidak terbayang bagaimana si halimah lari tanpa celana ke dalam hutan lagi. Siapa berbuat dialah yang menuai hasilnya :)

  3. rian said,

    22 Mei 2009 pada 4:33 pm

    bikin malu aja si halimah…

  4. hendri said,

    22 Mei 2009 pada 11:02 pm

    ada photo?? huahua

  5. CLO said,

    25 Mei 2009 pada 2:20 pm

    kalau hukum islam tegak, dirajam nih…

  6. bang FIKO said,

    26 Mei 2009 pada 9:54 pm

    Wahhh Halimah… Halimah… Bukan Halimah yang di Jakarta tuh kan?

  7. edwards said,

    27 Mei 2009 pada 4:24 pm

    Wkwkwkwkwkwk …
    Tarzan cewek :D

  8. imoe said,

    1 Juni 2009 pada 6:57 pm

    iyo iyo iyo ado poto atau video nyo ndak hahaha dasar..kalo main sandiwara di taman budaya, ndak di samak-samak dohhh

  9. morishige said,

    5 Juni 2009 pada 9:33 pm

    trus halimahnya ketangkep gak, bang?

  10. metri said,

    15 Juni 2009 pada 3:52 pm

    parah tu org…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: