Takanai Banyak

BungaCINTA kadang menjebak. Makanya jangan percaya kalau cinta itu indah. Kalau masih tetap percaya, itu namanya korban cinta buta. Inilah yang dialami Laura (nama asal comot). Gara-gara petatah-petitih bahwa hidup tak pernah sempurna, dia mau saja menerima sodoran cinta dari Yuang Zoro (sembarang nama).

Percayalah…, peristiwa ini benar-benar terjadi. Hanya waktu dan tempat saja disembunyikan, termasuk nama yang sembarang cokok, biar jalan cerita menjadi asyik. Bagaimana tidak asyik.., mulanya si Laura tak sekedip pun mau memandang Yuang Zoro yang tak berkedip-kedip memelototinya. Teman sekantornya itu –cuma beda bagian dan beda atasan–, selalu memandang nakal ke dirinya. Tak cukup itu, ada saja cara Yuang Zoro untuk mendekatinya. Toh benar kata orang, 1001 alasan bisa dicari karena memang tidak satu jalan ke Roma.

Kegesitan, kegigihan, ditambah sedikit kegenitan, Yuang Zoro akhirnya membuat lintuah hati Laura. Padahal Laura sudah dari dulu mematrikan ke sanubarinya yang paling dalam agar tidak goyah oleh gesit, gigih dan genit Yuang Zoro. Tapi apa daya, cinta yang ditawarkan pria yang bertampang apa adanya itu sangat menggigit.

Hanya butuh waktu tiga bulan, cinta Yuang Zoro disambut hangat oleh Laura. Karena tak mau dipermainkan cinta, seperti cinta-cinta monyet yang pernah dijalani dengan 10 mantan pacarnya, dia mendesak Yuang Zoro untuk segera menikahinya. Alasannya, tak mau jatuh ke lembah nista, mengingat cinta mereka sedang hot-hotnya.

Yuang Zoro yang kadung terbuai cinta, rela melakukan apa saja yang diminta kekasih hati. Pasalnya ada misi, tapi tidak punya visi –seperti banyak Caleg yang kini berebut kursi legislatif–, yang tengah dikejar Yuang Zoro. Maka ajakan menikah itupun diterimanya dengan girang. Tak peduli baginya harus pindah ke agama Laura, asal maunya yang sudah berada di ubun-ubun bisa terlaksana.

Mereka pun akhirnya menikah. Sebulan, dua bulan, terasa amat sangat enaknya. Masuk bulan ketiganya, nikmat itu berubah sengsara bagi Laura. Pasalnya, seperti adegan klise sinetron-sinetron yang tayang di televisi swasta, tiba-tiba datang seorang wanita yang membimbing seorang Balita ke rumahnya. Wanita itu mengaku istri pertama Yuang Zoro, yang sampai cerita ini dimasukkan ke blog ini, belum pernah ditalak tiga sekalipun oleh Yuang Zoro.

Petir menggelegar. Tapi bukan petir di angkasa yang berhari cerah, namun petir di dada Laura yang tak tertanggungkan perihnya. Apa mau dikata, sampai saat ini dia tak pernah bisa mengonfirmasi kebenaran informasi yang didapatnya kepada Yuang Zoro. Lelaki itu menghilang. Meninggalkan dirinya, pekerjaan di kantornya, tanggung jawabnya, dan semua yang telah diberikannya ke Laura. Dia pergi, meninggalkan Laura yang telah takanai banyak oleh cinta yang membabi-buta. (max)

* jangan protes… tulisan ini cuma buat mengarang indah, biar tidak lupa cara mengarang seperti yang diajarkan guruku ketika SD

7 Komentar

  1. taufikasmara said,

    5 Februari 2009 pada 11:02 am

    Nampaknya angku berbakat juga jadi penulis skenario sinetron. Hahahaha… sinetron… sinetron… Kok jadi ngomongin sinetron si?

  2. Takodok! said,

    5 Februari 2009 pada 11:41 am

    Bagaimanakah kelanjutan kisah kasih cintah Laura?
    Nantikan episode berikutnya… sampe kucing bertanduk! :P

  3. 6 Februari 2009 pada 6:41 am

    lanjutannya di Cerpenista-kah? :o

  4. anton said,

    7 Februari 2009 pada 10:22 pm

    pantang babayo cerito mah, kekekke… bahan..

  5. 9 Februari 2009 pada 10:11 am

    hahaha… mantaps caritonyo da max… :D

  6. unai said,

    13 Februari 2009 pada 11:42 am

    gak ada glossarynya, membuat pembaca tak paham tulisan bercetak miring itu pak. heheh kok serius bener ya

  7. 14 Februari 2009 pada 12:44 am

    […] Cerita ini masih bagian dari mengarang indah dan kelanjutan cerita yang pertama. Kesamaan nama, tokoh, dan jalan cerita memangnya disengaja? Salah sendiri, kenapa punya pengalaman […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: