Takanai Sakali Lai (Takanai Banyak Part IV)

Bunga2YUANG Zoro benar-benar apes. Sejak menjadi duda, dia benar-benar tidak bisa lagi menyalurkan arus bawahnya. Mau “jajan”, duit tak ada. Karena dia kini berstatus pengangguran kelas berat.

Lantaran syahwatnya masih on 100%, satu-satunya jalan untuk memenuhi desakan biologisnya adalah “berswalayan ria”. Syukurnya dia masih masuk dalam kriteria lelaki yang urusan seksualnya berkategori “pandangan hidup” dan “pegangan hidup”. Belum masuk kategori “perjuangan hidup” yang umumnya disandang manusia lanjut usia.

Cukup dengan mengintip, bagi Yuang Zoro itu sudah lebih dari cukup. “Bikin hidup lebih hidup,” gumamnya. Dengan kebiasaan barunya itu, sudah lumayan banyak juga wanita menjadi korbannya. Umumnya para tetangga yang biasanya mandi di lokasi MCK bersama yang serba sederhana.

Di pagi yang masih terang-terang laras, Yuang sudah standby di lokasi pengintaiannya, sebuah pohon rindang dan rimbun. Di pagi itu, seperti pagi-pagi biasanya, dia sudah tahu siapa saja yang akan setor tayangan seksi yang bisa dilihatnya dari atas pohon. Walau cuma sebatas dada ke atas, itu sudah lumayan bagi pria ini.

Semua tetangga wanitanya, sudah pernah menjadi objek intipannya, kecuali Jamilah, anak kuliahan yang kost di daerah itu. Jamilah selalu lepas dari intipan, karena jadwal mandinya kadang kelewat pagi saat Yuang masih dibuai mimpi, kadang siang hari saat Yuang sudah keliaran ke sana kemari bekerja serabutan.

Maka demi Jamilah, pagi itu dia sudah mangkal di markas pengintaiannya tersebut. Dia tak peduli, dahan yang dijadikannya sebagai dudukan masih basah bekas siraman hujan tadi malam. Sama tak pedulinya terhadap tatapan curiga Ujang Kenek yang melihat dirinya sepintas memanjat pohon yang sebenarnya tak pernah berbuah itu. Yang penting bagi Yuang Zoro, show must go on; Jamilah in action tak boleh dilewatkan.

Bermenit-menit menanti, Jamilah tak kunjung juga nampak mandi di MCK itu. Padahal sudah silih berganti wanita yang dipelototi Yuang dari ketinggian. Sementara matahari mulai meninggi, Yuang pun frustasi. Dia pun buru-buru turun. Niatnya ingin singgah sebentar ke kost Jamilah guna mencari tahu apakah si gadis masih terlelap. Ternyata, Jamilah sudah dua hari ini tidak lagi tinggal di rumah itu. Karena dia sudah pindah kost ke tempat lain. Oalahh…, Yuang pun tertunduk lesu. Akhirnya dia cuma bisa gigit jari, karena gagal mengintip wanita idamannya itu. (max)

* capee deehh, stop di sini dulu ahhh seri takanai banyak ini. Kalau ada ide baru, mungkin lanjut lagi

4 Komentar

  1. dmoon.co.cc said,

    27 Februari 2009 pada 11:34 pm

    Salam kenal da ..

    blogger baru mintak di tunjuak ajari…
    buliah ???

  2. rian said,

    16 April 2009 pada 12:07 pm

    ibo ee si buyuang tu lai.. :razz:

    menunggu seri berikutnya.. :mrgreen:

  3. unai said,

    23 April 2009 pada 10:42 pm

    aduhh lama gak bertandang ke blog ini, banyak yang baru. tapi gak pada ngerti euy..roaming.takanai takanai juwoooo

  4. jerzz said,

    19 Juli 2009 pada 1:11 pm

    visit my blog
    http://jerzz.wordpress.com/
    ingin tukeran link mohon konfirmasi di blog saya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: