3.411 Kuburan Terancam Dibongkar

RIPJANGAN dikira “tidur lelap selamanya” bakal aman dari penggusuran. Rumah masa depan yang hanya seukuran 1×2 m akan dibongkar petugas apabila tak pernah membayar retribusi dan memperpanjang keberadaan kubur di TPU Tunggul Hitam. Hingga Juni lalu, ada 3.411 kuburan yang terancam dibongkar lantaran ahli waris alpa untuk memperpanjangnya.

Petugas UPTD Pemakaman Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang, main bongkar bukan pula seenak perutnya. Jelas ada Perda yang mengatur soal bongkar-membongkar itu, termasuk retribusi yang dikenakan kepada ahli waris sang ahli kubur.

Kasi Penyuluhan DKP Yolanda Dt NB didampingi Ka UPTD Pemakaman Nurhidayat SH mengungkapkan, kewenangan itu dan pungutan retribusi diatur dalam Perda No 7 Tahun 2002. Ahli waris harus membayar Rp 40 ribu untuk lokasi A dan Rp 28 ribu untuk lokasi B. Bagi penghuni baru, retribusi dipungut Rp 96 ribu untuk lokasi A dan Rp 80 ribu untuk lokasi B, termasuk upah galinya.

Nurhidayat menyebutkan, untuk kuburan yang sudah ada sejak 1970–1997 tercatat 10.884 kuburan, di antaranya 5.732 kuburan yang sudah diperpanjang dan 3.411 kuburan yang belum diperpanjang. Sisanya, 1.741 kuburan yang sudah dihapus atau ditumpangsarikan.

Kebijakan pembongkaran, di samping masalah retribusi, juga karena penuh sesaknya TPU seluas 5 Ha itu. Karenanya melalui Perda No 1 Tahun 1987 Bab III Pasal 12 Ayat 3 dilaksanakan sistem tumpang sari. Sistemnya, penghuni baru boleh dimakamkan di kubur milik keluarganya yang telah lebih dahulu menjadi “warga” TPU.

“Karena penuhnya TPU Tunggul Hitam, melalui Surat Pemberitahuan No 440.5.2.7.3/DKP.V/2005 tertanggal 27 Mei 2005 yang ditandatangani Sekdako, jenazah disarankan untuk dikubur di TPU Aie Dingin saja. Di areal seluas 4,2 Ha itu, kini sudah ada 428 kuburan. Sementara khusus kuburan bagi warga keturunan sejak 1988 disediakan TPU Bunguih Taluak Kabuang seluas 50 Ha yang kini sudah terisi 1.249 kuburan termasuk hasil relokasi dari pemakaman di Gunuang Padang,” papar Nurhidayat. (max)

9 Komentar

  1. avartara said,

    6 Agustus 2008 pada 2:04 pm

    Ondeh mandeh,.. untuak dikubua se susah juo yo,…. atau wak buek se dihalaman rumah masing2 da max,…. :)

    max -> dibuek di muko rumah? lai aman tu Pak? lai indak gentayangan lo beko tu? hehehe

  2. Fivy Okvita said,

    6 Agustus 2008 pada 3:20 pm

    ndak cuma iduik yg susah,,

    alah maningga pun susah :(

    max -> yg susah itu bilo inyo iduik taruih se Fy

  3. marola said,

    6 Agustus 2008 pada 5:25 pm

    Ba’a kalau dibuek se TPU di dasar lawik lai?? pasti ndak kan ado lain manggaduah :D

    max -> lai Pak, hiu nan ka manggusur utk dimangsa Pak :D

  4. imoe said,

    6 Agustus 2008 pada 8:59 pm

    ndehhh da max…ambo ketua RT di tunggua itam mahhhhh

    max -> hah? alah punyo rumah Ajo di TPU tu, di sabalah ma tu? bia bisa lo ambo ziarah kasinan… hahahaha

  5. ai said,

    7 Agustus 2008 pada 8:58 am

    kok udah meninggal ajha harus bayar sih…???

    max -> kalo yg udah meninggal gak bayar, bisa2 yang hidup langsung meninggal Ai..

  6. hendri said,

    7 Agustus 2008 pada 3:23 pm

    kamari bedo iduik jaman kini ko.. lah pas di dunia susah… eh pas mati pun susah

    max -> tambah susah kalau masuak narako lo Ndri

  7. Deddy said,

    7 Agustus 2008 pada 3:54 pm

    Iko ndak Iduik Susah namonyo ko, Mati Susah :D, Iuran mohon ditagih langsung ke yang punya rumah ..hiii

    max -> yg punyo rumah ado baok kepeang yo Pak? hehehe

  8. Catra said,

    8 Agustus 2008 pada 8:59 am

    orang mati pun masih juga diganggu!!

    max -> kalo gak diganggu, si pengganggu kehilangan pekerjaan dung Cat

  9. vinnamelwanti said,

    10 Agustus 2008 pada 7:16 pm

    Gak ada yang gratis di dunia ini..

    max -> ada… ngeblog di wordpress gratis mah Vin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: