Cukong Kayu Sumbar Akhirnya Ditahan

D-Kayu01NURBAY Candra alias Labay akhirnya ditahan di sel Mapolres Pesisir Selatan (Pessel), Senin (20/02/06). Dia ditahan, setelah polisi menyatakannya sebagai tersangka pasca diciduk di kediamannya di Bungus Teluk Kabung Padang, Kamis (16/02/06)lalu.

Penahanannya, menyusul dengan telah dikeluarkannya Surat Perintah Penahanan (SPP)-nya terkait robohnya jembatan Sungai Kuyung, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan yang terjadi 17 Januari 2006 lalu. Selain itu, juga terkait dengan kepemilikan 5 truk interculler sarat kayu, yang ditangkap tim terpadu di sebuah sawmill ilegal di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pessel.

Penahanan ini, patut diacungi jempol. Pasalnya warga sempat bertanya-tanya, ketika polisi hanya memeriksa dan lalu melepaskannya. Padahal dia telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum harus terus dijalankan, jika memang komitmen memberantas illegal logging di Sumbar ingin ditegakkan. Agar hutan Sumbar yang luasnya mencapai 2,6 juta Ha dapat terjaga dari jarahan oknum-oknum berperilaku seperti cukong yang satu ini.

Semua orang tahu siapa gerangan Labay. Dialah cukong kayu yang terkenal licin dan lihai dalam mengelola bisnis kayu balak ini. Tapi begitu, tidak banyak yang tahu, apakah dia pemilik HPH atau hanya sebatas “penadah” kayu hasil curian. Karena memang, sedikit sulit mengungkap bisnisnya tersebut, mengingat dia dikelilingi beberapa bodyguard yang siap menjaga dan membela boss-nya itu.

Sebagai bukti betapa sulitnya pers mengungkap bisnisnya adalah kasus pemukulan terhadap wartawan Posmetro Padang, Dasman Boy dan fotografer, Ermansyah. Mereka berdua, menjadi bulan-bulanan 8 kaki tangan Labay — termasuk seorang aparat militer Korem 032/ Wirabraja Sumatera Barat bernama Usman– ketika ketika meliput kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM), pada 14 Oktober 2005 lalu di gudang kayu Labay yang ada di Bungus Teluk Kabung. Sekarang kasus penganiayaan wartawan tersebut sedang diproses secara hukum di Pengadilan Negeri Padang. Sementara Usman sendiri –katanya– juga di proses di Mahkamah Militer Padang.

Kelihaian Labay lainnya yang berhasil membuat semua kalangan terkecoh dan kemudian terungkap adalah soal keberadaan gudang kayu miliknya yang ternyata tidak mengantongi izin. Yang dimiliki Labay hanya surat izin tempat usaha (SITU) atas nama perusahaan, sementara izin gudang dan izin gedung tidak dimilikinya.

“Namun, SITU itu pun diduga palsu,” kata Surya Budi, Humas Kota Padang sebagaimana dilansir Kompas (24/10/05).

Labay, kata Budi, dianggap telah melanggar peraturan daerah (Perda) seperti Perda No 06 Tahun 1999 tentang Izin Mendirikan Bangunan, Perda No 09 Tahun 2001 tentang Surat Izin Tempat Usaha, dan Perda No 03 Tahun 2004 tentang SIUP TDUC. Karena itu, gudangnya tersebut sempat disegel Pol PP Kota Padang.

Kehebatannya yang lain adalah kasus robohnya jembatan Sungai Kuyung –yang akhirnya mengantarkan dirinya berhadapan dengan hukum–. Ketika peristiwa itu terjadi, truk bermuatan kayu tanpa dokumen itu “lenyap” dari TKP. Akibatnya, Bupati Pessel, Drs H Nasrul Abit menjadi “kalimpasiangan”, dan memaksa dirinya melakukan rapat Muspida untuk menyelesaikan kasus ini.

Sekarang kasus itu dan kasus tertangkapnya 5 truk kayu Labay dari 8 unit truk tronton bermuatan kayu 240 m3 yang ditangkap terpisah, telah membawa Labay ke ujung tanduk. Kemungkinannya hanya ada dua, dia lepas karena adanya “permainan” atau dia terhempas jikalau aparat hukum komit menegakkan hukum. Kita tunggu… (max)

1 Komentar

  1. Anonymous said,

    28 Februari 2007 pada 11:50 pm

    Where did you find it? Interesting read Mortgage on line student loan consolidation21 Virgina fishing reports


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: