Hiking Merdeka Palanta

Hiking1Mempromosikan Gunung Padang-Aie Manih ke Dunia Maya

SEROMBONGAN besar anak-anak muda yang berasal dari beragam latar belakang itu ngos-ngosan. Mereka bukan sedang berpacu lari atau pun sedang mengangkat barbel. Hari itu, di hari perayaan kemerdekaan RI ke-63, mereka memilih mengisinya dengan kegiatan hiking. Pantai Aie Manih dicapai dengan mengambil rute berjalan kaki dari Gunung Padang.

Palanta, begitu mereka punya nama, merupakan komunitas blogger (pemilik blog-red) Kota Padang, memilih rute itu untuk hiking karena banyak alasan. Salah satunya, baik Gunung Padang maupun Pantai Aie Manih yang terkenal dengan legenda Malin Kundang, merupakan icon wisata Kota Padang. Mereka berkeinginan memperkenalkan dua objek wisata itu di blognya masing-masing ke dunia luar via jalur maya.

“Kami juga memperlombakan tulisan hiking dan foto-fotonya yang ditampilkan di blog kawan-kawan. Di luar itu di web http://palanta.org, kami juga telah mengekspos beberapa lokasi wisata di Kota Padang yang ternyata mendapat respon begitu tinggi dari pengunjung web,” sebut Yuhefizar SKom, salah seorang admin Palanta.

Hiking-palanta2
Maka hari itu, di tengah cuaca yang “lindok-lindok tangguang” berselimut kabut asap, rombongan yang juga mengikutsertakan dua Balita itu, bergerak bergerombol mendaki rute Gunung Padang yang dijejeri ratusan kuburan Cina yang masuk wilayah administratif Kelurahan Bukik Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan.

Jalan yang mendaki itulah yang membuat mereka ngos-ngosan. Berkali-kali mereka harus istirahat menghela napas, meneguk air minum dalam kemasan, lalu menatap indahnya pemandangan yang terpapar. Lelah buat sementara diabaikan. Di tengah perjalanan, rombongan ini terpisah. Papan penunjuk arah yang ada di kawasan itu memisahkan mereka menjadi dua rombongan. Yang satu melewati arah yang menunjukkan batu Malin Kundang, yang satu lagi mengambil arah bertulisan masjid.

Hikingpalanta1Hasilnya, rombongan pertama sampai juga di gerbang pintu masuk kawasan Pantai Aie Manih. Di situ, mereka harus berhadapan dengan sejumlah pemuda yang meminta mereka untuk membayar uang masuk. Dengan berat hati permintaan itu dipenuhi. Tapi sempat juga mereka mempertanyakan jumlah sobekan karcis yang tidak sesuai dengan jumlah rombongan mereka.

Rombongan kedua, justru mereka lebih beruntung. Di samping mendapat rute yang lebih alami dengan melipir punggung perbukitan yang ditingkahi jurang di sisi kanannya, mereka bisa menikmati hamparan perairan laut Padang yang terpetakan dengan nama Selat Mentawai. Juga ada Pulau Pisang Gadang dan Pulau Pisang Ketek yang terlihat dari kejauhan. Namun mereka tetap bernasib sama dengan rombongan pertama. Walau melintasi “hutan alami”, begitu memasuki kawasan Pantai Aie Manih, beberapa pemuda setempat sudah memintai mereka untuk membayar uang masuk. Cuma Rp 2.000, tapi mereka tidak diberi karcis retribusi.

Hiking-palanta3“Kata pemuda itu, jika ada lagi yang memintai uang masuk, sebut saja namanya dan bilang sudah bayar ke dia. Ya sudah, kami bayar saja, karena acara puncak kami memang di Pantai Aie Manih itu,” ucap Helfiyanrika yang menjadi salah satu panitia hiking bertajuk Hiking Merdeka Palanta tersebut.

Walau jumlahnya tak seberapa, namun tetap saja ini bikin pengunjung tak nyaman. “Sebaiknya kawasan ini benar-benar dikelola secara profesional, biar pengunjung lebih aman dan nyaman,” saran dia. (max)

15 Komentar

  1. dejavu said,

    21 Agustus 2008 pada 10:47 am

    setuju da max….kalo air manis dikelola lebih baik dari sekarang, kita kagak perlu promosi’in..mereka yang telah datang akan menjadi ujung tombak marketingnya wisata Pantai Air manis….jika saja pemerintah menata ulang lay out, kebersihan, keamanan, dan juga menghilangkan lokasi2 mojok mesum anak muda sudah barang pasti tuh objek di jabanin para turis….

    max -> semoga menjadi perhatian pihak terkait yo Rif

  2. unai said,

    21 Agustus 2008 pada 11:37 am

    ke air manis jalan kaki kebayang pegelnya, lah pake mobil saja lama…sukses terus palanta

    max -> kalo pake mobil kan harus bayar lebih mahal Nai uang palaknya :D

  3. khepri said,

    21 Agustus 2008 pada 11:43 am

    sumbar bali-nya sumatera, semua object wisata di bali ada juga di padang, bedanya pengelolaannya aja yg kurang baik

    max -> batua bana Da…. Rugi awak sabananyo kalau indak dikelola dg baik..

  4. hendri said,

    21 Agustus 2008 pada 1:19 pm

    datanglah beramai-ramai ke Sumbar.. nikmati eksotika alam nya.. :)

    max -> bisa Ndri jadi Jupen mah... :D

  5. vinnamelwanti said,

    21 Agustus 2008 pada 2:12 pm

    Hitam2…Sapa takut…
    Asik juga..Btw, mohon untuk pak moderator agar gak nyinggung “Kenapa Ga Ikut”…
    Semangatnya aja yang ikutkan boleh….

    Moga suatu saat bisa gabung dalam bentuk nyata…Amin

    max -> rugi lu gak ikutan

  6. Deddy said,

    21 Agustus 2008 pada 9:39 pm

    Nice trip da Max, Insya Allah suatu saat bisa gabung …

  7. Artha said,

    23 Agustus 2008 pada 12:15 am

    wah asik juga tuh yach

  8. joe said,

    23 Agustus 2008 pada 8:39 am

    klo menurut joe..untuk sekarang jangan di promosikan dulu..nanti kita bisa malu…Hilangkan “Noda Hitamnya” dulu…baru kita perlihatkan keindahannya pada dunia…. :grin:

  9. ai said,

    23 Agustus 2008 pada 10:59 am

    setuju ama joe, sbnrnya banyak objek wisata yg jauh lebih bagus lagi, tapi kurangnya perhatian dari pemda dan masyarakat setempat yang membuat objek wisata tersebut tidak lagi menarik

  10. harfianto said,

    23 Agustus 2008 pada 10:12 pm

    wuihhh…nyesal ngak ikut. padahal sejak jauh2 hari sudah berniat untuk ikut. tapi karena humas kantor gubernur, berkali-kali SMS dan nelpon, kalau pak Gamawan ada upacara di LP Muaro dan upacara 17 agustus di halaman kantor gub..terpaksa harus pilih salah satunya..
    kapan lagi nih acara seperti?? taun depan masih ada ngak ya..atua gmn kalau tahun baru nanti.

  11. f said,

    24 Agustus 2008 pada 5:21 pm

    manyasa wak ndak pai…:(

  12. madaff said,

    25 Agustus 2008 pada 7:28 pm

    Pas ambo pulang kampung,adokan hiking baliak da max…

  13. IndahJuli said,

    28 Agustus 2008 pada 5:43 pm

    Max, apa kabar :)
    salam buat member Palanta yah, selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin.

  14. 2 September 2008 pada 6:24 am

    kayaknya perlu diadokan lagi acara hiking part II da max, diateh banyak yg manyasa ndak pai :D

  15. raniga said,

    10 September 2008 pada 8:48 am

    Mambaco artikel iko, takana maso ambo wakatu ketek masih sikola SMA di kampuang. Dahulu tiok hari minggu, lari pagi dari muaro padang – malewati pantai aia maniah -sampai ka taluak bayua…main bola kaki kaki, voli dsb, rami bana urang wakatu itu.. kini baa dusanak.. lai ado jo urang lari-lari pagi saropo itu… maklum lah awak lah dirantau kini….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: