
Presiden NOTONEGORO
14 September 2006
PEMILIHAN Presiden (Pilpres) masih lama, tapi gaungnya sudah mulai terdengar dari kini. Jagoannya pun sudah dielus-elus berharap jalannya jadi mulus. Ada yang nyebut Jusuf Kalla, ada yang tetap menjagokan SBY, ada yang ngelus Sutiyoso dan ada yang kembali dorong-dorong Megawati. Terakhir muncul nama Kapolri, Sutanto.
Kalau sudah begini, memory saya langsung berputar pada tulisan-tulisan yang pernah saya baca dahulu kala. Teringat, dulu ada pembahasan Jongko Joyoboyo oleh “dukun politik” Permadi SH di majalah Tempo tahun 1998 dan omongan Gus Dur di sebuah tabloid yang saya lupa namanya –entah tabloid Adil atau Tekad– pada tahun yang sama –kalau tidak salah.
Presiden RI dikaitkan-kaitkan dengan mitos Notonegoro yang ditafsirkan sebagai nama akhir pemimpin Indonesia. NO (Soekarno), To (Soeharto), Ne; bukan orang Jawa (Habibie), Goro; ribut-ribut (terbukti dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid yang kemudian digantikan Megawati). Terus balik lagi ke No (Susilo Bambang Yudhoyono).
Nah di sini, asyiknya. Setelah No, tentu To lagi. Siapa dia gerangan? Karena itu saya pengen coba-coba jadi “dukun politik” pula. Meramal siapa gerangan yang bakal jadi presiden.
Kalo dilihat dari daftar nama yang sudah diusung beberapa Parpol dan berbagai kalangan, saya bisa ramalkan yang bakal jadi presiden itu adalah…, bukan saya!!! Tapi seseorang yang punya nama yang akhirannya TO. Selamat bagi TO yang kini jadi TO (Target Operasi). Siapa dia? Silahkan lihat foto. Kalaupun nanti salah, wajar. Yang namanya dukun, lebih banyak salah daripada betulnya.(***)


















hehe…ga minat jadi president max…wekksx :D
hmmm mungkin Yuno AmbarwoTO…doakan saja da, hahah
kalau orang jawa bilang, bisa marwo-to, bisa supar-to, bisa subejo-to, bisa supangat-to, bisa farellio-to, bisa papanya farel-to, bisa ayahnya disya-to…dan to to lainnya….
siapa tuh bang ??
hehehe… kalo kana-to gimana? :p tapi gak mo ah jadi presiden! pusiiiiing… tar di demo terussss…. apa lagi jaman sekarang… helah….
oohhh…masih berlanjut ya budaya notonogoro. dari awalan “no” sampe akhiran “ro”, terus balik lagi ke “no”.
ngga selse2 ya. hhmmm indo..indo..
Ah moso` sich……????!!! SANGARTO kali…..!!
Bukan gw lho bukan!
Wahhh kapan giliran Jend. Naga Bonar? Wakakakaka
Nah ini nich peluang gua, siapa tau ada jurig tumpak kuda, kini giliran to. kebetulan nama gua ada to nya. tapi siapa yang mo ngangkat gua…??? jadi caleg aja kagak… darimanba jalan nya… dan gimana caranya…..apa laku gak akhiran nama gua to..ha.. ha… ha…..
saya yakin yang barakhiran to” ga
itu bisa juga kedua jenderal purnawirawan
kalo ga wiranto,prabowo subianto….
itu mungkin lhoo…………………
paling aku nehhhh sir koTO hik hik hik
Hhhhmmm…
saat ini banyak orang yang memaksakan diri atau memposisikan diri bahwa seolah-olah dirinya lah bagian dari ramalan tersebut.
Celakanya.. Sudah merasa Cocok dan sesuai dengan apa yang digambarkan oleh para peramal.. Padahal belum tentu benar dan malah jauh sekali dari target!
Mengapa demikian?
Karena ramalan yang ada saat ini hanya menggunakan bantuan/patokan dari huruf dan suku saja (mis. inisial atau akhiran go, dan dia berasal dari Jawa dan keturunan raja).
Ada baiknya bila para peramal untuk mencoba mengaitkan ramalannya dengan beberapa aspek, misalnya titisan dan masa lalu (past life) serta apakah sang Presiden saat ini memang terlahir sebagai orang jawa? Dimana dia tinggal? apakah saat ini dia sudah tampil dan dikenal publik? dsb..
Demikian ulasan kami, Moga-moga bermanfaat!
Wassalam,
Gontor Galigota
to yg terakhir, Parabowo Subianto kali? Hahahaha
mitos NOTONOGORO yang saya tahu untuk presiden Indonesia semuanya sudah habis, karena NOTONOGORO merupakan nama2 akhir dari para pemimpin bangsa, atl : No=SoekarNO, To=SoehaTO, No=TresNO (dlm bhs Arab=Habib/Habibi), Go=Gus Dur+MeGOwati, dan yang terakhir adalah RO, mestinya disandang oleh Amien ROis, tapi sayang ia orang yang anti mitos dan ramalan, karenanaya mengakibatkan bangsa indonesia dilanda goRO-goRO. SBY cuma penderita…
wallahu a’lam…
no Yudoyono nya kan belon kelar,..masih sekali lagi,..jadi tunggu nanti tahun 2014 baru deh ke TO ,……yg mungkin subianto naik 2014..
yang benertu
( alm Mbah surip)
enak to
mantep to
ayo kemana
tak gendong to….kemana—mana
Analisa umum yang ditulis mengenai teori Joyoboyo menggambarkan urut-urutan pemimpin Indonesia menuju kemakmuran adalah ”notonogoro” — urut-urutan suku kata terakhir nama mereka. ”no” untuk Soekarno, ”to” untuk Soeharto, dan ”no” kedua buat Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri dianggap sebagai tokoh peralihan.
Menurut pandangan saya, urut-urutan pemimpin Indonesia adalah ”notobuwono”
Karenanya semua nama presiden Indonesia sampai saat ini dapat terwakili dalam tiap suku kata maupun huruf dari kata NOTOBUWONO.
Hal ini bisa ditelaah dari nama-nama presiden Indonesia terwakili dalam kata NOTOBUWONO,
SOEKAR(NO)
SOEHAR(TO)
(B)AHARUDDIN JUSUF HABIBIE
ABD(U)RRAHMAN WAHID
MEGA(W)ATI SOEKARN(O)PUTRI
SUSILO BAMBANG YUDHOYO(NO)
Pemimpin yang diwakili satu huruf saja menggambarkan masa kepemimpinan yang singkat dibawah dua tahun.
B.J. Habibie hanya 17 bulan (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999)
Gus Dur hanya 21 bulan (20 Oktober 1999- 23 Juli 2001)
Bisa saja Indonesai bukan hanya gambaran sebuah kerajaan negara(notonogoro), tapi gambaran kerajaan dunia/jagat(notobuwono)