Wanita Kesayangan Antasari di Padang

Juliar-antasari2Namanya Juliar. Tak ada hubungannya dengan Rani Juliani, walau sama-sama “berbau” bulan Juli. Mereka berdua, menjadi dua sosok berbeda dalam hidup Antasari Azhar, yang kini jadi pesakitan kasus dugaan pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen.

Bila Rani menjadi figur yang mengantarkan Antasari ke gerbang hukum, Juliar jelas berbeda. Ada sepenggal hati Antasari tertambat di diri Juliar.

Umurnya sudah 74 tahun. Sama halnya dengan Rani, Antasari bertemu Juliar juga di lapangan golf. Bedanya, Rani menjadi caddy di Padang Golf Modernland Tangerang, sementara Juliar menjadi tukang sapu di Lapangan Golf Puri Garden Ulu Gaduik, Padang.

Juliar-antasari1Di lapangan itulah kali pertama, pada akhir 2004 –ketika Antasari menjabat Kajati Sumbar–, dua hati saling terpaut. Antasari kaget begitu melihat wajah, perawakan dan putihnya rambut Juliar. Sangat mirip sekali dengan mendiang ibunya.

Tanpa ragu Antasari mengelus punggungnya, memeluknya, layaknya seorang anak bertemu dengan ibunya. Mulai dari situlah Juliar resmi menjadi ibu angkat Antasari. Kebutuhan hidup Juliar yang sudah lama ditinggal mati suaminya, dipenuhi Antasari. Termasuk mengontrakkan rumah sederhana buat tempat berlindung Juliar yang sebelumnya tinggal di rumah bedeng di sekitar lapangan golf.

Di RT 04/RW 06 Ulu Gaduik, Kelurahan Ulu Gaduik, Kecamatan Lubuak Kilangan, Juliar kini menjalani hari tuanya. Sendirian. Di rumah sederhana yang sebagian atapnya sudah banyak yang bocor di sana-sini. Sesekali, memang ada adiknya yang datang, atau sanak famili yang tinggal berjauhan darinya.

Di rumah bercat orange kemerahan yang dikelilingi kolam ikan itu, keseharian hidup dijalani Juliar. Ada “sedikit” kedamaian. Tak jauh dari situ, sekitar 50 meter ada Mushalla Al Muhajirin yang memudahkan Juliar untuk beribadah kepada Rabb-nya.

Di balik kedamaian itu, tetap ada rusuh mengusik hati Juliar. Empat tahun tinggal di sana, Antasari sudah membayar lunas kontrakannya untuk tiga tahun sekaligus. Sisanya yang setahun lagi, belum jelas siapa yang akan membayarkannya. Besarnya Rp 1 juta/tahun. Tentu dia tetap berharap kepada si anak angkat.

“Kalau bertemu Pak Jaksa Tinggi (begitu dia menyebut Antasari), tolong sampaikan soal kontrakkan ini,” pesannya.

Juliar-antasariJuliar tidak pernah tahu, kalau kasus Antasari kini menjadi topik paling hangat di negeri ini. Dan tidak pernah tahu, si anak yang baik hati itu telah menjalani hari-hari di balik terali. Cuma, dia mengaku heran, wajah Antasari wara-wiri di tivi dikerumuni orang-orang.

“Antasari ditahan,” kata seorang wartawan yang menemui Juliar. Dia langsung tersedu-sedan. Menangis, tak percaya. Kondisi mentalnya yang mungkin tak kuat menerima kenyataan pahit itu, memaksa si wartawan berdusta. “Pak Jaksa Tinggi sedang top, makanya dikerumuni banyak orang,” menjadi jawaban penenang bathin Juliar.

Dia tersenyum. Sumringah. Bangga punya anak angkat yang terkenal, masuk tivi setiap hari… (max)

 

16 Komentar

  1. avartara said,

    8 Mei 2009 pada 2:15 pm

    Mantap da max,… satu sisi dari perjalanan hidup Pak Antashari,… semoga kebenaran tetaplah benar adanya,…

    max-> semoga…tapi kalo indak benar, ka baa juo lai, hehe

  2. renimaldini said,

    8 Mei 2009 pada 3:02 pm

    huu.. huuu… kok carito yang diblog iko mambuek hati awak jadi sedih…(beda dengan yang dikoran, tertipu awak de e) ibonyo nenek tu lai…

    tapi itu lah ada sisi lain dari seorang antasari azhar…
    Si nenek, pasti heran ngeliat anak angkatnya tiap hari muncul di tv.. Tp kira-kira siapa yang bakal kontrakan si nenek…

    max-> tentu saja berbeda Ren.. yang nulis kan beda juga..hehe

  3. unai said,

    8 Mei 2009 pada 6:54 pm

    ahhh no wonder uda bisa kenal dengan perempuan lain pak Antasari…so touchy da.

    max-> yg penting dont worry be API aja Nai

  4. bang fiko said,

    8 Mei 2009 pada 7:03 pm

    Sisi lain Antashari Azhar… Kenapa yang ini tidak diekspos media ya? Nice post bro.. merinding bacanya. Salam buat Ibu Angkatnya.

    max-> di koran kito diekspos kok Kry...

  5. bang fiko said,

    8 Mei 2009 pada 7:05 pm

    Ijin ngelink tulisan ini dari blogku ya, bro…

    max-> laporan diterima, silahkan laksanakan

  6. 8 Mei 2009 pada 7:27 pm

    […] dan aku menemukan sebuah kisah menarik tentang wanita lain dalam kehidupan Antashari Azhar. Dan tulisan ini membuat aku jadi semakin ragu bahwa Antashari Azhar sebodoh itu melakukan seperti apa yang […]

  7. sibaho way said,

    9 Mei 2009 pada 10:13 am

    semoga yang benar terlihat benar dan yang salah bisa terbuka hatinya :)

    max-> aminnnn

  8. dedet said,

    9 Mei 2009 pada 8:36 pm

    Kayaknya AA paling suka nolongin cewek yang ada
    namanya JULI ,,,,,,,,,,, heeeeee

    max-> berarti setelah ini dia bakal memburu julietnya si romeo ya Det?

  9. rvsdi said,

    10 Mei 2009 pada 11:02 am

    tulisan pak max ini membuat saya menitikkan air mata.. hiks

    max-> (doh) lai ado tisu kan Pak?

  10. Dian H said,

    10 Mei 2009 pada 11:28 pm

    Menarik bang max…sisi lain dari Antasari azhar.

    max-> semoga bermanfaat Yan

  11. suwung said,

    12 Mei 2009 pada 2:00 pm

    doakan antasari atas musibah yang menimpa ya buuuu juliar

    max-> pasti didoakannya… kan anak angkatnya…

  12. wieda said,

    14 Mei 2009 pada 9:06 pm

    wow..ini membuat mata saya ber kaca2…..semoga pak Antasari “tidak” seperti yg dituduhkan

  13. imoe said,

    21 Mei 2009 pada 6:38 pm

    waduhhh saya sedihhh baca yang iniii

  14. ida said,

    11 November 2009 pada 12:02 pm

    smoga kebenaran akan segera terungkap…dan antasari bebas

  15. mad said,

    11 Februari 2013 pada 6:17 am

    Bala boleh datang dg sebab 1..durhaka dg tuhan 2,,,memusuhi orang Tuhan atau wali Alllah 3..durhaka dg orang tua 4…menzalimi manusia..ampunkan kami Tuhan…moga kami senantiasa periksa diri..081322257531

  16. mad said,

    11 Februari 2013 pada 6:19 am

    ..Maaf perminsi…iklan buku..”Jihad atau perjuangan dalam Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Saw yaitu jihad yang INDAH, SELAMAT, dan MENYELAMATKAN yang hasilnya adalah terbentuknya masyarakat yang maju aman damai dan harmoni serta berkasih sayang”. Buku Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi..Jihad bukan membunuh tapi membangun peradaban..penagantar jendral (TNI) Susilo Bambang yudhoyono,MA. Penyusun: DR Ing Abdurrahman R Effendi. 120hlm.hvs. Harga Rp.30000. Hub 0818717642.
    ———————


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: