SEBENARNYA sudah cukup lama saya ingin menulis uneg-uneg tentang anggota dewan yang terhormat ini. Dari semua jenjang, DPR RI di pusat, DPRD di provinsi dan di kabupaten/kota. Namun yang paling mentereng untuk disoroti adalah DPR RI.
Pasca reformasi, perasaan saya, anggota dewan ini kelewat banyak ulah. Dan anehnya, meski perangainya begitu bejibun, selalu saja anggota dewan ini tak berubah, karena rakyat tetap memilihnya sebagai wakil mereka. Kalaupun ada yang baru, perilaku mereka (walau tak seluruhnya) justru tambah parah.
Setahun ini saja, catatlah sedikit saja hal yang tak luput dari kenangan kita atas tindak tanduk manusia yang diembel-embeli kata “yang terhormat” ini. Pertama plesiran mereka ke luar negeri untuk belajar etika yang hasilnya justru tak beretika sama sekali. Kedua rencana pembangunan gedung baru senilai Rp 1,13 triliun. Yang terakhir, nonton video porno ketika bersidang.























