Panianggg.., Den!!!

PaniangDI antara tebaran alat peraga dan janji-janji Caleg, mungkin judul di atas kerap meluncur dari mulut rakyat, termasuk si Caleg.

Bagaimana takkan pening tujuh keliling, di mana mata mengerling di situ pasti sudah ada gambar Caleg dengan senyum tersungging. Di mana banyak warga, di sana pasti ada bendera.

Semua berlomba-lomba pamer wajah, dari yang berkulit putih sampai keling, dari yang masih fresh sampai yang sudah kering. Bahkan ada yang kelewat maksa dengan wajah hasil clonning, demi menghapus jejak jerawat yang sudah mengering dan mengaburkan gigi yang menguning.

Panianggg.., Den!!!” Begitu banyak wajah bertebaran, dari yang politikus kacangan, sampai tikus benaran. Ke nama siapa pula pilihan dicontrengkan?

Panianggg.., Den!!!” Si Caleg pun menepukkan tangan ke jidat, karena saku-saku sudah mulai sekarat. Kampanye kali ini sungguh berat. Kurang bersosialisasi pasti “lewat”. Bisa-bisa nanti masuk RSJ untuk dirawat. Atau yang paling gawat, cari jembatan untuk melompat, kalau tak sekarat, yaa… wafat!

Panianggg.., Den!!!” Yang duduk di nomor urut jadi pun mengumpat. Capek-capek nyetor duit ke partai demi mendapat tempat, malah sistem nomor urut dibabat. Mau bilang “kaciaann deh lu” ke yang punya nomor sepatu, takut kualat. Karena bisa-bisa malah dia yang jadi wakil rakyat.

Asli paniaaaanggg.., Den!!! Untung deh tulisan saya ini belum kelewat tenggat. Kalau gak.., bisa-bisa saya kena pecat.” (max) 

14 Komentar

  1. Mayasari said,

    3 Maret 2009 pada 8:37 am

    untung tulisan ini ndak panjaaaaaaaaannnnggggggggg

  2. avartara said,

    3 Maret 2009 pada 8:38 am

    Itulah dunia yang udah mulai sekarat,… semua cara dianggap mufakat,….. rakyat semakin melarat,… janji2 siap mendarat,….. selamat datang di Indonesia yang semakin tak beradat,….

  3. renimaldini said,

    3 Maret 2009 pada 9:13 am

    ondeh mandeh, iyo bana paniaaaaaaaaaaaaaaaaaang den!!!!!!!!!!!!!! Ampun DJ>>>>>>>>>>>>>

  4. okinawa said,

    3 Maret 2009 pada 12:33 pm

    wew…foto di atas itu caleg jg ya? :p paniang den caliaknyo…pizzzz uda (LOL)

  5. taufikasmara said,

    3 Maret 2009 pada 2:46 pm

    @ okinawa: Iya nih… liat foto si Max koq sepertinya nomongin orang narsis tapi malah dia yang narsis. Wakakakakaka…kabuuuurrrr..

  6. unai said,

    6 Maret 2009 pada 10:47 am

    paniang den! lihat baliho dan poster sudah kaya sarden. berjejer di jalan kaya yang sudah punya paten. mending bisa dengerin komen, dari mulut2 yang gak pernah disikat dengan pepsoden :D.

  7. 11 Maret 2009 pada 11:08 pm

    Tp tolong dihargai usaha caleg2 yg bersaing.. :P yg ujung2nya duit hehehe

  8. ewi said,

    13 Maret 2009 pada 10:11 am

    jan paniang bana,,ketok selah

  9. 18 Maret 2009 pada 9:40 am

    Oalah … yo yo mambuek paniang, tapi jaan amua … paniang …

  10. Devi Isman said,

    26 Maret 2009 pada 8:17 am

    Hihihi..

  11. 2 April 2009 pada 8:55 am

    Lao bana paniangnyo Max

  12. taufikasmara said,

    2 April 2009 pada 3:41 pm

    Gini nih kalo sibuk Nge-Plurk…

  13. alfi said,

    18 April 2009 pada 2:37 pm

    intinya paniang den….

  14. 30 Mei 2011 pada 3:35 am

    I found a movie connected to this topic a long time ago. Now we mistakenly discovered your own article, and yes it entirely point out us ever again. Are there a thought exactly how had been it named? With Sophie Lareun i guess. I most certainly will make sure to google this at this moment, yet well, great blog post, i like that point of perspective of you. I’m going to book mark your blog post, and possibly investigate it deeply later on, have to head over to job at this moment.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: