Kumpulan Tulisan & Pemikiran

Maret 21, 2008

Masjid Raya Dibangun Pakai “Nada Sambung”

Diarsipkan di bawah: berita, unik — maryulismax @ 8:03 pm

Masjid raya sumbarBILA anda terbiasa dicegat di jalan-jalan oleh peminta sumbangan untuk pembangunan tempat ibadah seperti masjid dan surau, bersyukurlah hal itu tidak akan ditemukan dalam pembangunan Masjid Raya Sumbar di Kota Padang. Masjid yang dibangun di tanah seluas 18.800 m2 itu, walau butuh biaya Rp 242 miliar untuk pembangunannya, pengumpulan dananya dipakai cara-cara elegan. Salah satunya adalah melalui donasi dengan mengaktifkan Nada Sambung Pribadi (NSP) dan Flexitone lagu Minang bagi pemilik HP GSM ber-sim card Telkomsel dan HP CDMA ber-sim card Flexi.

Ide pengumpulan dana serupa itu, pernah dilontarkan Gubernur Sumbar H Gamawan Fauzi SH MM ketika bersua dengan Dirut PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah pada acara Silaturrahmi Saudagar Minang yang dihelat saat libur lebaran tahun lalu. Keinginan itu akhirnya terealisasi setelah PT Telkom secara resmi me-launching NSP dan Flexitone pada Rabu lalu (19/3) di Pangeran Beach Hotel.

Dari hitung-hitungan Rinaldi, andai 1 juta orang Minang saja yang men-download NSP dan Flexitone itu, maka dalam sekejap akan terkumpul dana Rp 6 miliar. Dan dia percaya, dengan begitu banyak pemakai HP asal ranah Minang, baik itu yang ada di kampung halaman maupun di perantauan, impian tersebut akan terealisasi.

Untuk menyosialisasikan NSP dan Flexitone ini, Telkom dan Telkomsel tak terlalu pening benar. Pasalnya Gamawan Fauzi sendiri, hampir di tiap acara pertemuan dengan orang-orang sukses di perantauan, selalu mempromosikan nada sambung pengganti bunyi tut..tutt..tuuttt itu.

“Saya sangat hapal cara men-download-nya. Untuk pengguna Telkomsel, ketik ring spasi on spasi kode lagu kirim ke 1212. Kode lagunya 4200001 untuk lagu Malereang Tabiang, 4200002 lagu Malam Bainai dan 4200003 lagu Minangkabau. Sedangkan pengguna Flexi, kode lagunya 7750001 untuk Malereang Tabiang, 7750002 lagu Malam Bainai dan 7750003 lagu Minangkabau,” sebut Gamawan yang disambut tepuk tangan para undangan yang menghadiri acara launching tersebut.
 
Untuk pengguna Flexi yang mengaktifkan Flexitone ini dikenakan biaya Rp 8.800 (termasuk PPN). Dengan rincian Rp 800 (pajak), Rp 2.000 (biaya jaringan) dan Rp 6.000 (sumbangan untuk masjid). Sedangkan bagi yang mengaktifkan NSP lagu-lagu Minang lawas tersebut dikenakan biaya Rp 9.900, dengan rincian Rp 900 (pajak), Rp 2.000 (biaya jaringan) serta Rp 7.000 (sumbangan untuk masjid).

Sebenarnya untuk pembangunan masjid yang disainnya cukup unik ini, sudah pula dianggarkan sebanyak Rp 100 M dalam APBD Sumbar dalam tahun jamak, dimulai anggran 2007 sampai 2009. Sedang sisanya, Rp 142 M diharapkan bantuan masyarakat, perantau dan umat muslim lainnya, termasuk dari nada sambung tadi. Dan yang paling melegakan, ketika peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 lalu juga telah terhimpun US$ 8.500 dan Rp 63 juta.

Sebelumnya kata Kepala Biro Sospora Drs Kafrawi Bachtiar ketika itu, sudah pula didapat sumbangan dari masyarakat sebesar US$ 4 ribu. Bagi yang masih berkeinginan “tebar pahala” dalam pembangunan masjid kebanggaan rang Minang ini, pun masih bisa menyetorkan dana ke No rekening 2101.0105.00011-2 pada Bank Nagari. Ayo…, tunggu apalagi! (max)

& Komentar »

  1. Ide yang bagus. Kalo beginikan tidak bikin macet jalan dan mengurangi resiko kecelakaan, lebih manusiawi lah.
    Semoga saja dana cepat terkumpul dan benar-benar untuk pembangunan masjid raya.

    max -> Iya Mbak, lebih manusiawi dan tidak bikin ngedumel yang mau nyumbang. Omong2 mbak mau make NSP-nya gak :D

    Komentar oleh juliach — Maret 21, 2008 @ 9:25 pm

  2. Luar biasa cerdas ide ini. Saya paling malu kalau di”komplain” oleh teman non muslim tentang cara beberapa masjid mencari donatur di jalan-jalan.

    Saya pernah ajukan keberatan pada mereka yang mencari dana di jalan-jalan, tapi jawab mereka; “inilah jalan termudah untuk mencari uang..!”

    Salut, dua jempol buat semua yang terlibat.

    Salam

    max-> iya Mas. Saya juga malu kalo liat ada orang yang minta sumbangan kek gituan di jalanan. bikin malu saja ya

    Komentar oleh eshape — Maret 21, 2008 @ 10:13 pm

  3. ide yang belum pernah saya dengar di tanah Jawa ini..bagus sekali, daripada memaksa dan mencegat dan membuat macet jalanan

    max-> iya nih Mas. ide yg sangat bernas ya… he3x

    Komentar oleh iman brotoseno — Maret 22, 2008 @ 2:37 pm

  4. Alhamdulillah , ide brilian . semoga bisa ditiru
    karena sudah di Medan , Insya Allah jadi ingin mengunjungi mesjidnya

    max-> Janji deh, kalo masjid ini rampung, sampeyan kudu kemari :D

    Komentar oleh realylife — Maret 22, 2008 @ 5:25 pm

  5. mantaff sekali idenya,
    cuma emang kalok diapelikasikan ke pembangunan mesjid di kampung2 (yg biyasa nyegatin di jalan) ya kurang pas :D kayak minggu kemaren pas dines ke pekanbaru-dumai, di sepanjang jalan dari padang - perbatasan riau (50kota), berkali2 mobil kudu mengurangi kecepatan kala melewati perintang jalan yg dibikin oleh pencari sumbangan tsb, perihatin aja melihat mereka mencari dana dengan cara itu, yg sebenernya selaen kurang elegan juga sangat berbahaya, apalagi banyak diantaranya anak-anak kecil :(

    btt: itu tawaran NSP nya kok baru dari telkom group yah? operator2 laen belom dilirik nih?

    max ->kalo soal cegat mencegat, di 50 Kota sarangnya :D

    Komentar oleh titov — Maret 23, 2008 @ 5:46 am

  6. salam kenal aja

    max -> sama2 Pak

    Komentar oleh taufik — Maret 24, 2008 @ 11:12 am

  7. Great..malu kita sebagai muslim, mau bikin rumah ibadah pake nyegat kendaraan lewat. Ini ide bagus bana da

    max -> iya bagus dan patut kita sokong Nai. Terima kasih dah pake NSP-nya juga

    Komentar oleh unai — Maret 24, 2008 @ 1:55 pm

  8. Alhamdulillah akhirnya kita punya mesjid megah yang dapat dibanggakan, termasuk cara pendanaannya yang tidak meletakkan katidiang ditengah kalan!

    max -> Belumm…, masih dalam tahap pembangunan tuh :))

    Komentar oleh RIZKI EKA PUTRA — Maret 25, 2008 @ 8:31 am

  9. wah, ide yang bagus nih..buat titov..dah ganti nsp blom ?? :)

    max -> iya tuh Mbak, suruh Mas-nya ganti NSP :))

    Komentar oleh diantha — Maret 25, 2008 @ 1:05 pm

  10. ide bagus untuk menggalang dana,dengan tidak ada pemaksaan dan sama2 memperoleh manfaatnya…
    but…secara syariat ajaran Islam bukankah musik itu haram.. ??

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:
    “Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

    Dengan kata lain, akan datang suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram.
    Wallahu alam bi showab

    max -> no comments, yes actions :D

    Komentar oleh udateddi — Maret 25, 2008 @ 2:10 pm

  11. Itu lah hebatnya orang Padang (saya bukan orang Padang lho) mereka punya ikatan yang kuat dimanapun berada, dan ini harusnya menjadi contoh untuk lingkup yang lebih besar yaitu INDONESIA

    max -> kalo bukan orang Padang, pasti pecinta orang Padang? hehehehe

    Komentar oleh maysaro — Maret 26, 2008 @ 2:16 pm

  12. Mantap pak kl, ambo kiro iko bantuak kreatifitasnya rang minang, dengan nada sambung tentu rasa kadaerahan awak akan terpanggil, hitung-hitung manymbanglah buat syiar islam agamo nan kito yakini sampai kiamat, baa gati kl. maju terus pak KL semoga berjaya slalu

    max -> selamat berjaya Bang :P

    Komentar oleh TOAIK — Maret 27, 2008 @ 4:51 pm

  13. Aslkm..subhanallah…….mantab da, semestinya seperti inilah kita. Beginilah seharusnya seorang Muslim. Elegan, punya integritas yg tinggi. Mencerminkan ISLAM itu Indah. Tidak mengemis di jalan2.

    max -> bukan uda yang mantap, tapi nan punyo proyek ko. uda hanyo menginformasikan :D

    Komentar oleh olangbiaca — Maret 29, 2008 @ 4:17 pm

  14. lai sehat2 da…baa kabanyo ?

    max -> alhamdulillah masih seperti yang teralah. Awak tu baa? lai aman se kan? :D

    Komentar oleh olangbiaca — Maret 29, 2008 @ 4:17 pm

  15. Rancak bana ide tu pak, oh yo lah lamo wak ndak sobok pak

    max -> Jhon? Dima awak pernah basobok? Karajo di DPD kini? Atau anggota DPD? :D

    Komentar oleh Jhon — April 1, 2008 @ 5:32 pm

  16. me, yg perlu dicermati dan dikaji adalah kebiasaan pemerintah saat ini menghilangkan sejarah hanya demi pembangunan fisik yang gak jelas …alih-alih untuk kemaslahatan umat tapi dengan cara-cara yang kurang memperhatikan nilai-nilai sejarah dan kepentingan lain

    max -> ini memandang dari kacamata korban, Me?

    Komentar oleh moneng — April 2, 2008 @ 9:28 pm

  17. salam. setuju bana wak jo comen moneng nyo..
    btw Nyari dana lwt NPS bagus begete itu, apalagi lagu2nya lagu minang semua, klo bisa mah ditambah lg spt lagu kampuang nan jauah dimato,dll. klo bisa semua lagu minang kenangan(hanya yg tembang kenangan lho..)dibuatkan kode nspnya ^______^.
    Terlepas dari ini semua, semoga dana pembangunan mesjid raya ini tidak dikorup,pembangunan dapat berjalan dengan lancar,dan yang pasti jg cepat selesainya…

    Komentar oleh yoelia — April 5, 2008 @ 1:10 pm

  18. Rang Awak memang luar biaso…
    Muslim di Nias sedang berjuang terus mendirikan kembali masjid dan mushalla yang roboh akibat gempa 3 tahun lalu, mudah-mudahan berita ini bisa menjadi pemicu ide-ide kreatif dalam memepercapat cita-cita tersebut. Mudah0mudahan uda ndak kebaratan bilo postingan iko kami kopi untuk dimue di blog kami: http://www.muslim-nias.org yo da…
    Tarimokasih…

    Komentar oleh Muslim Nias — April 10, 2008 @ 11:14 am

  19. wowww..desainnyaunik sekali..gw sebagai yg punya darah minang..jadi bangga padang bakal punya masjid yg keren..n gk minta sumbangan via peminta2 di jalan…lanjut terusss

    Komentar oleh anno' — Mei 10, 2008 @ 4:43 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.