Kampanye Via Website

CwkKAMPANYE Pilkada Padang sudah berlangsung sejak 6 Oktober lalu. Dan baru akan berakhir pada 19 Oktober mendatang. Setelah itu semua warga (tentunya yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap –kalau saya belum terdaftar) nyoblos pada 23 Oktober.

Ada 5 pasang kandidat yang berebut suara biar duduk di tampuk kepemimpinan kota yang kata banyak orang masih semrawut ini. Mereka –berdasarkan nomor urut– Drs Ibrahim MM-H Murlis Muhammad SH MHum (IMAM), Ir Mudrika-Drs Dahnil Aswad MSi (MUDA), Drs H Fauzi Bahar-H Mahyeldi Ansharullah SP (FM), Dr H Jasrial MPd-Drs H Muchlis Sani (JAMU), dan Drs H Yusman Kasim MM-Yul Akhyari Sastra SH (YUSRA). Siapa yang menang? Saya tak tahu, karena saya bukan peramal. Bisa jadi tampil pemimpin yang baru, bisa jadi yang lama tetap berkuasa, tergantung pilihan warga yang punya hak pilih dan saya jelas tak bisa milih.

FMTerlepas soal itu, hal yang menarik adalah kampanye masing-masing pasangan calon. Dari 5 pasang, cuma 2 pasang yang memanfaatkan space dunia maya untuk menyosialisasikan diri dan berkampanye. FM dan YUSRA yang notabene incumbent (Fauzi incumbent walikota dan Yusman incumbent wakil walikota). FM tampil melalui http://mediacenter.fauzibahar-mahyeldi.com dan YUSRA muncul di http://www.yusra.info.

Dilihat dari tampilan, web YUSRA bisa dikatakan lebih menarik, tapi sayangnya dari segi content, mereka jauh kalah dari FM yang selalu up to date. Tim media centre FM lebih bekerja dari YUSRA, karena itu mereka bisa menginformasikan hal terbaru ke pembaca dunia maya. Sementara media centre YUSRA cenderung mencomot pemberitaan yang ada di portal berita lain seperti padang-today.com. Walhasil berita gak up to date, karena tidak selalu berita portal memberitakan hal-hal yang baik bagi para calon. Sehingga bisa jadi mereka hanya menunggu berita yang baik-baik saja untuk diposting ulang di web itu. Coba kalau tim media centre itu yang nulis langsung, pastilah informasi yang disuguhkan tak putus.

YusraTerlepas dari itu semua, efektifkah penggunaan web untuk berkampanye? Sejauh ini saya belum melakukan penelitian, karena memang gak niat untuk neliti. Namun patut diapresiasi kemunculan mereka di dunia maya, karena bagaimanapun ranah tak bertuan itu tetap tak bisa diabaikan. Justru merugilah 3 pasang calon lain yang tidak mampu melihat celah ini.

Yang jelas soal apakah bisa mempengaruhi suara pemilih atau tidak, tergantung si pemilih juga dan tergantung yang dipilih tentunya.

Yang pasti, pembaca di dunia maya bisa dipastikan adalah orang-orang yang punya ilmu, pintar dan cerdas serta pandai. Terutama pandai buka internet (itu saja sudah mending, daripada gaptek). Mereka bisa dipastikan adalah orang-orang intelektual, yang bisa memastikan baik dan buruk pilihannya. (max)

8 Komentar

  1. Renimaldini said,

    8 Oktober 2008 pada 6:06 pm

    Ada saya di sano… He..He..

  2. pabdepagsumbar said,

    9 Oktober 2008 pada 9:36 am

    Salam Buat Pak Max..
    Pesan saya sesuai kata pepatah, Menjadi Orang Penting itu Baik, tapi Menjadi Orang Baik itu lebih penting, sekecil apapun peran kita maka jadikan hidup bermanfaat bagi orang lain. wass Rifki

  3. 9 Oktober 2008 pada 2:10 pm

    sebenarnya jujur belum terlalu efektif karena pola budaya masyarakat kita ( bottom up to middle class ) yang belum begitu tahu internet. Hanya mungkin 500 ribu orang yang aktif dari sekitar 15 – 20 juta yang tahu internet..
    Tapi setidaknya ini menjangkau para pengambil keputusan, pekerja menengah ke atas..

  4. anton said,

    9 Oktober 2008 pada 4:08 pm

    kalo yusra itu dibuat oleh pak Alfian(ontamerah) dan media center Fauzi-Mhyeldi oleh Ervan nanggalo. memang kita kembali ke “Content Is King” so yang lain baru menunjang.. hehehe… tampaknya memang tidak maximal y. napa ga seperti barrack obama aja :p

  5. avartara said,

    13 Oktober 2008 pada 10:28 am

    Coba seandainya seluruh calon adalah seorang blogger, tentunya mereka ga terlalu sulit promosiin web-nya,…. :) atau calonnya anggota palanta,.. tentunya anggota lain akan mensupport dengan sepenuh jiwa :) hehehehehe

  6. 13 Oktober 2008 pada 5:30 pm

    Kita memang harus terlibat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya internet. Di Kota Padang saat ini tak seberapa yang melek internet. Tapi, saya kira, kaula muda dan para blogge seperti kita bisa jadi sasaran efektif tema-tema kampanye calon. Bukankah begitu max.

  7. vinnamelwanti said,

    14 Oktober 2008 pada 10:40 am

    Murah Meriah Uuuy…

  8. Alif said,

    22 Oktober 2008 pada 5:10 pm

    Hmmm, kalo untuk kondisi sekarang di Indonesia apalagi kota padang bisa di pastikan tidak efektif, Saya cek via awstat yang datang berkunjung gak banyak. Dan menariknya yang datang berkunjung hanya orang iseng yang mencet mencetin polling :P dan mau maunya mencetin sambil ngedelete cookies setiap kali habis mencet :P.

    Dan perlu di ketahui, website itu TIDAK ADA tim media nya. Website itu di order ke saya oleh seseorang yang mungkin tim suksesnya YUSRA dan setelah websitenya jadi, yang ngordernya hilang ( ndak nampak batang iduangnyo lai do) kemungkinan gagal jadi tim sukses ? he he he he. Jadi untuk updating berita, saya tarik via rss ke beberapa media online yang ada di padang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: