
Pedendang Saluang itu Dijerat Shabu
21 Januari 2008
Pedendang saluang satu ini ternyata tak mau kalah dengan artis nasional semacam Roy Marten, Ahmad Albar dan yang lainnya. Entah ada kaitannya atau tidak, yang jelas Misra Molai, artis lokal yang ngetop dengan lagu-lagu Minang yang diiringi tiupan saluang, tertangkap pula menggunakan shabu-shabu. Maka hebohlah semuanya, bahwa tak hanya artis nasional yang bisa nyabu, artis lokal pun bisa “enak gila” dengan barang haram itu.
Perempuan berumur 32 tahun itu tentu tak mengira kebiasaan nyabu-nya akan berakhir di hotel prodeo. Karena sejak 2 tahun perkenalannya dengan shabu-shabu, selama ini aman-aman saja. Seaman dia menanggap pergelaran saluang dari kota ke kota, kampung ke kampung menghibur pecintanya yang gila mendengar saluang yang mendayu-dayu.
Ibu 4 anak yang bernama asli Mis Eliawati ini punya alasan mengapa harus menggunakan shabu-shabu. Aktivitasnya sebagai penyanyi yang tampil hingga larut malam dan tak jarang hingga si jago mulai berkokok, memaksa dia harus batanggang (begadang) setiap memenuhi order manggung di berbagai daerah. Bukan kopi yang dijadikannya untuk menahan kantuk, tapi ke shabu-shabu dia menjatuhkan pilihan.
”Ambo manyabu hanyo untuak kuek batanggang kalau badendang diundang urang. Kalau indak ado order, ambo indak pernah manyabu. Bahkan ambo indak pernah ketergantungan jo sabu (saya hanya menyabu untuk kuat begadang saat diundang orang untuk berdendang. Kalau tidak ada order manggung, saya tak pernah nyabu. Bahkan saya tak pernah ketergantungan dengan shabu-shabu,” jawabnya kepada wartawan yang mewawancarainya di ruang Satnarkoba Polresta Bukiktinggi.
Apakah alasannya itu dibuat-buat? Hanya Misra yang tahu. Yang jelas dengan jujur dia bilang, dirinya membeli shabu-shabu apabila upah manggungnya mencukupi dan tersisa untuk belanja dapur. Kalau hanya pas-pasan, dia terpaksa menahan hasrat untuk nyabu. Alasan yang masuk akal, karena untuk satu paket kecil saja, dia harus mengeluarkan uang Rp 500 ribu. Sementara berapalah upah yang akan diterimanya dari berdendang yang harus dibagi dengan para pengiringnya.
Terlepas dari itu, Misra Molai telah memberi catatan kelabu bagi dunia musik Minang. Memang bukan hanya dia seorang yang terjerat dengan benda haram itu, namun sebagai pedendang saluang ternama di Ranah Minang, kasus ini jelas akan mengakhiri karir bermusiknya. Setidaknya menjadi catatan hitam dalam perjalanan karirnya yang selama ini adem ayem saja.
Ataukah dengan menyabu ini Misra pengen ngetop pula sebagai musisi yang pemberitaannya muncul menjadi headline di koran lokal di tengah sepinya berita soal penampilannya selama ini? Entahlah. Yang jelas, sehari ini, semua koran lokal memberitakan penangkapannya di atas taksi setelah bertransaksi dengan pengedar shabu itu. Dan sekarang, Misra terpaksa menghibur diri, berdendang sendiri dalam hati dengan lagu parasaian (nasib) yang menimpanya kini di hotel gratis kantor polisi. Kasihan sekali… (max)


















ha ha shabu shabu lebih mudah didapat daripada tempe, kedelai.
kalo ambo batanggang dan ketergantungan jo kopi :P
ondeh mandeh dia favorit ortuku itu. kalo ambo tiok hari nyabu juo, kato urang medan nyarab bubur :D
emang shabu lebih murah dari keledai max, eh kedelai?
berarti kini, shabu lah masuak desa juo yo Da? ndak hanya di kota sae?! :D
web site sangat berguna karena memperkaya kita- kita dengan info tentang kampung sendiri
marjohan
batusangkar