2008, Rame-rame Gusur PKL

PenggusuranPKLTAHUN 2008 baru berjalan 3 hari. Lembaran baru di tahun baru, ternyata justru lembaran kelabu bagi pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan wong cilik yang berjualan bukan untuk menumpuk kekayaan tapi hanya sekedar mencari sesuap nasi ini, kembali (dan akan terus) terancam. Apakah ini resolusi 2008 di tangan pengambil kebijakan?

Di Bukiktinggi, pada 2 Januari, demi mempertahankan pariuak bareh mereka, para PKL yang berjualan di seputaran Jam Gadang ini berani melawan Pol PP. Namun justru pentungan yang melayang ke kepala mereka. Di Padang, 3 Januari, demi mempertahankan lapaknya di Pasar Raya, seorang PKL nekad membacok 2 petugas Trantib Dinas Pasar yang melakukan penertiban. Apakah ini resolusi 2008 PKL menghadapi hari depan?

Keberadaan PKL memang bagai buah simalakama. Digusur, mereka perlu makan. Tidak digusur, mereka merusak ketertiban. Tragisnya, ada pula oknum yang menjadikan PKL sebagai sapi perahan dengan jaminan keamanan. Maka jangan heran, bila PKL juga jadi ladang kepentingan.

Menjadi PKL malah lebih dari buah simalakama. Tidak jadi PKL, tak ada lapangan kerja yang bisa menampung mereka yang umumnya sekolah rendahan ini, sementara anak bini tetap butuh makan tiap hari. Menjadi pencuri, berhadapan sama polisi. Tapi ketika jadi PKL, sudahlah dagangan belum tentu laris manis bak kacang goreng, tiap hari haris berjualan dengan waspada sepenuh hati. Lengah sedikit, bakal tak dapat menyelamatkan diri.

Ah.., saya benar-benar tak mampu membayangkan bila saya yang jadi PKL. Bisa mati berdiri tiap hari dimintai retribusi. Mending ngeblog aja di sini, dijamin tidak ada yang menggusur walau saya menulis tidak hati-hati. Setidaknya untuk saat ini, entah nanti kalau ada pula regulasi ngeblog yang bakal mengebiri. (max)

2 Komentar

  1. unai said,

    4 Januari 2008 pada 10:56 am

    Memang polpp ituh ndak berperi keberjualanan. Saya jadi sebel kalo lihat tayangannya di tipi. Mbok ya jangan main kasar, jangan main sita. Sembarangan aja..ndak tau apa kalau modalnya mepet, ehh malah lapak digusur, dirampok pula barang dagangannya. Huh

  2. max said,

    4 Januari 2008 pada 1:27 pm

    unai = yup, kadang kelewat over acting. Tapi kalo gak over acting, malah PKL gak takut mereka :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: