Tak ada Isak Tangis, Kuburan Alakadarnya
TAK cukup 10 menit, tubuh ringkih berbalut kain kafan itu, sudah “resmi” menjadi penghuni alam barzakh. Di dalam tanah berair, berkedalaman seadanya, jasadnya bersemayam untuk selamanya. Tak ada isak tangis, tak ada tabur bunga, tak ada pelayat, pun tak ada papan penunjuk nama.
Sempat menghuni bunker mayat di Instalasi Pemulasaran Jenazah RS Dr M Djamil selama sembilan hari, mayat pria tua tak beridentitas ini diantarkan ke TPU Tunggua Hitam. Cuma sopir ambulance dan seorang petugas kamar mayat yang mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir itu.
Begitu ambulance bernopol BA 8030 JB tersebut memasuki pekarangan TPU, prosedur “pemakaman gratis” segera diurus. Tuntas. Dua penggali kuburan segera bergegas. Liang lahat pun digali. Tanahnya liat dan berair, karena persis berada di sebelah saluran air yang 5 meter ke arah selatannya merupakan aliran Batang Kurao Pagang.



BEKERJA sama dengan Telkomsel, 
















