Akhirnya Pergi Juga

SoehartowafatTEPAT pukul 13.10 WIB pria kelahiran Kemusuk, 87 tahun lalu itu menghembuskan nafas terakhirnya. Akhirnya dia pergi juga setelah dirawat secara intensif dan pelayanan yang serba VVIP di RSPP Jakarta sejak 4 Januari lalu. Pergi dengan membawa begitu banyak cerita, pro kontra, pujian, cacian, jasa dan dosa, yang hingga kini masih menjadi bagian hidup dan mati Soeharto.
 
Akhirnya dia pergi juga, di saat mata pemirsa televisi dan pembaca media massa mungkin telah lelah direcoki dengan pemberitaan tentang perawatan penguasa orde baru ini yang begitu intens disiarkan. Serasa tak ada hotnews yang pantas disimak selain seluk beluk perawatan yang bersangkutan, yang disampiri pula dengan berbagai analisa, tanggapan, komentar, kilas balik, cerita lain yang dikait-kaitkan dengan kisah hidup dan jelang kematiannya.

Akhirnya dia pergi juga, di tengah begitu banyaknya sorotan tajam seputar kasus hukumnya, sepak terjang kepemimpinannya, hitam putih kekuasaannya, penyakit sosial kroni-kroninya, ketidakadilan yang disangkutpautkan dengan dirinya, dan tema-tema ketidakpuasan lainnya.
 
Akhirnya dia pergi juga, dalam perawatan yang bikin geleng-geleng kepala. Perawatan yang bagaikan langit dan bumi dengan mantan orang nomor satu pertama yang digantikannya, yang dia akhiri kekuasaannya. Perawatan di kamar 536 yang konon kabarnya bertarif Rp 2,5 juta semalam, belum lagi kamar VIP tambahan untuk keluarganya, tamunya, dan fasilitas mewah lainnya yang mungkin tak sebanding dengan perawatan Soekarno yang dia karantina di Wisma Yaso hingga akhir hayatnya.
 
Akhirnya dia pergi juga, diiringi doa, tangisan, ratapan, penghormatan dari keluarga, orang dekat, kolega, pengikut setianya. Diiringi kebencian, caci maki dan mungkin rasa syukur dari orang-orang yang menjadi korban kekuasaannya.
 
Akhirnya dia pergi juga, kembali ke Rabbnya untuk mempertanggungjawabkan semua yang belum sempat dipertanggungjawabkannya. Menerima pahala dari kebaikan yang dilakukannya, menanggung hukuman dari kejahatan yang dibuatnya.
 
Akhirnya dia pergi juga…, dan negara menyatakan berkabung nasional selama 7 hari lamanya!
 
Akhirnya dia pergi juga… lalu setelah ini apa?

Akhirnya dia pergi juga… Bukankah begitu takdir manusia? Dari ada, kemudian tiada.

Akhirnya dia pergi juga… lalu setelah ini siapa? Innalillahi wa innailaihi rojiun… (max)

4 Komentar

  1. 28 Januari 2008 pada 12:06 am

    sejarah akan menulis kelak..sejarah pada akhirnya menjadi kesaksian.
    semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah swt

    max -> semoga sejarah tidak lagi diputarbalikkan…

  2. unai said,

    28 Januari 2008 pada 12:02 pm

    Segalanya sudah berpulang kini, dan Mahkamah Maha Agung yang akan mengadili…

    max -> pengadilanNya pasti lebih adil ya Nai? :)

  3. ichal said,

    28 Januari 2008 pada 2:10 pm

    turut belasungkawa,, semoga Allah menerima segala amal baiknya!

    max -> Amin…. semoga

  4. Mega said,

    28 Januari 2008 pada 2:54 pm

    Manusia datang dan perginya ke asal,,yaitu tanah..semoga dia tenang disana.

    max ->yup…, dan kita pun bakal kembali juga kan Uni?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: