Ditinggal “Jalan-jalan”, Ruang Komisi III DPRD Sumbar Terbakar

DPRD-TABAKA-(41)SUASANA Gedung Gedung DPRD Sumbar kemarin (28/7) berubah bagaleboh, sekitar pukul 12.15 WIB. Anggota dewan, mitra kerja dari eksekutif, staf dewan, dan tamu sekalipun kalang kabut menyelamatkan diri. Mereka tak mau terpanggang hidup-hidup, menyusul menyeruaknya asap hitam pekat dari ruang kerja Komisi III yang instalasi listriknya mengalami korsleting.

Kejadian yang terjadi justru di saat personil Komisi III tengah “jalan-jalan” kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Pekanbaru, Riau itu, bikin panik seisi gedung rakyat itu. Asap yang diduga berasal dari percikan api yang tak kunjung ditemukan tersebut, membuat sibuk sejumlah staf dewan untuk memadamkannya dengan racun api. Termasuk menggunakan hydrant yang ada di pelataran parkir gedung itu. Gagal, bala bantuan dari Tim Fire Fighter Dinas Kesejahteraan Sosial, Penanggulangan Bencana dan Banjir (DKS-PBB) Kota Padang datang memberi pertolongan.

DPRD-TABAKA-(6)Saya yang kebetulan berada di TKP, kepanikan bermula saat salah seorang staf dewan memekik-mekik histeris meneriakan adanya asap yang menggulita dari ruang Komisi III. Saat itu pemadaman baru beberapa menit terjadi dan penerangan dibantu dengan genset. Pekikan itu bersambut. H Rasmi Soeki dari Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB) yang berada di ruang Komisi I tak urung dibuat panik. Dia segera memerintahkan staf untuk mencari racun api untuk memadamkan api yang tak pernah nampak.

Racun api terus disemprotkan, asap semakin membumbung. Sebagian anggota dewan pun mulai berhamburan begitu asap hitam semakin menebal. Tak ketinggalan para mitra kerja Komisi II yang tengah rapat di ruang sidang khusus, langsung meninggalkan mejanya berlari menuju ke luar gedung.

DPRD-TABAKA-(16)Anehnya, gedung yang katanya mempunyai alarm kebakaran itu, tak juga meraung-ruang mengabarkan adanya api. Pun air yang biasanya tersemprot otomatis ketika alarm api berbunyi, tak pernah mengucurkan airnya. Kesibukan justru di sebagian staf dewan yang berupaya keras memadamkan sumber asap di bawah komando Rasmi Soeki.

Tak menemukan api di ruang tamu Komisi III, staf dewan itu lantas mendobrak ruang rapat komisi itu yang ada di sebelahnya. Tiga kali hantaman, pintu menganga. Racun api pun ditembakkan. Tetap tak ada api ditemukan. Maka muncullah dugaan karena korsleting listrik di bagian Ac dan ada pula yang menyebutkan dari TV. Tak ada yang pasti.

Yang pasti, begitu Tim Fire Fighter datang, canon water ditembakkan ke penjuru asal asap. Asap berkurang, dan kemudian hilang beberapa menit kemudian. Yang tersisa, puing-puing AC, kaca, dan kertas kerja berserakan. Air menggenang sisa semprotan tim pemadam.

“Rapat tak mungkin dilanjutkan,” kata Ketua Komisi II Ir Yosmeri Yusuf kepada mitra kerjanya.

Sejauh ini, selain dugaan korsleting, belum ada kepastiang penyebab kebakaran. Petugas dari Polsek Padang Utara masih melakukan penyidikan. Pun kerugian belum bisa ditaksir, karena puing-puing itu belum lagi dibersihkan dan didata. (max)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: