Takanai Bana (Takanai Banyak Part II)

Bunga1LAURA uring-uringan. Sejak ditipu mentah-mentah Yuang Zoro yang ternyata telah baranak-bini, hidupnya serasa sepi. Tapi bukan Laura namanya, bila dia tidak mampu melakukan perlawanan terhadap penistaan terang-terangan yang telah dilakukan pria yang menjadi suaminya selama dua bulan lewat sekian hari itu.

Darah dibayar dengan darah, nyawa dibayar dengan nyawa. Begitu prinsip Laura. Bila dia telah didustai bulat-bulat serupa itu, maka dia pun berbulat tekad menghancurkan Yuang Zoro hidup-hidup. Caranya? Gampang, tapi memang tidak segampang membalikkan telapak tangan.

Karena Yuang Zoro telah menghancurkan masa depannya dan meninggalkan cap janda pada dirinya dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya itu, maka Laura pun ingin menghancurkan masa depan mantan sparring partner-nya di ranjang penganten tersebut.

Mendapat advice entah dari mana –yang jelas bukan dari dedemit, jin dan sebangsanya–, Laura menulis surat ke atasan langsung Yuang Zoro yang notabene juga atasannya. Laura yakin, riwayat karir Yuang Zoro bakal tamat, karena dia telah melakukan tindak amoral “babini duo” yang menjadi larangan tegas bagi seluruh pegawai di kantornya.

Kok Laura pede sekali menyebut Yuang Zoro “babini duo“? “Ya iyalah, masak ya iya dong… Kan sampai kini kami belum pernah bercerai. Walaupun secara sepihak saya tidak mau lagi bersatu padu dan bersatu tubuh dengannya. Yang jelas tidak ada hitam di atas putih maupun ketokan palu Pak Hakim Pengadilan Agama yang mengesahkan perceraian kami,” katanya beralasan kepada siapa saja yang menanyakan lanjutan kisah duka laranya.

Maka melayanglah amplop kuning seukuran kertas kuarto ke meja big boss-nya. Isinya, fotocopy surat nikah, surat pernyataan, dan tentu saja otobiografi versi Laura bagaimana dia menjalin cinta berujung sengsara dengan Yuang Zoro. Di tunggu sehari, dua hari, sampai seminggu, belum ada tanda-tanda dari si boss untuk bertindak.

Ternyata selidik punya selidik, surat itu tak pernah sampai ke tangan si boss. Karena sudah terlebih dahulu diselamatkan office boy yang mendapat perintah lisan dari Yuang Zoro.

Tapi Laura pun tak kehilangan akal. Arsip fotokopian seluruh isi surat yang telah dikirimkannya ke si boss, dikirimkan pula ke media. Bak gayung bersambut, kasus Laura versus Yuang Zoro merebak. Dia menjadi seleb dadakan di halaman Buah Bibir setiap koran. Dalam sekejap, siapa pun langsung tahu kasus yang menimpa Laura, termasuk si boss yang ternyata doyan berita gosip murahan ala infotainment itu.

Tak butuh waktu lama, karir Yuang Zoro langsung distop. Kini dia merana ulah cinta setengah matinya, yang ternyata beneran setengah-setengah kepada Laura. Bila sebelumnya Laura takanai banyak, kini Yuang Zoro seketek banyaknyo takanai bana. (max)

* Cerita ini masih bagian dari mengarang indah dan kelanjutan cerita yang pertama. Kesamaan nama, tokoh, dan jalan cerita memangnya disengaja? Salah sendiri, kenapa punya pengalaman kek gini, hehehe… just kidding prendsss :P

4 Komentar

  1. Takodok! said,

    14 Februari 2009 pada 6:53 am

    Wew wew, seru cem sinetron saja
    Eh ini tamat ya?

  2. 16 Februari 2009 pada 10:43 am

    hahaha… keren caritonyo…

  3. Catra? said,

    16 Februari 2009 pada 12:12 pm

    takanai? :mrgreen:

  4. ryshafa said,

    19 Februari 2009 pada 11:52 am

    maksih da, dah mampir, kapan nieh acara palanta lg?ndak mau ketinggalan nieh :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: