Menggugat “Besar dan Kecil” pada Nopol

NopolPERNAH dengar lagu “Besar dan Kecil” milik Iwan Fals? Lagu yang menggugat “dominasi” yang besar terhadap yang kecil itu, sama persisnya dengan apa yang saya alami saat ini. Bukan kesewenang-wenangan, tapi hanya ketidakadilan yang hingga kini saya tak mendapat jawaban pastinya. Tanya kenapa?

Masalahnya “kecil banget”, tapi berakibat fatal yang benar-benar menguji kesabaran saya yang tak pernah bisa sabar sesabar-sabarnya. Saya tak bisa kemana-mana (padahal hobi banget pecicilan) gara-gara ketidakadilan ini. Saya dituntut untuk “mencuri” dan melanggar aturan karenanya, gara-gara masalah “besar dan kecil” itu. Apa itu?

Sudah seminggu saya membeli motor baru, menggantikan Vega R butut saya yang selalu bikin ulah dengan segala kerewelannya yang tentu saja bikin susah. Sebagai gantinya, Mio Soul Sporty akan menjadi teman sejati saya untuk memenuhi hasrat jalan-jalan keliling kota dan sekali waktu ke luar kota. Tapi semua itu harus saya tahan dulu buat sementara. Apa pasal?

Pasalnya sepele saja. Hingga kini tunggangan baru saya itu belum punya Nopol. Bagaimana mungkin saya wara-wiri ke sana-sini. Bisa-bisa kena priiitttt Pak Pol nanti. Rugi. Tapi apa daya, saya butuh tunggangan untuk berangkat kerja, dan mengais rezeki sebanyak-banyaknya. Makanya saya mencuri. Mencuri “kelengahan” Pak Polisi untuk tidak mengetahui kenekatan saya ini. Jadilah saya pelanggar aturan yang setiap saat bisa saja kena batunya nanti.

Dalam kesadaran penuh bahwa saya telah menjadi “pencuri” dan “pelanggar aturan”, maka muncullah gugatan ini. Gugatan tentang “besar dan kecil” yang disentil Iwan Fals dalam lagunya itu. Mau tahu?

Kenapa kalau beli mobil baru, dikasih “Nopol putih” dan sudah bisa langsung wara-wiri? Kenapa hal serupa tidak bisa diberlakukan untuk sepeda motor baru yang statusnya sama-sama baru dengan mobil itu? Bukankah ini bentuk sebuah ketidakadilan?” Coba kasih saya jawaban….

Yang pasti inilah bentuk ketidakadilan. Apakah karena mobil itu “besar” (termasuk besar pajaknya) bisa jalan seenaknya. Apakah karena sepeda motor itu “kecil” (yang tentu saja kecil pula pajaknya), boleh dipaksa untuk bersabar.

………Mengapa besar selalu menang
Bebas berbuat sewenang-wenang
Mengapa kecil selalu tersingkir
Harus mengalah dan menyingkir

Apa bedanya besar dan kecil
Semua itu hanya sebutan
Ya.. walau di dalam kehidupan
Kenyataannya harus ada besar dan kecil
…….. (Iwan Fals Punya Lagu)

3 Komentar

  1. 16 Februari 2008 pada 6:38 pm

    ah nggak bener tuh dealer motornya…
    di sini langsung dapat nomor, .

    max -> benarkah begitu Mas? Berarti bukan dealernya yang salah, tapi pihak Samsat yang bikin Nopol yang lemot kerja ;)

  2. geblek said,

    18 Februari 2008 pada 10:02 pm

    gara2 ganti warna saya harus mengganti semua surat stnk dan bpkb, dan anehnya bpkb malah raib di samsat, sudah hampir 2 bln ini blm ada informasi lg dr pihak samsat batam.

    max -> walah… lapor ke polisi Pak… Pasti tak sampai :D

  3. unai said,

    19 Februari 2008 pada 10:25 am

    eh besar kecil kirain apa? hehe iya disini juga langsung dapet tuh..on the road deh..beli langsung bisa pake…di Padang aja polisinya payah…

    max -> Wah perlu diinvestigasi nih kenapa bisa Nopolnya telat ya… :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: