Padi, Sang Penghibur yang Mengharu Biru

PADIDIIRINGI semburan kembang api, sekitar pukul 21.15 WIB, Padi langsung menggebrak dengan tembang lawasnya “Mahadewi” yang langsung dinyanyikan secara meddley dengan lagu “Hitam”. Dua single itu menjadi pembuka Konser Sinyal Kuat Indosat bertajuk “Indosatukan Padang Bersama Padi”, Sabtu malam (29/12).
 
Usai menggeber telinga para sobat Padi yang membludaki Lanud Tabiang, Fadly sang vokalis berbasa-basi menyapa audiensnya. Hanya sebentar, mereka kembali mengusung lagu hits “Begitu Indah”. Para penonton yang umumnya datang berpasangan, menyambut lagu ini dengan koor histeris. Mereka turut bernyanyi di setiap reffrain lagu. Begitu indah….

Giliran Piyu yang menyapa Sobat Padi seusai “Begitu Indah” dilantunkan. Setelah itu beat lagu “Aku Bisa Menjadi Kekasih” dari album terbaru “Tak Hanya Diam” langsung menghentak. Sebenarnya saat jeda sebelum lagu ini digeber, penonton telah bersorak minta air. Panas? Tentu, karena mereka sudah lumayan lama menunggu Padi tampil. Dari jadwal pukul 19.00 WIB yang dipatok panitia, Padi justru tampil 2 jam kemudian. Sebagai penghibur menjelang tampilnya Padi adalah penampilan grup band lokal Lovana dan suguhan hiburan kocak dari Djody Bejo sebagai MC.
 
Kondisi panasnya penonton ini, disadari oleh Fadly. Dia kembali berbasi-basi, “Sudah kepanasan?”. Sekedar tanya yang disambut sorakan minta air oleh penonton. Tapi malah Fadly cuek, tembang baru “Belum Terlambat” pun meluncur untuk menyengat adrenalin penonton yang semakin panas karena berdesakan dalam jumlah ribuan. Kondisi panas di tengah dinginnya Kota Padang yang baru diguyur hujan sejak siang, memunculkan inisiatif dari petugas pemadam kebakaran. Air ditembakkan dari water cannon mengguyuri penonton.
 
Usai lagu “Belum Terlambat”, satu lagi nomor hits disuguhkan Padi. Intro “Semua Tak Sama” dari album “Sesuatu yang Tertunda” langsung menyeruak yang disambut histeris penonton. Setelah menghipnotis dengan tembang hits ini, langsung disambung dengan tembang “Terluka” yang bertempo cepat. Sekali lagi water cannon ditembakkan ke tengah penonton yang kepanasan.
 
Jeda beberapa menit, grup band yang sebelumnya bernama Soda ini langsung mengusung lagu dari album keempat “Tak Hanya Diam” yang menjadi judul album kelima mereka. Setelah itu sebuah lagu yang disebutkan Fadly tak pernah dibawakan di konser manapun diusungnya berduet dengan Djody Bejo yang dikenal dengan duo Super Bejo bersama komedian Edwin Bejo tersebut. “Sesuatu yang Tertunda” mengalun lirih.
 
PiyuPiyu yang dianggap frontman Padi, tampil solo menyanyikan lagu milik Iwan Fals, “Belum Ada Judul”. Lagu ini, katanya, didedikasikan untuk anak perempuannya yang baru lahir pada 25 Desember lalu dari buah cintanya dengan Flo. Di tengah lagu, Fadly turut sumbang suara. Lagu yang dibawakan secara akustik ini, disambung dengan tembang “Rapuh”. Disusul kemudian dengan nomor lawas “Kasih tak Sampai”. Lagu melankolis ini disambut dengan lambaian api yang dinyalakan penonton dari mancis yang mereka bawa. Sendu dan mengharu biru!

Usai mengharu biru, Fadly mengingatkan soal isu tsunami yang diramalkan terjadi di Padang. Kata dia, tak satupun yang bisa meramal kehendak Tuhan ini. “Hidup tak selamanya indah, maka renungkanlah..,” ujarnya mengutip lirik lagu “Bayangkanlah” yang kemudian diusungnya.
 
RindraDi tengah lagu “Bayangkanlah” ini, masing-masing punggawa Padi unjuk kebolehan. Dimulai dari penampilan Piyu yang mengocok gitar Fender bermotif Zebra yang dipakainya. Raungan gitarnya yang gahar ditingkahi gebukan drum Yoyok. Usai Piyu, giliran Yoyok yang tampil solo, cuma 3 menitan, kemudian dia berkolaborasi dengan Rindra yang membetot bassnya. Rindra sempat-sempatnya membetot bass dengan stick drum dan menampilkan melodi ole..ole..ole yang biasanya diteriakan supporter sepakbola.
 
Giliran Yoyok yang menghipnotis. Suami penyanyi mungil Rossa ini “memperkosa” habis-habisan beduk Inggrisnya itu. Hampir 15 menit dia menggebuk perangkat drum Tama yang digunakannya. Lucunya, di antara beat-beat yang dimainkannya, ditimpali dengan sorakan “botak…, botak…, botak…” untuk si plontos berjenggot ini. Benar-benar ritmis.
 
Tiba-tiba saja di tengah permainan Yoyok yang hampir 10 menitan menabuh drumnya, menguar intro “Sweet Child O’Mine”, single lawas milik grup musik kugiran Guns N Roses yang dibuka oleh penampilan Ari disusul Piyu. Setelah itu lagu “Bayangkanlah” yang sempat terputus di tengah jalan kembali dikumandangkan.

Usai itu, single hits “Sang Penghibur” dari album baru langsung dikumandangkan yang diiringi dengan letusan kembang api dari depan stage. Wuihhh…, semarak! Dan benar-benar menghibur. Apalagi ditingkahi dengan permainan lighting yang menyapu venue landasan terbang bekas bandara yang disesaki penonton ini.
 
Permainan terus digeber dengan “Menanti Sebuah Jawaban” dari soundtrack film Ungu Violet. Tanda-tanda akan berakhirnya konser ini mulai terlihat begitu jarum jam menunjukkan pukul 22.55 WIB. Terlebih Fadly telah pula menyampaikan salam penutup. Dan bisa diduga, bakal ada tembang penutup yang akan dimainkan.
 
Benar saja, lagu “Sobat” dari album kompilasi Indie Ten yang mengantarkan grup ini dikenal pertama kali oleh pecinta musik Indonesia itu, dilantunkan. Tahu ini lagu penutup, penonton pun turut habis-habisan bergoyang, tak mau kalah dengan penampilan Padi. Djody pun turut tampil dengan Padi menyanyikan “Sobat” ini.
 
Permainan lighting semakin meriah, terlebih lagi dengan ditembakkannya kertas warna-warni dan hujan kembang api tiada henti kendati Padi telah meninggalkan stage yang kiri kanannya dilengkapi layar monitor besar itu. Benar-benar konser akhir tahun yang memuaskan dan menghibur. Padi memang sang penghibur sejati! (max)

6 Komentar

  1. 7 Januari 2008 pada 4:06 pm

    dear,

    Uda max, ulasannya keren juga tuch..kayaknya emang reporter neeh.
    oia uda, tulisannya aq muat di website ku juga.
    kunjungi website koe juga ya Da, comment pliss!

    Salam

    bagusirep@gmail.com

  2. max said,

    7 Januari 2008 pada 5:30 pm

    bagus indrajaya = saya sudah lihat blog Bagus, dan emang bagus kok :)

  3. iteung said,

    9 Januari 2008 pada 11:32 am

    huehehehehe…keren ulasannya, jangan2 nge fans juga ya max? bisa hapal gitu judul2 lagunya Padi, gut gut…

  4. max said,

    10 Januari 2008 pada 6:24 pm

    iteung = fans sih enggak Teung, tapi pecinta lagu2 Padi iya :D

  5. renimaldini said,

    8 Februari 2008 pada 6:38 pm

    oi pak kl sok keren mah.. Tapi nggak bisa dipungkiri, KL emang oke tulisannya.
    Lain kali ajak reni nonton konser yo. Tapi kalau yang manggung itu SO7 atau Ungu…

    max -> alah makan Ren? :P

  6. CHOKY said,

    15 Juni 2010 pada 5:48 pm

    i love padi……….
    sobat PADI….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: