Bendera Tumbuh Subur Bagai Jamur

Benderaparpol“…Mungkinkah Indonesia akhirnya hanya sederet partai?” Goenawan Mohamad

———

MUSIM penghujan sudah lumayan lama melanda Kota Padang. Selain jamur —yang mungkin masih tumbuh di hutan-hutan kota–, ternyata bendera pun tumbuh subur. Tapi bukan karena hujan bendera itu bertumbuhan. Musim kampanye yang membikin mereka meraja.

Di sepanjang jalan protokol, sampai ke pelosok kota, setiap pandang dilepas, pasti bendera Parpol memenuhi “incek” mata. Mulai dari Jalan Rasuna Said misalnya. “Wilayah kekuasaan” Partai Golkar Sumbar itu, memang masih dirajai partai pemenang Pemilu 2004 tersebut. Tapi sedikit agak ke utara, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) mulai unjuk gigi dengan bendera merahnya.

Lintang6Tak jauh dari situ, Bundaran Jam Ria Padang Baru depan Kandatel Sumbar, beragam warna wara-wiri di sana. Yang paling mencolok adalah milik Gerindra dengan kepala Garudanya. Lalu agak sedikit jeda di depan Kantor Dinsos Sumbar Jalan Khatib Sulaiman hingga Kantor BPS. Ada sih bendera lusuh milik PAN dan PPP di sana, tapi cuma satu dua. Setelah itu, giliran Hanura yang berkuasa.

Menjelang Bundaran KB President Theatre, PBB dan Golkar berbagi tempat. PBB sebagai penguasa kawasan itu karena di situlah Sekretariat PBB Sumbar bercokol, bisa disebut lebih mendominasi. Sampai-sampai baliho KB-pun mereka kuasai dengan 3 benderanya.

Terus sedikit ke utara, tepatnya di Bundaran Adipura, beragam Parpol unjuk bendera di sana, selain Parpol Golkar, PPRN, Hanura, di sana juga ada Partai Kedaulatan dan PKS. Tugu perlambangan kota bersih tersebut, menjadi “samak” oleh warna-warni bendera, yang ternyata ada satu dua yang tumbang kerena dipasang di bambu yang dijadikan tiang. Di kawasan itu ditemukan bendera Ormas LEPAS yang bersebelahan dengan PKS tak jauh dari traffic light.

TabaliakSedikit kaki melangkah, Jembatan Minang yang melintasi Batang Kuranji di bawahnya, didominasi oleh warna kuning. Opsss.. tunggu dulu, dominasi itu bukan milik Golkar, tapi umbul-umbul milik sebuah produk rokok. Memang banyak juga bendera Golkar di sana, tapi “tenggelam” oleh kuningnya umbul-umbul itu. Yang sedikit beruntung, justru PKS dan PDS. Walau cuma pasang satu dua bendera saja, warna mereka cukup kontras di antara lautan kuning itu.

Lebih ke utara lagi, sepanjang Jalan Hamka, giliran PKS yang meraja. Hampir di setiap jengkal median jalan, seakan punya mereka, walau tetap ada bendera milik Parpol lain semacam Golkar, PAN, Hanura dan yang lainnya. Lucunya, –mungkin lantaran kelewat banyak memasang bendera– saya sempat menemukan bendera PKS terpasang terbalik di depan Simpang Asrama Haji Tabiang. Bendera terbalik itu bersanding dengan atribut Hanura, yang tidak serta merta bisa terlihat kalau mata tak awas dan saksama memandang.

HanuracabiakDi luar jalan protokol, tentu saja “jamur bendera” ini ikut pula menjamur. Misalnya bendera Partai Persatuan Daerah (PPD) yang mencantolkan nama Ir Alvin Joni Marsinih di Jalan Agus Salim dan sekitarnya. Lalu agak ke timur di wilayah Nanggalo, tugu Simpang Tinju pun menjadi rebutan beberapa Parpol. Sayangnya di lokasi ini, ukuran bendera tidaklah sama, sehingga tidak sedap dipandang mata.

Terus agak ke timur, di Jembatan Siteba, PPRN merebut hegemoni PKS di sana. Namun masih ada satu dua atribut PKS di sana ditambah dua bendera milik PKNU. Tak jauh dari situ ada bendera raksasa milik Golkar dan Hanura. Khusus Hanura, ternyata bendera itu baru saja ditukar setelah “tertangkap basah” kamera saya dalam kondisi robek, lusuh, dan terpasang terbalik.

Soal bendera raksasa, sebenarnya banyak ditemukan di lokasi lain. Untuk sekadar menyebut saja, bendera “segede gaban” itu bisa dijumpai di Jalan Proklamasi milik PKS, di Sawahan milik Partai Demokrat, PDI-P di pinggiran Batang Balimbiang kawasan Kurao Pagang, dan masih banyak lagi.

Begitu banyaknya bendera, cuma satu jawaban yang terlontar dari mulut warga. “Paniang awak dek nyo, Da,” ujar Rudi (17) seorang siswa yang kebetulan lewat di atas Jembatan Minang ketika ditanya bendera mana yang paling bagus. (max)

5 Komentar

  1. catra said,

    10 Desember 2008 pada 7:53 am

    sebentars lagi padang menjadi kota bendera

  2. ai said,

    11 Desember 2008 pada 8:52 am

    bosen liat bendera terus sepanjang jalan

  3. ina said,

    12 Desember 2008 pada 8:35 pm

    ass wbr..malam bang max
    makin mantap jo mah abang ko ?
    btw..msh ingat ina kan ?
    dulu sama2 di sumbar mandiri

    ndak dima2…bendera dan atribut parpol memang “mengganggu” pandangan…

  4. tiara said,

    16 Desember 2008 pada 11:43 am

    huehehehehehehehe…ternyata sama aja di seluruh pelosok indonesia, penuh dengan bendera yang kira2 tuh biaya bisa buat kasih makan orang miskin se-indo…*sigh* kesian indonesiaku…n i hate this part.

  5. nun1k04a said,

    31 Desember 2008 pada 9:17 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com%3c/a>. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://politik.infogue.com/bendera_tumbuh_subur_bagai_jamur


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: