Tak Mau Sepi…

Photobucket - Video and Image Hosting

angin merasa sepi karena panas mengusap derunya
dan dedaunan mulai berdebu karena tak ada lagi hujan yang mengguyurnya
bunga berguguran kehilangan makna

aku terpagut kedinginan ditinggal mentari
sepi menjadi mainanku hari ini
di sini aku kini, menanti angin, menunggu hujan, berharap mentari
agar tak mati rasa di hati

dedicated to: “yg tau lapar aja deh..

 

 

 

 

4 Komentar

  1. tyka82 said,

    5 Juni 2006 pada 1:06 pm

    puisi-nya lumayan bang… *wink* apalage tambah pake foto, makin sedep aja..kkekeke..

    http://tyka82.tk

  2. unai said,

    7 Juni 2006 pada 9:02 am

    Kuhapus kedinginanmu, dalam selimut dan kelambu kehangatan. Mendekatlah sini tungku perapian telah aku nyalakan. Dan angin serta hujan yang kau nantikan tak buat kau kedinginan.

  3. Madame Butterfly said,

    8 Juni 2006 pada 2:28 am

    kata seorang temanku = hujan dan angin merubuhkan sekolah 3 hari belakangan ini.

    menyeramkan !!!

  4. Maryulis Max said,

    16 Juni 2006 pada 1:59 pm

    My Replies
    ———-
    tyka82 –> makasih pujiannya bu guru.
    Unai –> wah.. mo ngasih kehangatan ya Nai? Mau..mau..
    Ciplok –> gawat neh… Alam murka lagi ya Plok?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: