Kumpulan Tulisan & Pemikiran

Mei 13, 2008

Kisah Pemulung di TPA Aia Dingin

Diarsipkan di bawah: berita, olala — maryulismax @ 10:06 am

PemulungDuit Sejuta Tercecer di Tumpukan Sampah
 

REZEKI tak berpintu. Ungkapan serupa itu dialami betul oleh para pemulung yang mengais-ngais gunungan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Aie Dingin. Di balik sampah yang tak berharga, mereka mendapat rezeki tak terduga.
 
Ado nan dapek pitih sajuta, taserak di onggok an sarok. Ambo pernah juo dapek duo ratuih limopuluah ribu. (Ada yang pernah mendapatkan uang sejuta, tercecer di antara gunungan sampah. Saya sendiri pernah dapat Rp 250 ribu),” cerita Ii (26).
 
Ceceran uang itu, sebut ibu muda ini, biasanya angpao-angpao pesta pernikahan yang tak sengaja dibuang si empu pesta bersama sisa-sisa amplop lainnya. Uang itu masih tersimpan utuh di dalam amplop yang belum dibuka, dan dibuang bersama kertas-kertas amplop yang telah lecek.

(lagi…)

Mei 9, 2008

Ketika Malaikat Mencabut Nyawa Pake SMS Maut

Diarsipkan di bawah: berita, olala, opini — maryulismax @ 8:49 pm

HpKalo ada yang tewas gara-gara SMS, berarti tugas malaikat sudah digantikan oleh SMS maut. Atau memang malaikatnya sendiri yang pake HP untuk mencabut nyawa orang-orang. Biar simpel dan tak bikin ribet. Tinggal telepon…, yang emang sudah jadwalnya ketemu ajal, langsung lewat.”

Begitu seloroh teman saya ketika dimintai komentarnya tentang SMS maut yang belakangan bikin resah umat. Semua itu bermula dengan beredarnya SMS peringatan yang entah sudah dari tangan ke berapa sampai ke dirinya.

Kalau ada nomor HP orang lain yang masuk, dengan angka belakangnya 0666 dan 0866 yang tulisan nomornya berwarna merah, disarankan jangan diangkat. Karena nomor itu adalah nomor orang yang sedang mencoba ilmu hitam. Sebagai buktinya 7 orang telah meninggal di Jakarta setelah mengangkat panggilan dari nomor tersebut. Itupun kalau anda masih sayang sama nyawa anda.” Demikian bunyi SMS-nya. Asli, ada-ada saja…

(lagi…)

Mei 8, 2008

“Cubolah Bongka…, Kami ka Lalok di Balaikota!!!”

Diarsipkan di bawah: berita — maryulismax @ 9:56 pm

Pkl histeris crop olahKALIMAT bernada ancaman itu disampaikan dengan lantang oleh Sakila (36) di hadapan anggota Pol PP Padang. Masih ada rentetan kalimat caci maki yang terlontar dari mulut PKL yang berdomisili di Puruih Baru itu. Dia, dan juga kawan-kawannya, “mete-mete” (sewot-red) dengan kebijakan Pemko Padang yang akan membongkar lapak mereka di sepanjang Taplau (tapi lauik-red) kawasan Danau Cimpago.

Jo a ka kami agiah makan anak-anak? Kami indak cari kayo bagai doh mangaleh di siko. Bisa manyakolahan anak se, alah untuang, mah. (dengan apa akan kami beri anak-anak makan? Kami tak mencari kaya dengan berjualan di sini. Bisa menyekolahkan anak-anak saja, sudah untung),” lontar Net (36), tak kalah kerasnya.

(lagi…)

Mei 6, 2008

Kisah Penjahit Zula Zuli

Diarsipkan di bawah: berita, olala — maryulismax @ 12:14 pm

Penjahit zula-zuli 1Punya Pelanggan Turun-temurun

DI usianya yang tak lagi muda, Zulkarnaini masih saja berusaha menafkahi keluarganya. Ruang tamu yang tak begitu luas, cuma 4 x 2,5 m, disulap pria berusia 68 tahun itu menjadi tempat menjahit. Tak ada peralatan modern, seperti mesin obras, atau perangkat pendukung lainnya. Di situ hanya ada mesin jahit tua yang masih dioperasikannya dan sejumlah mesin jahit lama yang tak terpakai karena rusak.

Di rumahnya yang sederhana dan tertera stiker Rumah Tangga Miskin (RTM), pria yang didapuk sebagai ketua RT 2/XI Kelurahan Alai Parak Kopi itu menghabiskan masa tuanya sebagai penjahit. Di rumah itu, sejak tahun 1971 Zulkarnaini menerima order jahitan pakaian pria-wanita. Terserah mau model apa, Pak RT ini tetap bisa memenuhi selera pelanggannya.

(lagi…)

Mei 5, 2008

Di Banda Bakali, Ikan Sapu-sapu Unjuk Gigi

Diarsipkan di bawah: berita — maryulismax @ 2:30 pm

Ikan sapu2Jalan inspeksi tepi banjir kanal Banda Bakali mendadak macet. Ratusan pengendara berhenti, dan memalingkan wajahnya ke badan sungai yang bau, kotor dan berlumut. Di situ puluhan warga sudah mengobok-obok air yang berubah hijau diselimuti algae (lumut).

Ado a (ada apa)?” tanya salah seorang pengendara.
Ikan-ikan gadang marapuang (ikan-ikan besar mengapung),” jawab yang lain seadanya. “Antah dek a (entah kenapa),” jawabnya memutus tanya agar lawan bicaranya tak lagi bertanya.

Setelah dilihat benar, memang begitu adanya. Puluhan ikan mengapung dengan posisi terbalik. Seperti ikan mati. “Bukan mati. Memang begitu gayanya. Kalau didekati, ikan-ikan itu langsung lari,” jelas Fahmi (60), warga RT 2/XI Kelurahan Alai Parak Kopi sembari menunjuk ke ikan yang mulutnya megap-megap menghisap lumut.

Beberapa anak-anak mencoba menangkapnya dengan tangguk. Tak dapat, karena ikannya lebih lincah. Tapi mereka tak kehilangan akal. Di saat ikan merapat ke tepian, seorang dari mereka berhasil menangkapnya dengan tangan.

(lagi…)

April 30, 2008

Selamat Ulang Tahun, Anakku…

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori, pengumuman — maryulismax @ 3:50 pm

Hutsya1

April 27, 2008

Sesungguhnya Kita Telah Salah Pilih

Diarsipkan di bawah: berita, opini — maryulismax @ 7:36 am

RSJDPR ingin bubarkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Demikian pemberitaan sejumlah media yang tentu saja mengagetkan kita semua. Alasannya, KPK dianggap sudah menjadi lembaga yang superbody.

Sungguh saya tercengang, mendengar alasan yang tak masuk akal ini. Inilah bagian dari konflik berkelanjutan antara wakil rakyat yang telah kita pilih pada Pemilu 2004 lalu dengan lembaga bentukan mereka sendiri melalui UU 30/2002 tentang KPK.

Pasca penangkapan Al Amin Nasution yang diduga menerima suap, lembaga pimpinan Antasari Azhar itu ingin menggeledah ruang kerja yang bersangkutan di Senayan. Justru jawaban penolakan yang diberikan dewan.

Tak hanya menolak adanya penggeledahan, muncul pula keinginan mereka untuk membubarkan KPK. Sungguh mereka kekanak-kanakan. Maka wajar bila dulu Gus Dur pernah bilang kalo wakil rakyat yang katanya terhormat ini sama dengan taman kanak-kanak.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.