Valentine (Selalu) Jadi Silang Sengketa

ValentineHari ini, 14 Februari 2008 mungkin adalah hari yang ditunggu-tunggu “dua sejoli”. Inilah hari baik bagi mereka untuk mengukuhkan rasa cinta dan kasih kepada pasangannya. Sejumlah rencana telah direka, sebentuk hadiah sudah pula ada untuk diberikan kepada yang dicinta.

Bermula dari budaya barat, perayaan  Valentine Days ini meluas ke Indonesia dan juga Padang tentunya. Jauh-jauh hari sejumlah pengusaha telah bersiap menyambut hari bahagia ini dengan menjual berbagai souvenir untuk orang-orang yang merayakannya. Dan jauh-jauh hari pula, berbagai kalangan pun telah mewanti-wanti, bahwa ini bukan budaya kita.  Maka muncullah pro kontra setiap perayaan itu tiba.

“Itu bukan jaran Islam,” tegas Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Prof Dr Sirajuddin Zar MA yang dimintai tanggapannya tentang ini.

Tak hanya dia, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar pun angkat suara. Kata H Kamardi Rais Dt P Simulie, orang Minang tidak mengenal tanggal 14 Februari sebagai hari untuk mengungkapkan kasih sayang.

“Budaya Valentine yang sudah melekat di generasi muda sekarang, harus diwaspadai karena bisa melunturkan budaya orang Minang yang berlandaskan Islam,” katanya mengingatkan.

Val

Meski ada pro kontra, bagi pengusaha terutama yang berbisnis di bidang ritel, Valentine menjadi momen untuk mendongkrak penjualan produk mereka. Tema-tema kasih sayang, nuansa merah muda, dijual kepada calon pembeli yang akan merayakan hari yang dalam sejarah sebenarnya kabur dan punya banyak versi ini. Omzet mereka bergerak naik seiring tingginya daya beli remaja menjelang perayaan hari Valentine ini. Ada yang berjualan kado spesial yang unik dan menarik, coklat dalam kotak berbentuk hati, boneka hati, parfum, baju dan souvenir lainnya yang bernuansa pink.

“Meskipun Valentine’s Day bukan budaya orang Indonesia, tapi hari Valentine sudah berkembang menjadi sebuah tradisi dan tren baru di kalangan remaja. Bagi pelaku bisnis, tren tersebut menjadi suatu industri baru,” ujar Supervisor Matahari Departement Store Padang First Neli.

Dalam kehidupan bermasyarakat pun, Valentine ditanggap berbeda. Bagi remaja, Valentine Days wajib dirayakan dengan si dia. Sedangkan yang telah dewasa, menganggap kasih sayang tak harus diberikan kepada pasangan, tapi juga orang tua, teman, dan sahabat yang dekat di hati. Perayaannya pun, tak harus menunggu 14 Februari tiba. “Setiap saat bisa,” kata Widya seorang mahasiswi yang sempat dimintai tanggapannya. (max/ren)

5 Komentar

  1. unai said,

    14 Februari 2008 pada 4:30 pm

    eperidey is palentino rosi dey, rait?

    max -> rosi syech abubakar sepupuan sama valentino rosi jah? :))

  2. meiy said,

    15 Februari 2008 pada 4:38 pm

    uni gak merayakan valentine day tp merayakan cinta n persahabatan tiap hari hehehe :)

    max -> ndeh… romantis mah :X

  3. escoret said,

    16 Februari 2008 pada 4:20 pm

    karena aku bukan NU dan bukan MUHAMADIYAH.

    aku ikut valentine menurut PEMERINTAH aja…dari pada ikut penanggalan
    hisab yg ga bener.

    mau valentine tanggal 14, mau tgl 13…aku manut..

    *siap2 takbir keliling*

    max -> hahaha, sampeyan ini ada2 saja :P

  4. kenyapermata said,

    21 Februari 2008 pada 4:44 pm

    Kalo buat saya sih, santai aja..Valentine. Sama kek merayakan hari kemerdekaan. bukannya kita jg mrasa merdeka tiap hari? blm yak?!waks…mayanlahhh klo ada valentine…petani2 sodara saya di kota dingin Batu, pada laku bunga mawarnya, org2 pd jualan bunga2 mawar di pinggir jln. indah bgt diliat, darpd juga jualan narkoba!Asal bermanfaat bagi kemanusiaan, oke-oke aja:D

    PeaceNLuv,
    kenya

    max -> kalo gitu, saya mau ngucapin, “Selamat merdeka!!” :)

  5. kurniadi said,

    9 Februari 2009 pada 3:12 pm

    he..he..aku cuma bisa tertawa.menurutku kalo anda orang yang bukan muslim silakan deh.but kalo ama orang muslim saya sarankan jangan bilang mau apa itu dan ini dihari valentin,bilang aja jangan apa lagi ngelakuinnya.kasih sayang dalam islam hari-hari,kemerdekaan dalam islam setiap saat karena merdeka menjalankan perintah agama,kita beda ama agama lain setahu sekali baru rohani,penyucian,dll apa kurangnya.memang benar nabi muhammad memperingatkan bahwa bid`ah itu bahaya sekali.karena lama lama akan mengikis akidah yang sudah digariskan. bagi yang sudah tahu ingatkan .itu kewajiban kita.orang lain biarin tapi disana masih banyak qolbu yang haus akan ayat-ayat Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: