Jumpa Pak JaF

Juru Kampanye “Jangan Asal Copy Paste”

SERING melihat banner berisikan “Jangan Asal Copy Paste” (JACP) atau “Blog Juga Hasil Karya Cipta” di berbagai blog? Pasti muncul pertanyaan siapa gerangan orang yang paling berkompeten dengan kampanye ini. Dialah La Rane Hafied yang tenar dipanggil Pak JaF.
 
Banyak alasan kenapa pria Bugis kelahiran Lampung Tengah ini getol mengampanyekan JACP. Alasan paling mendasar tentu karena itu tadi, bahwa “Blog Juga Hasil Karya Cipta”. Seperti diutarakannya, “JACP adalah sebuah ajakan moral untuk menghargai hasil karya para blogger, karena apapun isinya, apapun wujudnya, blog adalah juga sebuah hasil karya cipta. Kampanye ini terinspirasi dari beberapa kasus penjiplakan dan pembajakan materi blog yang juga pernah saya alami sendiri beberapa waktu silam.”

Untuk menggencarkan kampanye JACP ini, Pak JaF lantas membikin banner itu di blog lamanya. Antusiasme para blogger pun cukup tinggi, ketika itu. Maka banyak bertebaran banner-banner kampanye JACP ini di berbagai blog sebagai wujud atas dukungan moral terhadap kampanye yang digencarkan kru Radio Singapore Internasional ini, termasuk saya. Namun tiba-tiba saja, links banner ini hilang dari peredaran, sehingga logo kampanye tersebut tidak nampak. Apa yang terjadi?
 
Saya pindah blog. Karena ada masalah dengan hosting saya terdahulu,” katanya ketika bertemu muka dengan pria berbadan subur ini di Hotel Bumiminang pada Senin, 10 Desember lalu. Pertemuan ini, karena kebetulan Pak JaF sedang ada tugas kantor yang membuat dia harus melangkahkan kaki ke Ranah Minang. Dan saya mengetahui keberadaannya di Padang dari Subadri, yang berkesempatan pula menemani saya bersama Amar Putra untuk menemui pria yang sesekali saya panggil Mas Rane ini.
 
Agar kampanye yang telah diretasnya itu tidak hilang begitu saja, Pak Jaf kembali memunculkan kampanye ini di blognya yang baru. “Perlu dicatat bahwa ini hanyalah sebuah kampanye moral yang tidak memiliki implikasi legal apapun, dan hanya berfungsi untuk mengingatkan saja. Namun bukankah kadang-kadang sanksi moral juga bisa berdampak pada macam-macam hal,” tulisnya di postingan mengenai kampanye JACP ini.
 
Ngeblog, diakui Pak JaF, sudah dilakukannya jauh sebelum beredarnya fasilitas free blogger. Katanya, dia sudah wara-wiri di geocities dan hosting lain yang memberi akses untuk memposting sesuatu. Tapi begitu blogger.com muncul pada tahun 2000-an, Pak JaF lantas bikin blog di blogspot dan kemudian hari pindah ke web pribadi dengan menyewa domain. Di samping itu dia “ngetem” pula di wordpress, alasannya lebih simpel dibanding blognya yang lama.
 
Tak sekedar ngeblog, Pak JaF juga wara-wiri alias blogwalking dan bergabung di berbagai komunitas, terutama komunitas Blogger Family (Blogfam). Di Blogfam, dia tercatat sebagai member pada 8 April 2004. Dan kini posisinya di forum blogger ini adalah sebagai Global Moderator. Sebagai moderator, saya paling inget dengan thread khusus yang dimoderasinya yaitu “Kamar Tidur”. Hingga akhirnya “Kamar Tidur” ini dilikuidasi, saya pribadi masih belum sempat masuk ke ruang khusus untuk orang dewasa ini.
 
Tidak ada yang aneh dengan “Kamar Tidur” tersebut. Jangan dibayangkan forumnya seperti di Kaskus, Bluefame atau sebagainya. Gak ada yang porno kok,” katanya menjawab keingintahuan saya tentang ruang khusus itu.
 
Pak JaF dengan tulus mengaku, banyak manfaat yang dia dapat dari ngeblog. Di samping banyak teman tentunya, dia pun bisa menyalurkan hobi nulisnya. Dan sebuah karya pun telah dilahirkannya berupa buku keroyokan berjudul The Messenger yang ditulis bareng rekan-rekan Blogfam. Selain itu, dia pun menjadi banyak kenal –dan ikut dikenal– pula setelah rajin ngeblog dan blogwalking. “Banyak orang aneh dan gila yang saya kenal,” katanya bercanda sembari tertawa ngakak. Nah, siapa bilang blog dan ngeblog tiada guna? Makanya, ayo kita ngeblog!!! (max)

6 Komentar

  1. ladokutu said,

    14 Desember 2007 pada 3:25 pm

    Langsung mendarat di blog tulisannya.

    Cahoo…..

    Wah ketemu pak JaF nih ye…

  2. evan said,

    15 Desember 2007 pada 9:44 am

    yup ! setuju banget jangan asal copy paste. blog sebagai ciotizen journaslism mampu membangun opini publik lebih cepat , taktis dengan naluri obketivitas yg kadang lebih baik dari mass media

  3. Maryulis Max said,

    16 Desember 2007 pada 9:35 am

    ladokutu = he3x

    evan = 100 untuk Evan

  4. unai said,

    18 Desember 2007 pada 1:23 am

    pertemuan dengan orang orang hebat seperti ini akan mendapat tulsaran kehebatan, bersiap sajalah da :)

  5. Maryulis Max said,

    19 Desember 2007 pada 5:02 am

    unai = begitu ya Nai… Dah lama pengen jadi orang hebat, tp gak pernah kesampaian :))

  6. pacarnya Nuy said,

    29 Januari 2008 pada 12:07 am

    hmmm
    kalo hosting gratis (menitip file di suatu domain), qt semua tahu khan kalo geocities adalah pilihan pertama,
    tapi kelemahannya yaitu ada iklan geocities (geocities ads)
    di setiap sebelah kanan halaman yang kita upload (berupa frame)

    nah untuk menghilangkan iklan-iklan mengganggu tersebut
    (how to get rid those ads)
    dibutuhkan satu baris kode (one line code)
    cara nya?

    kunjungi aja http://www.geocities.com/noGeoAds

    untuk lihat contoh situs gratis geocities yang udah
    make satu baris kode tersebut
    anda bisa kunjungi

    http://www.geocities.com/eldorado_blackspeed

    http://www.geocities.com/beautifyFriendster

    http://www.geocities.com/noGeoAds

    semoga info ini bermanfaat ^ ^

    max -> thanks infonya yak… Manatahu masih ada pecinta geocities ;)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: