Gara-gara Razia, Pengunjung Lubuak Paraku Minim

Lubuak-parakuINI memang aneh, tapi wajar saja terjadi. Lubuak Paraku yang menjadi salah satu objek wisata Kota Padang, mengalami penurunan jumlah kunjungan hanya gara-gara razia. Benarkah begitu?

Rismaneli (42), mungkin hanya menduga. Dugaan itu menguat setelah dia mencari tahu gerangan apa penyebab minimnya angka kunjungan warga untuk mandi-mandi ke Lubuak Paraku di luar hari liburan. Biasanya, setiap sore ada saja keluarga, terutama pasangan muda-mudi yang dolan ke sana, dan tentunya akan menjadi konsumen kedainya yang berdiri persis di pinggiran lubuak pemandian itu.

“Setelah saya cari tahu, ternyata ada razia hampir tiap hari di jalan raya Indaruang-Solok. Umumnya calon pengunjung Lubuak Paraku yang tak taat aturan, terpaksa balik kanan karena tersandung kelengkapan berkendara. Maka jangan heran hanya satu atau dua saja yang “selamat” sampai di sini,” cerita Rismaneli.

Ibu 4 anak dan nenek seorang cucu ini, memaklumi kesalahan tetap berada di pengunjung. Namun dia tetap berharap razia ini baiknya disosialisasikan, sehingga calon-calon pelanggar aturan berlalu lintas lebih mempersiapkan diri ketika hendak berkunjung ke Lubuak Paraku.

RismaneliTerlontarnya keluhan Rismaneli itu, lantaran omzet jual beli kedai seukuran 6 x 4 m benar-benar menyusut di hari biasa dibanding dulu kala. Dulu kala, ketika razia tidak gencar dilakukan aparat. Biasanya di luar liburan, istri Erman (46) ini mengantongi minimal Rp 75 ribu.

“Kini dapat Rp 20 ribu saja sudah mujur. Kalau di hari liburan, saya bisa “bajua bali” Rp 200 ribu. Dan omzet paling besar saya dapat ketika ritual Balimau yang mencapai angka jutaan rupiah,” ucap perempuan yang melanjutkan usaha ibunya berjualan di Lubuak Paraku tersebut.

Lompat-lubuak-parakuWalau untung yang didapatnya tidak seberapa, Rismaneli mengaku masih bisa menyisihkan pendapatannya buat tambahan belanja harian ataupun untuk membeli kebutuhan sekunder semacam perabot, perhiasan, dan juga biaya pendidikan anak-anaknya yang 3 masih bersekolah di SMK, SMP dan SD.

“Suami saya kerja di bengkel. Dari pendapatannya, bisa memenuhi kebutuhan harian. Tapi kalau kurang, hasil jual beli warung saya, dipakai sebagai penambahnya. Sisanya buat beli kebutuhan lain,” tuturnya.

Karena mengandalkan warung semi permanen itu sebagai penambah pendapatannya, Rismaneli jelas sangat berharap tingkat kunjungan ke Lubuak Paraku meningkat. Dengan begitu, orang belanja di warungnya bertambah, dan sakunya pun lebih berisi dari yang sudah-sudah. Itu saja… (max)

11 Komentar

  1. 12 Juli 2008 pada 9:30 pm

    lubuak paraku, sering denger namanya, tapi sebage warga indarung, anehnya saya malah nggak tau dimana tempatnya, apalagi berkunjung :?

    max -> walahhh…. kasihan bangets lu Mas... :D

    • 25 Agustus 2014 pada 2:59 am

      waks saya aja tau .. karena bapak saya besar di padang hihi seru lubuk paraku

  2. hendri said,

    13 Juli 2008 pada 7:47 pm

    kalo soal razia, kayaknya emang udah pantas tuk dilakuin. Untuk menciptakan warga yang sadar hukum. Karena masyarakat kita udah biasa manja dengan peraturan yang “hampir” tidak pernah ditegakkan dinegara kita yang tercinta ini :(

    max -> ciyehhhh.. garing komentar mah Ndri :D

  3. 14 Juli 2008 pada 6:54 pm

    secara komentar #1 diatas, pigimana kalok Palanta ngadain acara mandi balimau disonoh? :mrgreen:

    max -> balimau ke sana? mending di rumah saja Mas. macet mintak ampun di sana

  4. vinnamelwanti said,

    14 Juli 2008 pada 8:46 pm

    Nice Picture…

    max -> yg punya blog juga nice boy kan Buk? :P

  5. ai said,

    15 Juli 2008 pada 2:48 pm

    buat komen nomer 3: tak mau klo ada mandi balimau banyak mudaratnya ai kira :D
    da max…tukeran link yah… :D

    max -> tukeran links, siap buk

  6. Edwards said,

    16 Juli 2008 pada 1:30 am

    Razia disosialisasi? Ntar polisinya gak bawa oleh-oleh buat anak istri :P
    Soalnya gak ada orang yang ketangkap :D

    max -> hehehe, kalau disosialisasikan, trs masih ada yg ketangkap, berarti halal deh tuh pendapatan :P

  7. Hadoitz said,

    16 Juli 2008 pada 9:04 pm

    Eh kok jadi nyasar ke sini… :D

    max -> nyasar? lapor polisi deh.. :D

  8. dejavu said,

    16 Juli 2008 pada 10:19 pm

    Emang lokasi tersebut jadi langganan razia pas pagi sore ama malam
    kalo yang aman cuman siang-siang
    karena pak pol nya pada lunch semua

    max -> ini laporan pandangan mata dari korban razia neh? :)

  9. 17 Juli 2008 pada 11:56 am

    @ ai,
    eh mandi balimau banyak mudaratnya yak? :o
    waduh, saya malah setiyab weekend sering mandi balimau di taplau :|

    max -> sering balimau di Taplau? kok saya tak nemukan sampah limaunya Mas? :D

  10. RIRI SATRIA said,

    29 Juli 2008 pada 7:14 pm

    oh Lubuak Paraku … ingek maso2 dulu … fotonyo oke tuh Uda Max ..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: