h1

Demo Mahasiswa di Harkitnas

21 Mei 2008

Laskar-benderaHMI-KAMMI “Cilok Start”, UNP Mana?

UNP mana…., UNP mana…, UNP mana?” Sorakan ritmis yang kadang diselingi plesetan lagu “Kalau Kau Senang Hati” yang berubah lirik menjadi “..kalau tak ikut demo… tidak gaul..” membahana di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Sorakan nyelekit itu dilontarkan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sudah berkumpul di kampus itu. Mereka kecewa, tidak banyak mahasiswa UNP yang bergabung dengan mereka untuk melakukan aksi demo di DPRD Sumbar.

Puluhan bus kampus milik Universitas Andalas (Unand) yang membawa ratusan mahasiswa, satu persatu menurunkan penumpangnya di UNP. Mereka langsung bergerombol di lapangan sepakbola depan Rektorat UNP. Menyusul kemudian rombongan mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK, STIKES Fort De Kock, dan perguruan tinggi lainnya. Tak jauh dari gerbang UNP, puluhan massa berbendera Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berkumpul terpisah.

Begitu banyaknya mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan itu, membuat kampus UNP cukup berbeda hari itu. Sejumlah mahasiswa ada yang menyaksikan aksi sekumpulan mahasiswa lain tersebut, yang lainnya ada pula yang sekadar lewat acuh tak acuh. Aktivis BEM UNP, menyikapi kedatangan para koleganya itu, berupaya untuk mengumpulkan rekan-rekan mereka sesama mahasiswa yang justru sibuk nongkrong di sejumlah aksi.

Menonton-demo“Ayo gabung…. jangan mau kalah dengan anak Unand. Ayo… jangan bikin malu UNP,” teriaknya tapi dianggap angin lalu oleh yang lain. Tidak efektif, akhirnya sejumlah demonstran dari kamnpus lain melakukan aksi longmarch ke sekeliling kampus UNP untuk memprovokasi mahasiswa UNP agar ikut bergabung dengan mereka. Puluhan menit longmarch, hasilnya pun nihil. Sementara waktu terus “berlari”.

“Untuk apa ikut demo? Itu menyelesaikan masalah dengan masalah. Apakah setiap menyelesaikan masalah harus dengan demo? Mahasiswa diajarkan untuk kritis, maka cobalah untuk kritis untuk menyikapi kenaikan BBM. Jadi tak ada gunanya demo,” ucap Nila (20), seorang mahasiswi UNP yang tengah berkumpul bersama 3 temannya menyaksikan kumpulan demonstran di kampus mereka.

Di saat mahasiswa lain sibuk “memanggil-manggil” mahasiswa UNP untuk gabung berdemo dengan mereka, rombongan HMI-KAMMI langsung bertolak menuju DPRD Sumbar. Mereka tak merasa tak perlu menunggu bergerak bersama mahasiswa yang mengatasnamakan diri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumbar itu. “Biar sajalah.., mereka organisasi mahasiswa eksternal. Tak ada kaitan dengan kita,” ucap anggota BEM Unand yang melihat kepergian rombongan itu.

Demo-di-bawah-selangkanganDengan jumlah massa yang didominasi mahasiswa berjaket hijau dari Unand, sekitar pukul 11.00 WIB akhirnya massa BEM se-Sumbar bergerak juga ke Gedung DPRD Sumbar yang berjarak sekitar 500 m dari UNP. Setiba di gedung wakil rakyat, mereka disambut dengan teriakan selamat datang melalui pengeras suara oleh orator HMI-KAMMI yang telah lebih dulu beraksi di situ. Merasa sudah “dikhianati” karena ditinggal pergi HMI-KAMMI ketika di UNP tadi, akhirnya ratusan massa BEM ini ogah bergabung dengan mereka. Mereka memilih membludaki gerbang dan areal parkir bagian depan DPRD ketimbang bersatu dengan HMI-KAMMI. Dua kekuatan mahasiswa itu pun pecah.

Tak lama berselang, muncul lagi ratusan massa dari Universitas Bung Hatta (UBH) dan massa yang menamakan diri Lima Mira (Lingkar Mahasiswa Minangkabau Raya) yang merupakan organisasi eksternal mahasiswa  PMII, IMM dan GMPI. Pun tidak serta merta BEM se-Sumbar bergabung dengan mereka. Barulah beberapa menit kemudian, melalui teriakan “mahasiswa satu komandan” ratusan massa itu bersatu menyuarakan tuntutan mereka masing-masing. Jadilah seharian kemarin, gedung DPRD Sumbar menjadi lautan massa demonstran. Tuntutan utama mereka –di samping tuntutan lainnya–; “Tolak kenaikan BBM!” (max)

6 komentar

  1. mantap liputannya, pak KL hebat euy…

    max -> biasa aja kok, Nai….


  2. ass.

    Forkot indak ado di padang da ?

    max-> Angkot yang banyaknyo Boss :D


  3. UNJ?
    unok-unok J lah!

    max-> Unok2? apakah artinyo hanok2 se lah?


  4. perwakilan mahasiswa UNP :) heeheeheeehee

    da…max! mahasiswa unp tu nyo cinta damai. kalo kanaikan BBM demi keaikan di masa depan buat apa di halang-halangi. ya…toh

    max -> he3x ada yg tersungging


  5. kondisi inilah yang ditakutkan hari ini…mahasiswa untuk kritispun harus diseret-seret dulu kesadarannya…..ya…walaupun hanya berupa kumpul rame2 DENGAN kwn2 yg lain… terkadang kesadaran ini hanya timbul oleh sebuah ekploitasi massa yg seakan-akan mewajibkan kita untuk ikut serta dalam gelombang besar…
    ini yang harus dirubah….jika ingin fight,,,kenapa masih menindas kesadaran kwn2 yg lain….
    rubah cara berpikir kita……kawan….!!!!

    max -> semangatttsssssssss!!! Hanya satu kata untuk penindas; LAWAN!!! hehehe, bukan begitu Bung?


  6. salam revolusi!!!
    kondisi inilah yang ditakutkan hari ini…mahasiswa untuk kritispun harus diseret-seret dulu kesadarannya…..ya…walaupun hanya berupa kumpul rame2 DENGAN kwn2 yg lain… terkadang kesadaran ini hanya timbul oleh sebuah ekploitasi massa yg seakan-akan mewajibkan kita untuk ikut serta dalam gelombang besar…
    ini yang harus dirubah….jika ingin fight,,,kenapa masih menindas kesadaran kwn2 yg lain….
    rubah cara berpikir kita……kawan….!!!!
    salam revolusi!!!

    max -> idem dito



Tinggalkan sebuah Komentar