Faisal…, tak ada Guna Menyesal

FaisFaisal memang lagi apes. Karena aktivitas menjual ganja di Kota Bukiktinggi baru sekali dilakoninya, begitu akan “menunaikan tugasnya” untuk kedua kalinya, dia langsung diringkus polisi. Maka meringkuklah dia di tahanan Mapolresta Bukiktinggi sebagai pesakitan yang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan nantinya.

Dari pengakuannya, pertama kali dia jualan ganja di Kota Bukiktinggi pada Selasa, 29 Januari lalu. Ketika itu dia “hanya” membawa 0,5 kg saja dari Padang Sidempuan yang diantarkannya kepada seseorang yang tak disebutkan namanya. Karena tugasnya lancar-lancar saja, maka hari itu juga dia bertolak pulang ke Padang Sidempuan dengan bayangan betapa cerahnya prospek jualan ganja di kota wisata ini. Terbayang olehnya, hidupnya pastilah akan berubah dari sebelumnya hanya melakoni profesi sebagai mekanik di sebuah bengkel.

Dengan modal Rp 700 ribu, dia lantas membeli 1 kg ganja yang nantinya akan dijualnya lagi Rp 1,5 juta. Dengan keuntungan lebih dari 100% itu, dia berencana menjadikannya sebagai modal untuk berjualan pakaian di Bukiktinggi.

Kamis malam, 31 Januari lelaki berambut gondrong itu kembali berangkat menuju “kota impiannya” ini. Di Bukiktinggi, 1 kg ganja yang dipangkunya selama duduk di atas bus antarkota antarprovinsi, sudah menunggu “pelanggan” yang akan membelinya. Jadi dia tak harus pusing-pusing mencari calon pembeli, karena barang haram yang dijualnya ini sudah laris manis jauh sebelum dia menjualnya.

Sesuai dengan janji, Jumat malam, dia akan melakukan transaksi dengan calon pembelinya itu. Lokasi telah ditentukan. Padang Gamuak, dijadikan pilihan. Di situlah dia akan melepas 1 kg ganja yang katanya dia beli dari seseorang di Penyabungan, daerah perbatasan Sumut-Sumbar. Di waktu yang disepakati, laporan transaksi sudah lebih dulu terdengar di telinga polisi. Maka begitu barang akan berpindah tangan, polisi sudah menghadang. Dia tak bisa melakukan perlawanan. Dia diringkus, beserta barang bukti yang akan dijualnya itu. Sementara itu, calon pembelinya sudah kabur duluan.

“Sungguh saya kapok dengan kejadian ini. Jika bebas nanti, saya akan mencari pekerjaan yang halal saja,” katanya dengan penuh penyesalan. Dan penyesalan memang datang kemudian… (***)

2 Komentar

  1. 5 Februari 2008 pada 11:51 am

    Apa nggak ada kerjaan lain ya? Tapi pemerintah punya andil sehingga banyak orang akhirnya mencari jalan pintas!

    max -> Jalan pintas ini bisa bikin kaya sekejap, dan bisa miskin sekedip. Gak percaya? Uda Rizki coba saja :D

  2. lil4ngel5ing said,

    19 Februari 2008 pada 5:00 pm

    Begitulah orang2 yang hidupnya demikian sulit, yang penting bisa makan aja dulu.. baru ketamakan itu muncul… lam kenal, lagi jalan2 nih…

    max -> yup betul sekali. Salam kenal juga ;)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: