Zona Penujaman Mentawai Diguncang Gempa 5,8 SR

100_0WARGA Sumbar yang baru memulai aktivitasnya di pagi hari dikejutkan oleh gempa cukup besar berkekuatan 5,8 SR di kedalaman 27 km pada pukul 06.55.33 WIB. Episentrum gempa ini berada pada 2.67 LS-99.37 BT atau tepatnya di Samudera Indonesia belakang Pulau Pagai dan Sipora. Lokasi ini merupakan zona penujaman pertemuan lempeng Australasia dan Eurasia seperti halnya gempa 7,3 SR di Simeuleu, NAD.

Khusus untuk Kota Padang, disebutkan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Padangpanjang Ir Soemarso, getaran gempa bisa dirasakan dalam skala II-III Merchalli Modified Intensity (MMI). Sedangkan di Padangpanjang hanya I MMI.

“Untuk kawasan Pulau Pagai dan Pulau Sipora, bisa jadi berkisar pada III-IV MMI. Cuma sejauh ini, kami belum mendapat laporan adanya kerusakan akibat gempa itu,” sebut Soemarso.

Sementara Koordinator Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Wilayah Sumbar Ir Ade Edward yang dihubungi terpisah mengakui gempa tersebut memang berada di zona penujaman lempeng, tempat gempa-gempa raksasa biasa terjadi. Biasanya di lokasi ini, gempa selalu berada di kedalaman di bawah 30 km.

“Sebenarnya pada 20 Februari lalu juga terjadi gempa yang berada di zona ini,” ungkapnya.

Dari data BMG pada hari yang dimaksud Ade, memang tercatat gempa dengan kekuatan 5,2 SR pada pukul 00.26.21 WIB atau Rabu dinihari. Koordinatnya berada di 3.75 LS-99.59 BT atau persisnya di Samudera Indonesia barat daya Pulau Pagai Selatan.

Khusus untuk gempa pagi kemarin, dari data yang dilansir GFZ Postdam-Earthquake Bulletin, gempa itu berkekuatan magnitudo 5,7 dengan pusat di 99.80°BT-2.44°LS dengan kedalaman 34 km. Sementara United States Geological Survey (USGS/BMG-nya Amerika-red) merilisnya berada di koordinat 2.314°LS-99.891°BT dengan kedalaman 22 km (13.7 mil) yang berkekuatan juga magnitudo 5,7. (max)

3 Komentar

  1. 23 Februari 2008 pada 5:29 pm

    Gempa lagi gempa lagi … ada apa sebenarnya Pak max. Apa sekadar fenomena alam belaka?

    max -> kalau menurut para ahli, gempa itu hal biasa Pak. Cuma jadi tidak biasa kalau Kalimantan yag gempa, karena bukan daerah pertemuan lempeng dan bukan bagian sabuk api. So, bapak tenang2 sajalah di sana :)

  2. cinker said,

    24 Februari 2008 pada 7:41 pm

    kenapa kalo gempa pagi2 mulu yach.
    kan lagi enak2 nya tidur…..

    mau kiamat kali yach gempa, banjir, … bencana terus

    max -> gak selalu pagi kok. Hampir tiap detik selalu ada gempa lantaran lempeng bumi terus bergerak. Cuma tidak semua gempa bisa dirasakan manusia... :)

  3. 27 Februari 2008 pada 9:54 pm

    Wuaw … Kalimantan Selatan (Kotabaru) kan digoyang gempa tu …

    max -> digoyang sih iya Pak. Tapi menjadi titik episenter gempa mungkin gak lai yee


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: