Haruskah Pilkada Diundur?

YusraBANYAK elemen warga Kota Padang yang meminta agar pencoblosan di Pilkada yang dilaksanakan Kamis, 23 Oktober ini ditunda saja. Apa pasal? Persoalannya sepele, tapi tak bisa disepelekan. Yaitu soal pemilih yang tidak mendapat hak suara.

Ada yang bilang angkanya mencapai ribuan. Apa jadinya bila ini benar? Padahal angka 1 saja bisa mempengaruhi hasil perolehan suara. Sementara yang hilang ini ribuan. Bisa dibayangkan betapa meruginya (dan syukurnya masyarakat tidak mau rugi, dengan menuntut hak mereka melalui aksi demo) yang punya hak pilih dan yang bakal dipilih.

Maka itu seruan agar Pilkada ini ditunda menggelembung. Pasangan calon yang bertarung pun mempersoalkan hilangnya hak pilih ini. Tapi mereka tidak memaksakan agar alek demokrasi itu ditunda. Bisakah Pilkada ditunda? Kalau merujuk UU jelas tidak bisa. UU No 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, hanya dua hal yang dapat menunda yaitu bencana alam dan kerusuhan. Itu yang menjadi pegangan bagi KPU untuk tidak menunda. Artinya, apakah harus ditunggu dulu rusuh itu muncul? Bukankah kita diajarkan ujaran “lebih baik mencegah daripada mengobati”?

Lepas dari itu semua, semoga Pilkada ini tidak memunculkan rusuh yang jelas-jelas merugikan rakyat bukan pemimpin yang gila kekuasaan. Jangan mau membikin rusuh hanya demi mendukung calon yang hanya mementingkan bertengger di tampuk kekuasaan.

Siapa pun yang menang, itu adalah pilihan. Tapi jangan sampai salah pilih. Karena 5 tahun lamanya mereka akan memimpin sesuai dengan seleranya masing-masing. Kecuali pemimpin pilihan itu benar-benar konsekuen dengan janjinya ketika berkampanye. Selamat memilih… (max)

8 Komentar

  1. hendri said,

    23 Oktober 2008 pada 2:02 am

    ketahuan kalo Indonesia ini selalu hadir dengan ke”buru-buru”an

    max -> right or wrong, this is our country :P

  2. avartara said,

    23 Oktober 2008 pada 9:42 am

    Apakah tidak memilih juga termasuk pilihan Da max? :)

    max -> itu bukan pilihan, tapi keinginan :D

  3. unai said,

    23 Oktober 2008 pada 12:50 pm

    dimana mana posting pilkada da..golput aja da…:)

    max -> males golput…, gak baik bagi kesehatan hehehehe

  4. 23 Oktober 2008 pada 2:18 pm

    wah, saya malah dapet kartu suara tapi terpaksa nggolput da…
    soale di jakarta nggak ada PPS nya :)

    ayo, syapa yg mau ikutan nggolput?

    max -> nggolput kok ngajak-ngajak, mending ngajak makan gitu dehh :D

  5. Renimaldini said,

    23 Oktober 2008 pada 2:23 pm

    Ondeh mandeh…
    manag juo akhirnya Pak Kl..
    Baa lai tu..
    dak jadi Pak KL dapek momen yang rancak untuk mamfoto…
    Coba kalo kalah pasti mantap kan fotonya… lagi berlari, atau ngomong sendiri..he..he..

    max -> hahahaha, kan ado 4 pasang lai nan kan jadi kandidat utl balari-lari dan ngomong sendiri

  6. azlan said,

    23 Oktober 2008 pada 5:10 pm

    jangan golput pilihlah pemimpin yang merakyat..

    max -> pemimpin merakyat, belum jaminan bakal menang Pilkada, dan Padang telah membuktikannya :P

  7. vinnamelwanti said,

    24 Oktober 2008 pada 10:57 am

    Gak salah pilih, tapi memang salah calon… :)

    max -> hehehe, betullll… calonnya yg salah…, kenapa gak ada yg kayak Barrack Obama :P

  8. danu said,

    24 Oktober 2008 pada 5:19 pm

    awak kapatang miliah rasonyo miliah kuciang dalam karuang, pertamo wak ndak kenal sia yang wak piliah, kaduo wak ndak tau visi samo misinyo, antah dek wak kurang berita atau maleh caliak berita :D, patang ikuik miliah pi ndak ado yang di coblos

    max -> walahhh, itu namonyo Golput Dan… harusnya pilih saya saja Nomor urut 7 :P


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: