h1

Sirine Tsunami Rusak

28 Oktober 2009

INA-TEWS di GOR AgussalimTIGA dari sembilan alat pemantau tsunami (Tsunami Early Warning System/TEWS) yang dipasang di 9 lokasi Kota Padang, mengalami kerusakan akibat gempa. Kondisi itu, tentu saja membuat Kota Padang semakin tidak siap menghadapi kemungkinan amukan tsunami akibat gempa besar di kemudian hari.

Selama ini, alat pemantau tsunami berupa sirine itu, dipasang di sembilan titik di sepanjang perairan Kota Padang yang dipasang secara berjaringan seperti di kawasan Puruih dan Bunguih. Kerusakan pada satu sistem, akan menyebabkan fungsi pada sistem lainnya error. Sehingga secara otomatis, kesembilan alat pemantau tsunami tersebut tidak bisa berfungsi lagi.

Kerusakan TEWS ini, diakui Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Padang Budhi Erwanto SH usai hearing dengan Komisi D DPRD Padang kemarin (27/10). Dikatakannya, saat ini pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap TEWS yang rusak tersebut dan telah dilakukan upaya perbaikan. Namun, masih belum bisa berfungsi guna memberikan sinyal kepada masyarakat apabila terjadi tsunami.

Baca entri selengkapnya »

h1

Seismic Gap Siberut Mulai Bergerak

28 Oktober 2009

SiberutGempa Susulan Sudah Ribuan

Hingga kemarin (27/10), BMKG Padangpanjang mencatat telah terjadi 1.058 gempa susulan pascaguncangan gempa utama 7,9 SR yang terjadi pada 30 September lalu. Dari jumlah sebanyak itu, 25 di antaranya merupakan gempa besar (di atas 5 SR-red), selebihnya gempa kecil (di bawah 5 SR-red), yang sebagian tak bisa dirasakan.

Tak hanya itu, kemarin juga tercatat dua kali gempa dirasakan yang terjadi pada Selasa pagi. Gempa pertama pukul 06.22 WIB, berpusat di laut 50 km barat daya Pariaman, dengan kekuatan 4,1 SR di kedalaman 4,2 km. Gempa ini bisa dirasakan II MMI (Modified Merchalli Intensity) di Kota Padang dan Pariaman. Dua jam kemudian, sekitar pukul 08.33 WIB, gempa 4,5 SR mengguncang dengan episentrum di laut 75 km barat laut Sipora Mentawai, dengan kedalaman 14 km.

Baca entri selengkapnya »

h1

Kegembiraan di Balik Musibah

18 Oktober 2009

SDA-bersama-pengungsiKarena Gempa, Bertemu Artis dan Menteri

UNTUANG ado gampo ko, Pak. Sehingga kami bisa basobok jo Apak,” begitu pernyataan polos yang dilontarkan Nitrawati (42) kepada Suryadharma Ali. Warga Pasie Jambak RT 5/RW 6 itu, begitu gembira bisa bertemu dengan menteri Koperasi dan UKM yang baru saja melepas jabatannya tersebut.

Nitrawati memang gembira alang tak kepalang. Karena sebelum bertemu ketua umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu Selasa (13/10) di tenda pengungsiannya, pada Jumat (9/10) lalu, dia pun bisa melihat langsung wajah-wajah artis sinetron yang digandrunginya. Bila sebelumnya dia hanya bisa memplototi wajah ganteng dan cantik para pesohor itu dari TV 21 inci merek Sanken miliknya, kini Nitrawati bisa menatapnya lekat-lekat.

Baca entri selengkapnya »

h1

HARFIANTO PERGI

16 Oktober 2009

HarfiantoINNALILLAHI wa innailaihi rojiun. Sahabat kami itu akhirnya pergi. Menghadap ke haribaanNya. Meninggalkan duka, bahwa dia pernah bersama kami, membesarkan koran ini. Semangatnya, talentanya, dan ide cemerlangnya, menjadi warisan yang akan lekat teringat di kenangan kami; keluarga besar POSMETRO PADANG.

Seminggu menjelang ulang tahunnya yang ke-27 pada 21 Oktober mendatang, Harfianto pergi. Kamis, 15 Oktober 2009, pukul 22.25 WIB, redaktur POSMETRO ini, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Siti Rahmah. Di situ, sudah lima hari dia koma, akibat kecelakaan lalulintas yang menimpanya pada Sabtu, 10 Oktober lalu.

Semuanya tercekat, begitu mendapat informasi kepergiannya. Air mata tak terbendung, isak tangis tak tertahankan, mengingat penderitaannya selama menjalani perawatan. Allah punya kuasa. Dia telah menjemput hambaNya itu, untuk ditempatkan di tempat yang lebih baik di sisiNya.

Baca entri selengkapnya »

h1

Kisah Miris Korban Gempa

9 Oktober 2009

00--kristin-mailindaBantuan itu Tak Pernah Tiba

RUMAH seukuran 3 x 3 m itu, tidak lebih bagus dari sebuah garasi milik warga kelas menengah. Dan tidak pula lebih luas dari kamar kontrakan mahasiswa. Dindingnya hollowbrick (batako) tak berplester. Atapnya sebagian seng baru dan seng bekas yang berkarat. Langit-langitnya tak berloteng. Tapi itulah satu-satunya “kekayaan” Kristin Mailinda (36).

Di dalamnya, tak ada lemari penyimpan perkakas rumah tangga, lemari kayu untuk pakaian, kursi untuk penerima tamu, atau sekadar karpet untuk pengalas lantai. Pun tak ada potret keluarga penghias dinding. Yang ada cuma kalender caleg perempuan Golkar yang maju pada pemilu lalu, kasur kapuk merah pudar berdaki, sebuah kursi plastik hijau, meja kantor bekas yang entah didapatnya dari mana.

Kalaupun ada yang sedikit berharga di ruang pengap yang jendelanya ditutupi seng itu, hanyalah sebuah televisi Sharp 17 inchi keluaran tahun 90-an. Ini pun tak lagi berguna. Karena reruntuhan batako telah menghimpitnya akibat gempa 7,9 SR lalu. “Kemewahan” yang dibanggakan Linda itu, kini jadi rongsokan.

Baca entri selengkapnya »

h1

Penyelamatan Gempa ala Anggota DPRD Sumbar

7 Oktober 2009

Cctv-gempa-dprd-sumbarBersembunyi di Bawah Meja

TIGA orang terekam di CCTV, berlarian panik dari ruangan Bagian Keuangan DPRD Sumbar. Seorang di antaranya, ternyata anggota DPRD Sumbar Ir Djonimar Boer dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Mereka “baturu-turu” keluar dari ruangan itu. Panik, itu pasti. Tampak sejenak kehilangan akal, Djonimar justru menempuh langkah berbeda dengan dua orang lainnya yang merupakan staf sekretariat dewan. Dia kembali berbalik arah, dan segera menyembunyikan badannya di bawah meja.

Baca entri selengkapnya »

h1

Kisah Korban Selamat di The Ambacang Hotel

7 Oktober 2009

Weli-harti-(4)Perih Weli Tak Pernah Bertepi

SETIAP Metro TV menayangkan gambar evakuasi di The Ambacang Hotel, luka di kepala Weli Herti (51) terasa berdenyut. Perih. Sama perihnya dengan trauma mendalam yang dirasakannya sebagai korban yang selamat dari maut reruntuhan hotel itu.

Denyutan itu tidak hanya sekali. Karena stasiun TV swasta tersebut selalu mengulang-ulang gambar yang sama hampir setiap saat. Cucuran air mata dan isak tangis, tak bisa dibendungnya. Teringat detik-detik kejadian yang mengantarkannya harus menanggung luka di kepala, memar dan luka gores di punggungnya. Lengan kanannya pun menghijau lebam akibat material reruntuhan yang sempat menimpanya.

Baca entri selengkapnya »

h1

Penuturan Korban Selamat di Bimbel Gama

6 Oktober 2009

Monika-suciatiDivo Sang Pahlawan Gama

TOLONG…tolong..tolong… Monika Suciati merintih. Kaki kirinya tertimpa reruntuhan bangunan di tangga lantai II gedung bimbel Gama. Tiba-tiba sesosok pria yang wajahnya tak jelas –karena gelap dan pengapnya ruangan–, mengangkat material yang menghimpit kaki siswi bimbel tersebut. Dia belum bisa bernafas lega.

Perlahan-lahan, Uci –begitu panggilan sayangnya– mengenali pria yang telah menolongnya itu. Divo begitu dia punya panggilan. Uci tak tahu nama lengkapnya, dan tak pula tahu di SMP mana dia bersekolah. Yang dia ingat, Divo adalah teman selokalnya sebagai peserta les di Gama. Lokal III C.24, yang semuanya adalah pelajar SMP.

Baca entri selengkapnya »

h1

Ketika Gempa itu Datang

5 Oktober 2009

TermanguBUNYI kecipak air dari dalam baskom biru itu, mengiringi mandi sore Queena Balqis Apkamadi. Jarum jam menunjukkan hampir 15 menit berlalu dari pukul 17.00 WIB. Bayi montok yang lahir 22 Juni 2009 lalu itu, sebenarnya terlambat dimandikan bundanya.

Diiringi canda sang kakak Valdisya Azzahra Apkamadi (4), Queena tersenyum-senyum geli, ketika bundanya mengusap, menggosok dan menyabuni badannya. Usai itu, kepalanya yang tidak terlalu subur ditumbuhi rambut, mulai diberi shampoo.

Tiba-tiba rumah bergetar. Semakin bergemuruh. Tanpa pikir panjang, sang bunda langsung melarikan Queena dalam kondisi kepala ber-shampoo, telanjang dan masih basah. Queena dibawa lari dalam gendongan dengan satu tangan. Tangannya satu lagi menggenggam Disya.

Baca entri selengkapnya »

h1

Selamat Lebaran 1430 H

18 September 2009

Lebaran