DARI 1 miliar pengguna internet di dunia, Indonesia berada di peringkat tujuh negara pengakses situs porno. Peringkat itu jauh lebih baik dari 6 negara lain yang umumnya berada di Asia dan Afrika.
Dalam kategori keyword “sex” yang acap dipakai dalam mesin pencari (semacam google dan lainnya), negara peringkat pertama yang paling banyak mengakses adalah Pakistan, lalu disusul India, Mesir, Turki, Aljazair, Maroko dan Indonesia. Di bawahnya ada Vietnam, Iran, dan Kroasia.
Hal itu terungkap dalam Sosialisasi dan Workshop Sistem Informasi, Perangkat Lunak dan Konten yang diadakan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) RI di Hotel Bumiminang, 22–23 April 2009.
“Namun, posisi nomor tujuh itu, tidak bisa serta merta menganggap 20 juta pengguna internet di seluruh Indonesia adalah pengakses situs porno. Karena keyword (kata kunci) ‘sex’ itu, tidak selalu berkaitan dengan pornografi,” jelas Kasubdit Konten Multimedia Depkominfo Selliane Halia Ishak dalam pemaparannya di hadapan peserta workshop yang dibuka Sekdaprov Sumbar Firdaus K itu.
Fakta dari asumsi Selliane tersebut, terbukti untuk keyword pornografi yang lain, seperti kata “porn” dan “xxx”, tidak satupun Indonesia berada di peringkat 10 besar. Tempat pertama justru ditempati Afrika Selatan untuk keyword “porn” dan Bolivia untuk keyword “xxx”.
Yang paling membanggakan adalah, dari 1 miliar pengguna internet pada 2008, Indonesia berada di peringkat 14 dunia atau 1,7% atau terbesar di banding negara Asia Tenggara lainnya. Tapi berada di bawah China (peringkat 2), Jepang (3), India (5), dan Korea Selatan (8). Itu artinya, internet sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar rakyat Indonesia.
“Menurut The Internet Economy Indicator, internet mempunyai nilai ekonomi yang besar dibanding asuransi maupun kendaraan sekali pun,” sebutnya.
Pasalnya, tambah dia, internet mempunyai kekuatan dalam mengubah kultur (budaya). Seperti kultur pencarian (melalui googling), kultur sosial (melalui friendster, facebook, dan sebagainya). Selain itu, internet merupakan media murah dan efektif dalam penyebaran informasi, memengaruhi orang dan personal branding.
Tapi untuk apa internet bagi pengguna di Indonesia? Yaitu, selain membuka pornografi, juga untuk game, chatting, buka email, situs social network dan download program bajakan. Karena itulah ada kebijakan untuk membatasi konten media, terutama pornografi dan menggalakkan berinternet sehat yang dibentuk melalui SK Menkominfo No 86/KEP/M/KOMINFO/3/2009.
Acara workshop itu, mendapat antusiasme tinggi dari warga Sumbar. Dari target 150 peserta, ternyata yang datang berpartisipasi sebanyak 230 orang, yang sebagian besar merupakan generasi muda. “Saya salut, ternyata generasi muda kita punya perhatian besar dalam acara teknologi informasi seperti ini,” kata Sekdaprov.
Tampil dalam acara ini, praktisi open source software yang juga Pimred Info Linux Rusmanto, Bapak Blogger Indonesia Enda Nasution, dan Gombang Nan Cengka dari Wikipedia Indonesia. (max)





















bang fiko berkata,
24 April 2009 pada 1:38 pm
Wah seru ya, bro.. Sayang anak-anak bertuah tidak berkesempatan untuk hadir. See u next event.. Hehehehe…
andres(agib) berkata,
24 April 2009 pada 8:04 pm
aduh..hancur ne indonesia!!
kapan pintarnya ne anak2 indonesia,klau k wrnet hanya mengakses situs porno???
Tapi g pa2 juga tuh, biar cepat gede semua anak2 indonesia!!hehe
Ersis Warmansyah Abbas berkata,
26 April 2009 pada 4:47 pm
Nah berita kurang iluk Max
taufik asmara berkata,
27 April 2009 pada 11:02 am
Mampir ke blog baru aku ya…
Catra berkata,
29 April 2009 pada 11:27 am
bos… baju lah siap!!!
SangiR berkata,
2 Mei 2009 pada 4:19 pm
salam kenal dari solok selatan
Ando berkata,
16 Mei 2009 pada 1:41 pm
wah siapa yang musti tanggung Jawab …..????
Lukisan Minimalis berkata,
7 Juli 2009 pada 5:56 pm
weqzz..
anak zaman skrg ngaco nih..
kcil2 uda kyk gn..
tmbh bkin ancur aja negara kita.. :(
Rezki berkata,
2 September 2009 pada 10:27 am
Wah. . . . .peringkt 7 dunia tp kok bkn prestasi yg mmbggkn ych. . .
Kacw. . . .kacw. . .
Cpox berkata,
7 September 2009 pada 2:15 am
Hebat,…karena gak punya kerjaan, banyak ngelamun saru,.. He.he
febry berkata,
3 Februari 2010 pada 8:33 pm
ga” mungkin bangettttttttttttttttttttttttttttttt tauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
dealer pulsa berkata,
27 Desember 2010 pada 3:29 pm
tapi yang 6 diatas kebanyakan dari negara2 yang notabenenya banyak ustadnya yaaa. wah semakin banyak gula semakin banyak semut, semakin banyak ustad semakin banyak setan hhahhaah